Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Bagaimana Cara Mengenali Bullish dan Bearish? Ini 5 Indikatornya
ilustrasi trading (pexels.com/Yan Krukau)
  • Bullish ditandai harga cenderung naik dengan pola higher high dan higher low, sedangkan bearish menunjukkan lower high dan lower low.

  • Sentimen investor, volume transaksi, serta level support dan resistance membantu membaca arah pasar.

  • Moving average dapat memberi sinyal tren, tetapi perlu dikombinasikan dengan indikator lain dan pengamatan beberapa periode.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Istilah bullish dan bearish sering digunakan investor untuk membaca arah pergerakan pasar. Kondisi bullish terjadi ketika harga aset cenderung naik, sedangkan bearish menunjukkan pergerakan harga yang cenderung turun.

Mengenali kedua kondisi tersebut penting untuk menentukan strategi investasi dan mengambil keputusan transaksi. Investor dapat mengamatinya melalui pergerakan harga, volume transaksi, sentimen pasar, hingga sejumlah indikator teknikal.

Namun, bagaimana cara mengenali bullish dan bearish? Berikut indikator yang dapat diperhatikan.

Bagaimana cara mengenali bullish dan bearish?

1. Perhatikan struktur harga

Struktur harga menjadi salah satu cara dasar untuk membaca arah tren pada chart. Dalam kondisi bullish, harga cenderung membentuk higher high dan higher low secara berurutan.

Higher high berarti titik tertinggi terbaru lebih tinggi dibandingkan titik tertinggi sebelumnya. Sementara itu, higher low menunjukkan titik terendah terbaru masih berada di atas titik terendah sebelumnya.

Sebaliknya, kondisi bearish ditandai dengan lower high dan lower low. Lower high berarti titik tertinggi terbaru lebih rendah dari sebelumnya, sedangkan lower low menunjukkan titik terendah baru berada di bawah titik terendah sebelumnya.

2. Amati sentimen dan volume transaksi

Sentimen investor juga dapat membantu mengenali arah pasar. Bullish biasanya berkaitan dengan optimisme terhadap prospek ekonomi, kinerja perusahaan, atau aset yang diperdagangkan. Permintaan terhadap aset dapat meningkat ketika lebih banyak pelaku pasar memperkirakan harga akan naik.

Sebaliknya, bearish sering disertai sentimen negatif dan meningkatnya kekhawatiran terhadap ekonomi atau pasar. Tekanan jual dapat menguat ketika investor memperkirakan harga akan terus melemah.

Volume transaksi dapat menjadi informasi tambahan. Peningkatan volume yang mengikuti pergerakan harga dapat memperkuat pembacaan tren.

3. Gunakan support dan resistance

Support merupakan area yang berpotensi menahan penurunan karena tekanan beli dapat meningkat. Sementara resistance merupakan area yang dapat menahan kenaikan ketika tekanan jual bertambah.

Pada tren bullish, pergerakan harga dapat diamati dari kemampuannya mempertahankan area support dan membentuk titik tertinggi baru. Pada tren bearish, perhatian dapat diarahkan pada kegagalan harga melewati resistance serta pembentukan titik terendah baru.

Support dan resistance tidak bersifat mutlak. Harga tetap dapat menembus kedua level tersebut ketika kekuatan pasar berubah.

4. Periksa moving average

Moving average adalah indikator teknikal yang menunjukkan rata-rata harga aset dalam periode tertentu. Investor dapat menggunakannya untuk melihat kecenderungan arah tren pasar.

Harga yang bergerak di atas moving average dan terus meningkat dapat mengindikasikan kondisi bullish. Sebaliknya, harga yang berada di bawah moving average dan cenderung menurun dapat menjadi sinyal bearish.

Meski demikian, moving average sebaiknya tidak digunakan sebagai satu-satunya acuan. Investor tetap perlu mempertimbangkan pergerakan harga, volume transaksi, dan sentimen pasar untuk membaca tren secara lebih menyeluruh.

5. Bedakan tren dengan pergerakan sementara

Kenaikan harga tidak selalu menandakan pasar telah memasuki kondisi bullish. Sebaliknya, penurunan harga dalam waktu singkat juga belum tentu menunjukkan kondisi bearish.

Perubahan harga tersebut bisa berupa koreksi, yaitu pergerakan sementara yang berlawanan dengan tren utama. Pasar juga dapat bergerak sideways, yakni ketika harga bergerak dalam rentang tertentu tanpa menunjukkan tren naik atau turun yang jelas.

Karena itu, investor perlu mengamati pergerakan harga dalam beberapa periode untuk membedakan tren utama dari perubahan harga jangka pendek.

Perbedaan bullish dan bearish

Tabel perbedaan bullish dan bearish

Aspek

Bullish

Bearish

Arah harga

Cenderung naik

Cenderung turun

Struktur harga

Higher high dan higher low

Lower high dan lower low

Sentimen

Cenderung optimistis

Cenderung negatif

Tekanan pasar

Tekanan beli lebih kuat

Tekanan jual lebih kuat

Indikator tren

Harga dapat berada di atas moving average

Harga dapat berada di bawah moving average

Itulah cara mengenali bullish dan bearish yang dapat membantu investor membaca arah pasar. Selain mengamati pergerakan harga, investor dapat menggunakan volume transaksi, level support dan resistance, serta indikator teknikal.

Namun, arah pasar juga dapat berubah akibat berbagai faktor. Jadi, sebaiknya gunakan beberapa indikator dan pertimbangkan kondisi pasar secara menyeluruh sebelum mengambil keputusan investasi.

FAQ seputar cara mengenali bullish dan bearish

Apa itu bullish?

Bullish adalah kondisi ketika harga aset cenderung bergerak naik dalam periode tertentu.

Apa itu bearish?

Bearish adalah kondisi ketika harga aset cenderung bergerak turun dalam periode tertentu.

Apa ciri bullish pada chart?

Bullish umumnya ditandai pola higher high dan higher low.

Apa ciri bearish pada chart?

Bearish umumnya ditandai pola lower high dan lower low.

Curated For You

Editorial Team

Related Article