Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
IDN Ecosystem
IDN Signature Events
For
You

Nike PHK Karyawan Korporat di Tengah Upaya Pemulihan Kinerja

Dok. Nike
Dok. Nike
Intinya sih...
  • Nike berencana melakukan PHK terhadap 1% tenaga kerja korporatnya untuk memulihkan bisnis di bawah kepemimpinan CEO Elliott Hill.
  • Perusahaan telah berinvestasi di lini sepatu lari dan sneaker, memperluas kehadirannya di toko fisik, dan menghidupkan kembali hubungan dengan peritel.
  • PHK tersebut tidak akan mempengaruhi bisnis Nike di EMEA dan Converse, dan belum jelas berapa banyak pekerjaan yang akan terdampak.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE - Nike berencana melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 1 persen tenaga kerja korporatnya. Kebijakan ini dilakukan sebagai bagian dari rencana produsen pakaian olahraga tersebut untuk memulihkan bisnisnya di bawah kepemimpinan CEO Elliott Hill.

Dikutip dari Reuters, di bawah Hill, perusahaan telah berinvestasi di lini sepatu lari dan sneaker untuk merebut kembali pangsa pasarnya yang hilang, sekaligus menghidupkan kembali hubungan dengan peritel dan memperluas kehadirannya di toko fisik dalam upaya untuk melawan persaingan di pasar.

Hingga 31 Mei 2025, Nike mempekerjakan sekitar 77.800 karyawan di seluruh dunia, termasuk karyawan ritel dan paruh waktu. Langkah ini menyusul pernyataan Hill pada Juni lalu, ketika ia menyatakan bahwa perusahaan berencana "menyelaraskan kembali" menjadi tim lintas fungsi berdasarkan cabang olahraga.

"Formasi baru ini dibangun untuk menempatkan olahraga dan budaya olahraga kembali sebagai pusat perhatian, untuk terhubung lebih dalam dengan atlet dan konsumen," kata perusahaan dalam sebuah pernyataan pada Kamis (28/8).

PHK tersebut tidak akan mempengaruhi bisnis Nike di EMEA dan Converse, dan belum jelas berapa banyak pekerjaan yang akan terdampak, CNBC melaporkan sebelumnya.

Nike sebelumnya telah mengumumkan PHK pada Februari tahun lalu, terhadap 1.600 pekerja, untuk menurunkan biaya di tengah tekanan permintaan.

Perusahaan tersebut mengatakan akan mengurangi ketergantungannya pada produksi di Tiongkok untuk pasar AS guna memitigasi dampak tarif impor setelah memperkirakan penurunan pendapatan kuartal pertama yang lebih kecil dari perkiraan.

Share
Topics
Editorial Team
Ekarina .
EditorEkarina .
Follow Us