Emiten TOBA Buka Suara Soal Investasi di SUN Energy, Benar atau Tidak?

TOBA terafiliasi dengan Luhut Binsar Pandjaitan.

Emiten TOBA Buka Suara Soal Investasi di SUN Energy, Benar atau Tidak?
Ilustrasi sumber energi terbarukan. (Pixabay/Seagul)
Follow Fortune Indonesia untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow WhatsApp Channel & Google News

Jakarta, FORTUNE - Emiten yang terafiliasi dengan Luhut Binsar Pandjaitan, PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) mengklarifikasi kabar investasinya ke perusahaan yang berfokus pada energi panel surya, SUN Energy. Apa kata perseroan?

Beberapa hari lalu, SUN Energy mengumumkan putaran pendanaan Seri A senilai US$25 juta dolar. Modal terbaru itu akan perusahaan gunakan dalam mengembangkan sejumlah proyek di Tanah Air.

Dalam keterangan resmi, perusahaan yang bergerak di sektor energi terbarukan (EBT) itu mengaku bermitra dengan sejumlah korporasi besar—dan TBS Energi Utama adalah salah satunya. Bahkan, Wakil Direktur Utama TOBA, Pandu Sjahrir turut memberi pernyataan—menyebut penyuntikkan modal itu bertujuan menyokong tujuan nol emisi karbon perseroan.

Pernyataan Resmi TOBA tentang Investasi di SUN Energy

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (26/11), ternyata wacana investasi TOBA ke SUN Energy termasuk ke dalam salah satu rencana yang belum dapat diinformasikan kepada publik. Sebab, proses investasi itu masih dalam proses dan belum efektif.

“Perseroan akan memerhatikan ketentuan dan peraturan yang berlaku terkait keterbukaan informasi dalam kaitannya dengan pelaksanaan rencana investasi tersebut,” tulis Corporate Secretary TOBA, Pingkan Ratna Melati selaku perwakilan manajemen.

Pekan lalu, perseroan juga mengumumkan kerja samanya dengan Gojek dalam membentuk perusahaan patungan motor listrik. Itu salah satu langkah untuk menciptakan ekosistem kendaraan listrik di Tanah Air sekaligus mengurangi jejak emisi dari kendaraan konvensional.

Tentang SUN Energy

SUN Energy bergokus menggarap pasar panel surya di Indonesia dengan menawarkan terobosan energi yang terjangkau, dapat diandalkan, mementingkan keberlanjutan, dan ramah lingkungan.

Berdasarkan situs resmi, perusahaan telah memegang 80 MW proyek kontrak dan merampungkan lebih dari 40 proyek. Dua di antaranya berada di luar negeri. Dengan itu, perusahaan mengklaim telah mengurangi emisi karbon 12.221 ton.

Di Indonesia, klien SUN Energy adalah perusahaan raksasa seperti Astra, Unilever, Sinar Mas Land, Djarum, Smart Agribusiness and Food, dan masih banyak lagi.

Magazine

SEE MORE>
Fortune Indonesia 40 Under 40
Edisi Februari 2024
Investor's Guide 2024
Edisi Januari 2024
Change the World 2023
Edisi Desember 2023
Back for More
Edisi November 2023
Businessperson of the Year 2023
Edisi Oktober 2023
Rethinking Wellness
Edisi September 2023
Fortune Indonesia 100
Edisi Agustus 2023
Driving Impactful Change
Edisi Juli 2023

Most Popular

Paylater Layaknya Pedang Bermata Dua, Kenali Risiko dan Manfaatnya
Bidik Pasar ASEAN, Microsoft Investasi US$2,2 Miliar di Malaysia
LPS Bayarkan Klaim Rp237 Miliar ke Nasabah BPR Kolaps dalam 4 Bulan
Bukan Cuma Untuk Umrah, Arab Saudi Targetkan 2,2 Juta Wisatawan RI
BI Optimistis Rupiah Menguat ke Rp15.800 per US$, Ini Faktor-faktornya
Rambah Bisnis Es Krim, TGUK Gandeng Aice Siapkan Investasi Rp700 M