Gelombang PHK Perusahaan Besar, Terbaru Meta dan Microsoft

Meta dan Microsoft mengumumkan PHK besar, berdampak pada lebih dari 20.000 karyawan.
Langkah pemangkasan mencerminkan perubahan strategi industri teknologi global yang beralih ke otomatisasi dan produktivitas berbasis AI.
Fenomena ini juga menimbulkan kekhawatiran krisis tenaga kerja global karena percepatan adopsi AI.
Jakarta, FORTUNE - Gelombang PHK perusahaan besar kembali menjadi sorotan. Kali ini, Meta dan Microsoft mengumumkan potensi pemangkasan pada lebih dari 20.000 tenaga kerja, dilaporkan pada Kamis (23/04).
PHK besar-besaran tersebut memicu kekhawatiran akan krisis tenaga kerja di tengah pesatnya penggunaan AI. Pemangkasan dilakukan untuk mendukung investasi infrastruktur AI serta penyesuaian setelah perekrutan berlebih pada masa pandemi, yang kini dinilai tidak lagi sejalan dengan kebutuhan operasional perusahaan.
Table of Content
Meta dan Microsoft umumkan PHK
Rangkaian gelombang PHK perusahaan besar terjadi di sektor teknologi, yang semakin menantang seiring pesatnya perkembangan AI. Langkah efisiensi terlihat dilakukan oleh Meta dan Microsoft
Meta menyampaikan akan melakukan PHK massal sekitar 8.000 karyawan atau sekitar 10 persen dari total tenaga kerja, dimulai pada 20 Mei 2026. Perusahaan juga akan membatalkan rencana perekrutan pada 6.000 posisi yang masih kosong.
Kebijakan ini disampaikan melalui memo internal kepada karyawan. Manajemen menegaskan bahwa pemangkasan tenaga kerja dilakukan untuk meningkatkan efisiensi operasional sekaligus mengalihkan fokus ke investasi besar di bidang kecerdasan buatan (AI).
Di sisi lain, Microsoft menawarkan program pengunduran diri sukarela (voluntary buyout) kepada sekitar 7 persen karyawan di bawah level manajemen puncak untuk menekan biaya operasional. Dengan sekitar 125.000 karyawan di Amerika Serikat, ada 8.750 orang yang berpotensi terkena PHK.
Langkah kedua perusahaan ini mencerminkan perubahan strategi besar di industri teknologi. Investasi besar dalam infrastruktur AI mendorong perusahaan melakukan efisiensi tenaga kerja, sekaligus menandai transformasi industri menuju otomatisasi dan produktivitas berbasis teknologi.
Gelombang PHK global dipicu investasi besar AI
Gelombang PHK perusahaan besar di sektor teknologi sebelumnya telah terjadi. . Sejumlah perusahaan besar memangkas ribuan tenaga kerja sebagai bagian dari efisiensi dan peralihan ke teknologi berbasis AI.
Salesforce tercatat memangkas 4.000 karyawan di bagian layanan pelanggan. Sementara itu, Oracle juga melakukan PHK massal atas ribuan karyawan di tengah transformasi berbasis AI.
Snap Inc. turut mengumumkan pemangkasan sekitar 16 persen dari total karyawannya atau sekitar 1.000 staf. Pemangkasan dilakukan sebagai langkah dari efisiensi operasional yang didorong oleh adopsi AI dalam proses bisnis
Amazon yang dikenal sebagai raksasa teknologi juga tercatat memangkas sekitar 30.000 orang atau sekitar 10 persen dari karyawannya sejak Oktober 2025. Selain itu, Google juga melakukan pemangkasan dalam skala kecil sejak 2023 secara bertahap.
Tidak hanya perusahaan teknologi, dampak gelombang PHK juga merambah sektor lain yang memiliki divisi teknologi. Salah satunya Nike, yang memangkas sekitar 1.400 karyawan yang berada di departemen teknologi.
Transformasi AI memicu krisis tenaga kerja global
Langkah pemangkasan di sektor teknologi menunjukkan bahwa sejumlah perusahaan secara kolektif menghabiskan ratusan miliar dolar AS untuk membangun infrastruktur AI. Hal tersebut mendorong mereka melakukan efisiensi finansial dengan mengurangi tenaga kerja.
Sejumlah pakar industri menilai PHK massal tersebut sebagai tanda krisis tenaga kerja yang mulai terjadi, seiring cepatnya adopsi AI di perusahaan, khususnya di Amerika Serikat.
Data Layoff.fyi mencatkan lebih dari 92.000 pekerja di bidang teknologi terkena PHK sepanjang 2026, dengan total mendekati 900.000 sejak 2020.
Kecemasan tenaga kerja meningkat sejak perilisan ChatGPT oleh OpenAI yang memperlihatkan kemampuan luas AI generatif. Teknologi Claude dari Antropic mendorong kekhawatiran fungsi divisi bisnis akan digantikan secara keseluruhan.
Fenomena gelombang PHK di perusahaan teknologi ini menandai transformasi fundamental dalam dunia kerja. Laju perubahan yang cepat akibat investasi AI semakin meningkatkan kekhawatiran terhadap keamanan pekerjaan di masa depan.
FAQ seputar gelombang PHK perusahaan besar
| Apa saja perusahaan yang melakukan PHK di 2026? | Ada beberapa raksasa teknologi yang melakukan PHK di tahun 2026, mulai dari Meta, Microsoft, Salesforce, hingga Snap. |
| Mengapa PHK di sektor teknologi terus berlanjut di 2026? | PHK skala besar di sektor teknologi menunjukkan peralihan struktural menuju ekosistem berbasis AI. Perusahaan besar mengalihkan dana dari operasional konvensional ke investasi AI. |
| Berapa banyak pekerja yang terdampak? | Gelombang PHK perusahaan besar di sektor teknologi mengakibatkan puluhan ribu pekerja teknologi berdampak secara global. |
















