Xurya Pasang PLTS Atap Berkapasitas 22,5 MW Untuk Pabrik Muliakeramik

- PT Xurya Daya Indonesia mengoperasikan PLTS Atap berkapasitas 22,5 MW di pabrik Muliaglass dan Muliakeramik, menjadikannya instalasi terbesar di sektor komersial dan industri Indonesia.
- PLTS ini menghasilkan rata-rata 68.500 kWh per hari dari 36.862 panel surya di area 122.783 m², mendukung operasional pabrik 24 jam tanpa gangguan produksi hingga lebih dari satu dekade.
- Instalasi tersebut menekan emisi karbon lebih dari 26,8 juta kg per tahun dan mencerminkan kolaborasi industri-pemerintah dalam mempercepat transisi energi bersih nasional.
Cikarang, FORTUNE - Perusahaan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), PT Xurya Daya Indonesia (Xurya) memperkuat portfolionya melalui pengoperasian PLTS Atap berkapasitas 22,5 MW di pabrik PT Muliaglass dan PT Muliakeramik Indahraya, sekaligus menjadi PLTS atap terbesar di Indonesia untuk sektor komersial dan industri saat ini.
Direktur PT Mulia Industrindo Tbk (MLIA), Ekman Tjandranegara, menjelaskan transisi ke energi surya didorong oleh meningkatnya ketidakpastian geopolitik global yang berdampak pada ketahanan energi.
"Dalam situasi saat ini, energi bertahan tidak hanya berkaitan dengan lingkungan, tetapi juga dengan keberanian, keindependensi, dan stabilitas. Dengan berinvestasi pada kekuatan solar, sumber energi bebas dari kejadian geopolitik," ujarnya dalam pereian PLTS di Cikarang, Rabu (29/4).
MLIA berkomitmen menghadirkan produk kramik berkualitas tinggi dengan operasional yang bertanggung jawab terhadap lingkungan.
Dalam kesempatan sama, Managing Director Xurya Eka Himawan mengatakan PLTS ini menjadi bukti bahwa energi surya bisa mendukung operasional industri skala besar di Indonesia.
Adapun, PLTS ini dapat menghasilkan rata-rata 68.500 kWh listrik per hari untuk mendukung kebutuhan listrik fasilitas produksi yang beroperasi 24 jam. Instalasi ini mencakup 36.862 panel surya yang terpasang di area seluas 122.783 m2, setara dengan 17 kali luas lapangan sepak bola Gelora Bung Karno.
"Kami ingin menunjukkan bahwa biarpun industrinya itu beroperasi 24 jam, tidak boleh mati sekalipun sampai dalam jangka waktu 10 tahun. Dan kita (Xurya) bisa 10 tahun ya, atau 15 tahun beroperasi berinstallasi tanpa gangguan produksi sama sekali," katanya.
Keberhasilan proyek juga didukung perencanaan matang, koordinasi intensif dengan klien, serta keterlibatan tenaga ahli dan pekerja lokal. Xurya berharap semakin banyak pelaku industri menjadikan energi surya sebagai bagian dari strategi bisnis berkelanjutan.
Menurutnya, instalasi ini diproyeksikan mampu menekan lebih dari 26,8 juta kilogram emisi karbon dioksida (CO,) per tahun, setara dengan penyerapan karbon oleh 198.258 pohon, dan mengurangi ketergantungan terhadap batu bara hingga 20.000 kilogram per tahun.
Momentum tersebut juga sejalan dengan pertumbuhan PLTS Atap yang semakin pesat. Yondri Zulfadli, Vice President Pengelolaan Penjualan, PT PLN (Persero), menyampaikan bahwa kapasitas PLTS Atap terpasang nasional hingga 2026 telah mencapai sekitar 861,14 MWp dengan 11.840 pelanggan. Adapun kapasitas inverter tercatat sekitar 768,3 MW, dengan sekitar 81 persen kapasitas terpasang berasal dari sektor industri.
"Pencapaian ini tidak hanya menjadi milestone penting bagi pelaku industri, tetapi juga menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara pemerintah dan sektor industri berjalan dalam mendukung transisi energi," ujarnya.
Sektor industri sebagai pengguna energi terbesar memiliki peran penting dalam transisi energi. Sejalan dengan itu, PLN mendukung pengenbangan energi baru terbarukan, termasuk PLTS Atap, sembari menjaga keandalan dan efisiensi sistem kelistrikan.
















