PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) Serap Lebih 75% Capex

Belanja modal dipakai untuk tambah gerai dan perpanjang sewa

PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) Serap Lebih 75% Capex
Alfamart. (Shutterstock/Ani Fathudin)
Follow Fortune Indonesia untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow WhatsApp Channel & Google News

Jakarta, FORTUNE - PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) telah menyerap lebih dari 75 persen dari belanja modal (capital expenditure) pada 2022 guna memperluas jaringan gerai.

Sementara itu, secara group, serapan belanja modal perseroan sudah mencapai Rp3,2 triliun. Secara keseluruhan, perseroan menganggarkan capex di kisaran Rp3,4 triliun–Rp3,5 triliun.

Perseroan menargetkan bisa membuka 800–1.000 toko tahun ini. “Sampai dengan akhir tahun, [kami] ekspektasi pertambahan maksimal 10 persen dari gerai baru per September,” kata Corporate Communication General Manager Alfamart, Rani Wijaya kepada Fortune Indonesia, dikutip Jumat (16/12).

Selain untuk ekspansi, perseroan juga menggunakan belanja modal untuk memperpanjang sewa toko-toko lama yang akan habis periode sewanya. Rata-rata masa sewa gerai Alfamart mencapai 5 tahun.

“Selain itu, kami juga berencana membeli tanah untuk membangun DC di tiga lokasi, yakni Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Gorontalo,” kata Manajemen AMRT di paparan publik, Mei 2022.

Rencana ekspansi pada 2023

Ilustrasi Alfamart. (dok Alfamart)

Pada 2023, AMRT masih akan lanjut ekspansi. Rani mengatakan, perusahaan masih membidik pertumbuhan gerai di rentang 800 sampai 1.000 gerai baru, bergantung pada kondisi perekonomian tahun depan.

“Untuk fokus tetap ke luar Pulau Jawa yang masih memiliki potensi,” ujarnya.

Di luar Jawa, AMRT sudah hadir hingga wilayah Indonesia Timur. Di Papua misalnya, perseroan sudah memiliki lebih dari 30 gerai per Mei 2022. Beberapa wilayah Indonesia Timur, seperti Flores, Labuan Bajo, dan daerah lain di NTT tak luput dari bidikan ekspansi.

Sebelumnya, Analis Samuel Sekuritas, Pebe Peresia memperkirakan Alfamart akan membukukan kinerja positif hingga akhir tahun. Pertumbuhan pendapatan dan laba bersihnya masing-masing diproyeksikan mencpaai 13,1 persen (YoY) dan 27,5 persen (YoY).

“Antara lain terdorong oleh pembukaan gerai-gerai baru serta pertumbuhan penjualan online. Mereka targetkan buka 1.000 gerai tahun ini, dengan mayoritas di luar Pulau Jawa. Dari semua merek di naungan AMRT, kami perkirakan pertumbuhan gerai terbanyak akan dicatatkan oleh Alfamart (~87 persen dari total) dan Alfamidi (~10 persen),” tulis Peresia dalam riset.

Hingga September 2022, jaringan minimarket Sumber Alfaria Trijaya sudah mencapai 17.497, yang mana terdiri dari toko milik sendiri (12.974 gerai) dan kerja sama waralaba (4.523).

Magazine

SEE MORE>
Fortune Indonesia 40 Under 40
Edisi Februari 2024
Investor's Guide 2024
Edisi Januari 2024
Change the World 2023
Edisi Desember 2023
Back for More
Edisi November 2023
Businessperson of the Year 2023
Edisi Oktober 2023
Rethinking Wellness
Edisi September 2023
Fortune Indonesia 100
Edisi Agustus 2023
Driving Impactful Change
Edisi Juli 2023

Most Popular

Paylater Layaknya Pedang Bermata Dua, Kenali Risiko dan Manfaatnya
Bidik Pasar ASEAN, Microsoft Investasi US$2,2 Miliar di Malaysia
LPS Bayarkan Klaim Rp237 Miliar ke Nasabah BPR Kolaps dalam 4 Bulan
BI Optimistis Rupiah Menguat ke Rp15.800 per US$, Ini Faktor-faktornya
Saham Anjlok, Problem Starbucks Tak Hanya Aksi Boikot
Rambah Bisnis Es Krim, TGUK Gandeng Aice Siapkan Investasi Rp700 M