Kinerja laba menjadi salah satu dasar keuangan dalam pembagian dividen interim tersebut. Pada semester I 2026, laba bersih Astra Otoparts mencapai sekitar Rp1,15 triliun, naik sekitar 23 persen dari Rp939 miliar pada semester I 2025.
Pendapatan bersih konsolidasian juga meningkat 13,2 persen menjadi Rp10,9 triliun dari Rp9,6 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan berasal dari segmen manufaktur dan perdagangan.
Segmen manufaktur mencatat pendapatan Rp5,6 triliun, naik 11,6 persen. Kenaikan tersebut didukung permintaan komponen kendaraan dari pelanggan Original Equipment Manufacturer (OEM), seiring meningkatnya permintaan kendaraan roda dua dan roda empat.
Sementara itu, pendapatan segmen perdagangan mencapai Rp5,3 triliun atau tumbuh 15,1 persen. Pertumbuhan ditopang permintaan pasar aftermarket domestik, jaringan distribusi dan ritel, serta ekspor.