Laba Prodia Naik 150% di Q1-26, Berkat Pendapatan dan Efisiensi Biaya
Jakarta, FORTUNE - Laba bersih PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) melonjak 150,1 persen (YoY) dari Rp6,91 miliar menjadi Rp17,23 miliar pada kuartal-I 2026.
Katalis pertumbuhan itu adalah peningkatan pendapatan serta optimalisasi harga pokok penjualan dan biaya operasional. Dari segi pendapatan, pertumbuhannya mencapai 3,8 persen (YoY) menjadi Rp501,4 miliar.
"Kuartal-I 2026 menjadi referensi awal bagi perseroan dalam melihat prospek sektor layanan laboratorium kesehatan, dengan mencermati tren musiman selama ramadan dan idulfitri yang memengaruhi pola konsumsi," kata Direktur Utama Prodia, Liana Kuswandi dalam keterangannya, dikutip Kamis (30/4).
Dari segi neraca keuangan, PRDA mencatatkan total aset senilai Rp2,6 triliun. Sementara itu, jumlah liabilitasnya mencapai Rp263,5 miliar dan ekuitas mencapai Rp2,4 triliun.
Dari sisi arus kas, arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi tercatat sebesar Rp 112,2 miliar. Sementara itu, arus kas bersih dari aktivitas investasi tercatat sebesar minus Rp62,8 miliar, seiring dengan pengeluaran untuk pengembangan aset dan penguatan ekosistem operasional guna mendukung pertumbuhan jangka panjang.
Sepanjang 2026, Prodia akan fokus menjaga margin laba melalui efisiensi biaya lebih ketat sekaligus memastikan operasional berjalan secara optimal. Salah satunya, lewat pengelolaan komposisi liabilitas dan ekuitas secara optimal. Terutama di tengah dinamika geopolitik.
"Kami juga memantau eskalasi konflik geopolitik global, namun hingga saat ini hal tersebut tidak memberikan dampak material terhadap operasional dan tetap diantisipasi secara prudent," kata Liana.
Strategi bisnis perseroan pada tahun ini juga mencakup penguatan ekosistem digital, optimalisasi layanan, dan pengembangan precision medicine. Belum lama ini, perseroan baru meresmikan Integrative Autoimmune & Allergy Clinics di Gading Serpong Tangerang dan Stemcell Clinic di Pondok Indah Jakarta.
"Selain itu, kami juga terus meningkatkan layanan diagnostik kompleks, seperti tes esoterik, genomik, dan multiomics. Upaya ini didukung oleh peningkatan produktivitas jaringan, kolaborasi strategis, dan ekspansi selektif guna menjaga pertumbuhan dan menciptakan nilai berkelanjutan," katanya.
















