Brew a Better World, Upaya Multi Bintang (MBI) Jaga Lingkungan

- PT Multi Bintang Indonesia meluncurkan program Brew a Better World 2030 untuk menjaga lingkungan, keberlanjutan sosial, dan konsumsi alkohol yang bertanggung jawab.
- Melalui reboisasi dan pengelolaan air berkelanjutan, pabrik MBI di Tangerang dan Sampangagung berhasil mencapai keseimbangan air lebih dari 100 persen.
- MBI memberdayakan komunitas lokal lewat kerja sama dengan WeHasta serta inisiatif pasar bambu, menciptakan ekosistem ekonomi sirkuler dan dampak sosial positif.
Jakarta, FORTUNE - Di tengah meningkatnya tuntutan terhadap praktik bisnis yang berkelanjutan, PT Multi Bintang Indonesia Tbk (MBI) memperkuat komitmennya melalui inisiatif Brew a Better World 2030. Program ini berfokus pada perlindungan lingkungan, penciptaan dampak sosial yang positif, serta edukasi konsumsi alkohol yang bertanggung jawab.
Komitmen tersebut dimulai dari aspek hulu, yaitu menjaga kesehatan daerah aliran sungai (DAS) yang menopang operasional perusahaan, mengintegrasikan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) di fasilitas Tangerang, serta menerapkan sistem pemanenan air hujan.
Upaya reboisasi di sekitar area operasional membuat kedua pabrik MBI sanggup mencapai keseimbangan air (water balance) 100 persen. Meurut catatan perusahaan, pada 2024 pabrik bir Tangerang mencapai 181 persen keseimbangan air, sementara fasilitas di Sampangagung mencapai 133 persenโyang berarti MBI mengembalikan air ke alam lebih banyak daripada yang digunakan dalam produksi.
Tidak berhenti sampai situ, upaya menjaga lingkungan tertuang dalam pengolahan limbah. MBI menggandeng organisasi WeHasta sepanjang 2020โ2024 demi melatih dan memberdayakan komunitas lokal. Tujuannya, memanfaatkan lumpur hasil pengolahan air MBI sebagai bahan produksi kompos. Ekosistem ini melibatkan 15.335 anggota komunitas bank sampah, 340 unit bank sampah, serta menjangkau 4.768 penerima edukasi mengenai pengelolaan sampah bertanggung jawab.
Pada 2022โ2024, MBI memperluas jejaring dampaknya melalui inisiatif pasar bambu yang menghadirkan ruang pemberdayaan bagi masyarakat lokal. Setiap pembukaan pasar bambu menghasilkan transaksi Rp80 juta โ120 juta, menarik sekitar 3.000 pengunjung per sesi, dan memberdayakan lebih dari 120 pelaku lokal.
Setiap bidang ambisi mencakup komitmen yang konkrit dan terukur. Manajamen MBI menyebut, prpgram ini terinspirasi dari perusahaan induk alias Heineken yang meminimalkan potensi dampak negatif namun memaksimalkan kontribusi positif setiap hari, demi menjaga bumi.
MBI juga aktif menggunakan energi terbarukan melalui penggunaan panel surya, hingga praktik ekonomi sirkuler. Upaya ini dilakukan supaya mencapai emisi karbon nol bersih pada tahun 2030 dan mengurangi ketergantungan akan sumber daya alam.ย


















