Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install
For
You

Ini Penyebab Laba Bersih Bukalapak Berbalik Rugi di Q1-2026

Ini Penyebab Laba Bersih Bukalapak Berbalik Rugi di Q1-2026
Direktur Bukalapak Victor Lesmana

Jakarta, FORTUNE - Emiten teknologi, PT Bukalapak.com Tbk (BUKA), mencatatkan kerugian bersih sebesar Rp425,8 miliar pada kuartal-I 2026. Kondisi itu berbalik dari periode serupa pada 2025, saat perseroan meraih laba bersih Rp110,7 miliar.

Salah satu penyebabnya adalah rugi nilai investasi bersih yang bertambah dari Rp125,6 miliar menjadi Rp587,4 miliar. Selain itu, beban pokok pendapatan perseroan meningkat dari Rp1,3 triliun menjadi Rp2,2 triliun; begitu pula dengan beban penjualan dan pemasaran yang naik dari Rp50,9 miliar menjadi Rp64,6 miliar.

Kendati demikian, EBITDA yang disesuaikan BUKA berbalik dari minus Rp20 miliar menjadi EBITDA yang disesuaikan positif sebesar Rp4 miliar. "Ini merupakan pencapaian strategis bagi BUKA," kata Direktur PT Bukalapak.com Tbk (BUKA), Victor Putra Lesmana dalam keterangannya, dikutip Kamis (30/4).

Sejalan dengan itu, Bukalapak juga meraih pendapatan senilai Rp2,4 triliun, bertumbuh 63 persen (YoY) dari Rp1,5 triliun. Margin kontribusi perseroan juga naik menjadi Rp98 miliar.

Segmen gaming menjadi kontribusi utama terhadap pendapatan, dengan besaran Rp2,1 triliun. Katalisnya adalah ekspansi di berbagai pasar dan produk baru, yang ditopang pasar domestik. Selain itu, inisiatif strategis seperti penyelenggaraan Lapak Gaming Battle Arena turut memperkuat kehadiran merek Lapakgaming di komunitas gamer.

Di sisi lain, segmen mitra Bukalapak terus mencatat pendapatan Rp175 miliar, yang didukung oleh perluasan infrastruktur pembayaran melalui akses untuk para Mitra untuk penggunaan mesin EDC dan solusi QRIS Soundbox.

Kemudian, segmen ritel meraih pendapatn Rp80 miliar berkat ekspansi fisik lewat pembukaan 3 gerai baru Lifework di Central Park Mall, Tunjungan Plaza, dan Senayan City.

Sementara itu, segmen Investasi menyumbangkan pendapatan sebesar IDR 22 miliar, ditopang oleh peningkatan AUM (Asset Under Management) dan jumlah transaksi, serta  diperkenalkannya produk keuangan baru seperti penawaran berbasis emas dan instrumen investasi dalam denominasi USD.

"Penguatan pendapatan yang signifikan serta fokus kami pada optimalisasi operasional di seluruh lini bisnis," ujar Victor.

Ke depan, BUKA berkomitmen menjaga disiplin operasional dan menangkap peluang pertumbuhan di berbagai lini bisnis.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Pingit Aria
EditorPingit Aria
Follow Us

Related Articles

See More

Ini Penyebab Laba Bersih Bukalapak Berbalik Rugi di Q1-2026

30 Apr 2026, 22:32 WIBBusiness