- Insight dari investor, ekonom, dan investment expert terkemuka.
- Pembahasan tren ekonomi global serta peluang investasi lintas aset.
- Networking dengan investor, profesional, dan pelaku industri.
- Akses rekaman sesi hingga 10 hari (Regular Pass) atau 30 hari (VIP Pass).
- Langganan Majalah Fortune selama satu tahun.
- Makan siang dan 2 kali coffee break.
- Aksess ke BaZi Reading booths.
- Khusus VIP Pass: jalur registrasi eksklusif, tempat duduk premium di barisan depan, akses VIP Lounge, area makan siang eksklusif, serta sesi tanya jawab prioritas dengan para pembicara.
Mengapa Return Tinggi Tidak Selalu Berarti Investasi yang Baik?

Return tinggi biasanya beriringan dengan risiko dan volatilitas lebih besar, sehingga investor perlu menyesuaikan pilihan aset dengan profil risiko serta manajemen portofolio.
Kenaikan harga tidak selalu didukung fundamental kuat dan dapat dipicu spekulasi.
Keuntungan bersih dapat tergerus biaya dan pajak. Pemula perlu memahami instrumen sebelum berinvestasi.
Tingkat imbal hasil (return) sering kali dijadikan tolok ukur utama dalam memilih instrumen investasi. Akibatnya, investor justru mengejar aset dengan return tinggi karena dianggap menguntungkan.
Padahal, imbal hasil besar belum tentu mencerminkan kualitas investasi, lho. Investor harus lebih cermat dalam menilai potensi keuntungan dengan mempertimbangkan risikonya. Nah, berikut ini alasan mengapa return tinggi tidak selalu berarti investasi yang baik.
Table of Content
Mengapa return tinggi tidak selalu berarti investasi yang baik?
1. Risiko yang ditanggung tinggi
Return tinggi menjadi daya tarik tersendiri bagi investor yang ingin mengoptimalkan potensi keuntungan. Tidak sedikit pelaku pasar justru mengabaikan risikonya demi mengejar imbal hasil besar. Padahal, imbal hasil dan risiko memiliki hubungan yang erat. Semakin tinggi potensi keuntungan yang ditawarkan, risiko yang perlu ditanggung juga lebih besar.
Karena itu, keputusan investasi sebaiknya tidak hanya didasarkan pada potensi return. Pertimbangkan tingkat risiko dan sesuaikan dengan profil risiko agar portofolio dapat dikelola lebih terukur.
2. Volatilitas tinggi
Return tinggi tidak selalu menandakan investasi yang baik karena potensi keuntungan perlu dilihat bersama tingkat volatilitasnya. Imbal hasil akhir yang besar belum tentu menggambarkan fluktuasi harga yang terjadi selama periode investasi.
Suatu aset dapat mencatat kenaikan tajam, tetapi juga berisiko mengalami penurunan signifikan dalam waktu singkat. Semakin besar fluktuasi harga, semakin tinggi pula risiko kerugian yang perlu dihadapi investor.
Jadi, ada baiknya return tidak menjadi satu-satunya pertimbangan dalam memilih aset. Perhitungkan volatilitas dan terapkan manajemen risiko sesuai dengan profil investasinya.
Secara singkat, investasi butuh kemampuab untuk menilai kualitas aset dan risiko di baliknya. Pelajari cara membangun keputusan investasi yang lebih terukur bersama Andry Hakim dalam sesi Value Investing Mindset di Fortune Indonesia Investment Forum 2026, 29 Agustus 2026 di Four Seasons Hotel Jakarta.
Fortune Indonesia Investment Forum 2026 adalah forum investasi untuk membantu investor memahami tren ekonomi global dan menyusun strategi investasi. Peserta mempelajari strategi investasi lintas aset, mulai dari saham, fixed income, kripto dan aset digital, private capital, komoditas, hingga real assets.
Benefit yang didapatkan:
Daftar sekarang dan dapatkan tiket di sini: Fortune Indonesia Investment Forum 2026

Fortune Indonesia Investment Forum 3. Tidak didukung fundamental kuat
Potensi keuntungan yang tinggi belum tentu mencerminkan kualitas suatu aset. Kenaikan harga dapat dipicu oleh spekulasi atau tren pasar sesaat, bukan didukung fundamental yang kuat.
Suatu aset mungkin mencatat return tinggi dalam periode tertentu, tetapi kinerjanya dapat berbalik ketika kondisi keuangan memburuk atau muncul masalah tata kelola. Karena itu, imbal hasil historis tidak dapat menjadi satu-satunya dasar dalam mengambil keputusan investasi.
Untuk menilai kinerjanya secara lebih objektif, coba bandingkan return dalam beberapa periode sekaligus mencermati kondisi fundamental aset. Dengan begitu,investor tidak mudah tergiur oleh kenaikan harga yang sementara.
4. Likuiditas rendah
Likuiditas menjadi salah satu alasan mengapa return tinggi tidak selalu berarti investasi yang baik. Alasannya, aset dengan imbal hasil tinggi bisa sulit dicairkan karena volume perdagangannya terbatas.
Kondisi ini tentu menyulitkan investor yang membutuhkan dana dalam waktu cepat. Bahkan, beberapa investor terpaksa menurunkan harga agar cepat dicairkan dan ini membuat potensi keuntungan menyusut.
5. Mengabaikan biaya dan pajak
Return tinggi belum tentu mencerminkan keuntungan bersih yang diterima investor. Pasalnya, terdapat sejumlah biaya yang dapat mengurangi hasil investasi.
Biaya transaksi, pajak, hingga biaya pengelolaan dapat mengurangi keuntungan yang diperoleh. Oleh sebab itu, investor perlu memperhitungkan berbagai biaya tersebut agar imbal hasil bersih sesuai dengan ekspektasi.
6. Kurang ideal bagi pemula
Investasi dengan return tinggi biasanya butuh pemahaman karakteristik aset dan risikonya. Beberapa instrumen, seperti saham dan kripto, juga memerlukan kemampuan analisis untuk membaca pergerakan pasar.
Bagi investor pemula, memilih aset berisiko tinggi tanpa pengetahuan yang cukup dapat meningkatkan potensi kerugian. Investor disarankan untul memahami dasar-dasar investasi dan profil risiko sebelum mengejar imbal hasil tinggi.
7. Potensi penipuan
Penawaran investasi dengan keuntungan tinggi tanpa risiko perlu diwaspadai. Janji return besar dalam waktu singkat dapat menjadi salah satu indikasi penipuan investasi.
Pelaku biasanya memberikan keuntungan pada tahap awal untuk membangun kepercayaan. Setelah itu, investor dapat diminta menambah dana atau mengajak orang lain bergabung.
Untuk mengurangi risiko penipuan, kamu perlu memeriksa legalitas dan izin pihak yang menawarkan investasi sebelum menanamkan modal. Hindari pula penawaran yang menjanjikan keuntungan tidak wajar tanpa menjelaskan risikonya.
Jadi, itulah alasan mengapa return tinggi tidak selalu berarti investasi yang baik. Potensi keuntungan perlu diimbangi dengan manajemen risiko dan strategi yang tepat.
FAQ seputar mengapa return tinggi tidak selalu investasi yang baik
Apakah return tinggi selalu berarti investasi bagus? Tidak selalu. Return tinggi biasanya disertai risiko yang besar, sehingga investasi bisa lebih berisiko dan mengakibatkan tekanan mental bagi investor.
Apakah investasi dengan return rendah selalu lebih aman? Tidak selalu. Investasi dengan imbal hasil rendah tetap berisiko. Namun, risiko yang ditanggung lebih rendah.
Bagaimana hubungan antara return dan risiko? Hubungan keduanya bersifat linier dan searah. Potensi keuntungan yang tinggi biasanya diikuti dengan risiko yang lebih besar.
Bagaimana menilai return yang diperoleh sepadan dengan risiko yang ditanggung? Analisis menjadi langkah efektif untuk meninjau potensi keuntungan yang diperoleh sepadan dengan risiko yang ditanggung investor.











