Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Apa Itu MSCI? Simak Pengertian, Klasifikasi, hingga Dampaknya
ilustrasi MSCI (Dok MSCI)

  • MSCI adalah lembaga riset dan penyedia indeks global yang digunakan investor sebagai tolok ukur pergerakan saham di berbagai negara, termasuk Indonesia.

  • Pentingnya MSCI bagi investor terletak pada acuan arus dana asing, kredibilitas emiten, hingga diversifikasi portofolio.

  • Ada empat kategori pasar menurut MSCI, yaitu Developed Markets, Emerging Markets, Frontier Markets, dan Standalone Markets.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE – MSCI tengah menjadi perhatian usai membuka konsultasi atas usulan penurunan klasifikasi pasar saham Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market. Usulan ini muncul di tengah kekhawatiran pelaku pasar terhadap transparansi kepemilikan saham dan aksesibilitas pasar modal domestik.

Perkembangan ini menjadi perhatian investor karena klasifikasi MSCI dapat memengaruhi aliran dana investasi dan pergerakan pasar saham. Namun, usulan tersebut masih dalam tahap konsultasi dan belum menjadi keputusan final.

Sebenarnya, apa itu MSCI? Simak penjelasan lengkap mengenai pengertian MSCI hingga mekanismenya berikut ini!

Apa itu MSCI?

MSCI atau Morgan Stanley Capital International adalah lembaga riset dan penyedia indeks global. Lembaga ini tidak berperan sebagai pembeli saham, melainkan sebagai penyedia indeks yang biasanya digunakan investor di seluruh dunia sebagai tolok ukur.

Ada banyak indeks yang MSCI kelola, mulai dari MSCI Indonesia Index hingga MSCI Emerging Markets Index. Sederhananya, MSCI adalah pintu utama masuknya dana global ke berbagai bursa saham, termasuk Indonesia. Fungsinya mirip seperti peta rute bagi investor global. 

Ketika sebuah saham masuk ke daftar MSCI, peluangnya diborong oleh investor internasional menjadi jauh lebih besar. Sebaliknya, jika keluar, saham itu berpotensi ditinggalkan.

Kenapa MSCI penting bagi investor?

MSCI penting bisa memengaruhi reputasi dan kepercayaan investor dunia. Berikut ini sederet alasan pentingnya keberadaan MSCI, terutama yang ingin memahami arus modal global:

  • Acuan untuk memahami arus dana asing

MSCI adalah barometer utama untuk mengetahui arah masuk dan keluarnya dana asing. Ketika sebuah saham masuk indeks MSCI, investor lokal bisa mengantisipasi adanya aliran modal besar yang mendorong harga naik. Bila keluar, investor dapat bersiap menghadapi potensi tekanan jual.

  • Meningkatkan kredibilitas emiten

Masuk ke dalam indeks MSCI menunjukkan saham tersebut memenuhi standar global dari segi kapitalisasi, likuiditas, dan tata kelola. Bagi investor ritel, hal ini bisa dijadikan sinyal emiten tersebut layak dipertimbangkan untuk investasi jangka panjang.

  • Membantu diversifikasi portofolio

Indeks MSCI mencakup berbagai negara dan sektor, sehingga investor dapat menggunakannya sebagai referensi untuk memperluas portofolio. Misalnya, dengan melihat MSCI Emerging Markets, investor bisa menilai peluang di pasar negara berkembang.

  • Benchmark untuk kinerja investasi

Investor aktif maupun institusional menggunakan MSCI sebagai tolok ukur untuk menilai apakah kinerja portofolionya lebih baik atau lebih buruk dibanding standar global. Dengan demikian, MSCI menjadi acuan penting dalam mengevaluasi strategi investasi.

  • Meningkatkan akses informasi

MSCI menyediakan indeks, riset, analisis, dan data pasar yang dapat membantu investor memahami tren global. Informasi ini bisa menjadi bekal berharga dalam mengambil keputusan investasi yang lebih rasional.

Jenis dana yang mengikuti MSCI

Secara garis besar, ada dua tipe dana yang erat kaitannya dengan indeks MSCI, yaitu:

  • Dana pasif (passive fund)

Dana jenis ini, seperti ETF atau reksa dana indeks, wajib menyalin komposisi MSCI secara utuh. Jika MSCI memberi bobot 3% untuk saham tertentu, maka dana pasif harus membeli saham tersebut sebesar 3% dari portofolionya.

  • Dana aktif (active fund)

Berbeda dengan dana pasif, manajer dana aktif lebih fleksibel memilih saham. Namun, performa mereka tetap diukur berdasarkan indeks MSCI. Masuk ke indeks membuat saham lebih mungkin dipertimbangkan sebagai opsi investasi.

Jenis-jenis indeks MSCI

Indeks investasi merupakan salah satu produk MSCI yang paling dikenal oleh publik. Indeks tersebut disusun dengan metodologi tertentu untuk menggambarkan kinerja kelompok efek.

Bagi investor, indeks MSCI dapat menjadi pembanding kinerja portofolio sekaligus dasar pembentukan produk investasi, seperti reksa dana dan exchange-traded fund (ETF). Berikut beberapa jenis indeks MSCI yang banyak diikuti investor global.

  • MSCI World Index: Indeks yang mengukur kinerja sejumlah saham berkapitalisasi besar dan menengah dari negara-negara maju (Developed Markets) di seluruh dunia.

  • MSCI All Country World Index (ACWI): Melacak kinerja saham-saham berkapitalisasi besar hingga menengah di pasar maju dan berkembang.

  • MSCI ACWI Investable Market Index: Mencakup saham berkapitalisasi besar, menengah, hingga kecil di negara maju dan berkembang.

  • MSCI Emerging Markets (EM) Index: Mengukur kinerja saham-saham dari negara berkembang atau Emerging Markets.

  • MSCI ASEAN Index: Kelompok indeks saham yang mengukur kinerja pasar modal di kawasan Asia Tenggara.

  • MSCI Indonesia Index: Indeks khusus yang melacak saham-saham pilihan di Bursa Efek Indonesia (BEI) berdasarkan kapitalisasi pasar dan likuiditas.

Klasifikasi pasar modal menurut MSCI

Tidak hanya indeks saham, MSCI rutin menerbitkan klasifikasi pasar modal pada sejumlah negara. MSCI menilai pasar modal berdasarkan tiga aspek utama, yakni perkembangan ekonomi, ukuran dan likuiditas pasar, serta aksesibilitas bagi investor global.

Aspek penilaian tersebut kemudian diolah untuk menentukan kategori pasar suatu negara. Berikut ini kategori pasar modal menurut MSCI:

  1. Developed Markets

Kategori pasar modal negara maju yang ditandai infrastruktur dan regulasi yang solid serta akses luas bagi investor internasional. Contohnya, Amerika Serikat, Jepang, dan Inggris.

  1. Emerging Markets

Pasar berkembang yang memenuhi persyaratan likuiditas, ukuran, dan aksesibilitas. Klasifikasi pasar tersebut mencakup Brasil, Arab Saudi, India, dan China.

  1. Frontier Market

Pasar modal yang lebih kecil, kurang berkembang, dan memiliki aksesibilitas terbatas dibandingkan pasar berkembang. Cakupan negaranya meliputi Vietnam, Nigeria, dan Maroko. 

  1. Standalone Markets

Jenis pasar modal yang tidak masuk dalam tiga klasifikasi lainnya, termasuk karena keterbatasan akses investor atau penurunan signifikan pada ukuran dan likuiditas pasar. Negara yang masuk kategori ini, seperti Argentina, Bulgaria, Ukraina, dan Zimbabwe.

Proses review MSCI

MSCI melakukan peninjauan rutin empat kali setahun di bulan Februari, Mei, Agustus, dan November. Proses ini berlangsung dalam dua tahap, yaitu:

  • Pengumuman awal

Biasanya proses ini di pertengahan bulan, daftar saham yang akan masuk atau keluar dipublikasikan. Informasi ini langsung diserap pasar, membuat harga saham tertentu bergerak cepat.

  • Tanggal efektif

Tahap ini terjadi di akhir bulan. Perubahan resmi berlaku dan dana pasif global menyesuaikan portofolionya. Di sinilah transaksi besar-besaran terjadi karena dana pasif wajib mengikuti komposisi terbaru MSCI.

Inilah sebabnya setiap review MSCI selalu jadi sorotan. Alasanya, ada kepastian arus beli atau jual dalam jumlah sangat besar.

Dampak bagi pasar saham Indonesia

Masuknya saham Indonesia ke dalam indeks MSCI sering dianggap sebagai pencapaian penting. Dampaknya di antaranya: 

  • Likuiditas meningkat karena lebih banyak investor global yang memperdagangkan saham tersebut

  • Harga terdorong naik akibat tingginya permintaan dari dana pasif

  • Citra perusahaan terangkat karena dianggap memenuhi standar global dari sisi kapitalisasi dan likuiditas.

Namun, efek sebaliknya juga berlaku. Jika sebuah saham dikeluarkan dari indeks maupun klasifikasi pasar diturunkan MSCI, tekanan jual bisa menurunkan harganya karena dana global serentak melepas kepemilikan.

Demikian informasi mengenai apa itu MSCI. Jadi, MSCI adalah acuan investor global dalam mengelola portofolio saham. Perubahan daftar indeksnya mampu menciptakan pergerakan pasar yang signifikan. 

Bagi investor Indonesia, memahami MSCI berarti memahami arus modal asing yang masuk dan keluar dari pasar modal. Semoga informasi ini bermanfaat!

FAQ seputar MSCI

Apa itu MSCI?

MSCI adalah lembaga penyedia indeks global yang digunakan sebagai tolok ukur kinerja pasar saham internasional.

Kapan MSCI melakukan review?

MSCI melakukan review indeks empat kali dalam setahun, yaitu Februari, Mei, Agustus, dan November.

Mengapa saham masuk ke indeks MSCI bisa naik harganya?

Karena dana pasif global wajib membeli saham yang baru masuk agar portofolionya sesuai komposisi indeks MSCI.

Apa perbedaan MSCI dengan IHSG?

IHSG mencakup seluruh saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia, sementara MSCI hanya memilih saham tertentu dengan kriteria likuiditas, kapitalisasi, dan kualitas tata kelola.

Curated For You

Editorial Team

Related Article