- ETF saham berisi kumpulan saham dan umum digunakan untuk mendapatkan potensi pertumbuhan dari pasar saham.
- ETF obligasi memberikan eksposur ke obligasi pemerintah atau korporasi dengan karakter risiko yang berbeda dari saham.
- ETF indeks mengikuti pergerakan indeks tertentu, sehingga bisa mendapatkan eksposur ke sejumlah aset dalam satu produk.
- ETF sektor berfokus pada industri tertentu, seperti teknologi, kesehatan, atau energi. Karena lebih terkonsentrasi, risikonya dapat lebih tinggi dibandingkan ETF pasar luas.
- ETF tematik berfokus pada tren atau tema tertentu, seperti kecerdasan buatan dan energi bersih. Kinerjanya dapat dipengaruhi perkembangan dan sentimen terhadap tema tersebut.
- ETF komoditas memberikan eksposur ke komoditas, seperti emas, perak, atau minyak.
- ETF dividen berfokus pada saham perusahaan yang membagikan dividen sesuai kriteria tertentu.
Bagaimana Memilih ETF Berdasarkan Tujuan Investasi dan Profil Risiko?

Pemilihan ETF perlu dimulai dari tujuan investasi dan profil risiko, termasuk jangka waktu serta toleransi investor terhadap fluktuasi nilai.
Jenis ETF menentukan eksposur dan risikonya, mencakup saham, obligasi, indeks, sektor, tematik, komoditas, hingga dividen.
Investor perlu memeriksa aset, indeks acuan, strategi aktif atau pasif, prospektus, biaya, likuiditas, serta kinerja dan tracking error sebelum memilih ETF.
Tertarik berinvestasi exchange traded fund (ETF)? Sebelum memilih, jangan hanya mempertimbangkan kinerja atau potensi imbal hasilnya.
Setiap ETF memiliki aset acuan, risiko, biaya, dan tujuan investasi yang berbeda. Karena itu, investor perlu menyesuaikannya dengan tujuan investasi dan profil risiko. Setelah itu, pertimbangkan jenis aset yang dilacak, biaya, likuiditas, diversifikasi, serta kinerja ETF dibandingkan indeks acuannya.
Nah, berikut lima langkah memilih ETF berdasarkan tujuan investasi dan profil risiko.
Table of Content
Bagaimana memilih ETF berdasarkan tujuan investasi dan profil risiko?
1. Tentukan tujuan investasi
ETF dapat digunakan sebagai instrumen utama maupun pelengkap dalam portofolio. Karena itu, tentukan tujuan investasi sebelum memilih jenis ETF.
Untuk investasi jangka panjang, pertimbangkan ETF saham atau ETF indeks yang memiliki diversifikasi luas. Jenis ETF ini memberikan eksposur ke banyak aset sekaligus, tetapi nilainya tetap fluktuatif mengikuti pergerakan pasar.
Untuk jangka menengah, pilihan ETF dapat disesuaikan dengan tingkat risiko yang ingin diambil. ETF saham menawarkan potensi pertumbuhan, sedangkan ETF obligasi cenderung memiliki karakter risiko yang berbeda. Selain itu, kombinasikan beberapa jenis ETF untuk membagi risiko.
Sementara itu, investasi jangka pendek perlu mempertimbangkan likuiditas dan risiko perubahan harga. ETF sektor, tematik, leveraged, dan inverse umumnya memiliki pergerakan yang lebih volatil, sehingga risikonya perlu diperhitungkan dengan cermat.
2. Sesuaikan dengan profil risiko
Setelah menentukan tujuan, investor perlu melihat kemampuan dan toleransi terhadap fluktuasi nilai investasi. Secara umum, profil risiko dapat dibagi menjadi konservatif, moderat, dan agresif.
Profil Risiko
Karakteristik
Fokus ETF
Konservatif
Toleransi terhadap fluktuasi rendah
ETF obligasi dan ETF dengan eksposur yang lebih defensif
Moderat
Mampu menerima fluktuasi dengan tetap mempertimbangkan risiko
ETF indeks atau kombinasi aset
Agresif
Lebih siap menghadapi volatilitas
ETF saham, sektor, tematik, atau eksposur khusus
3. Pilih jenis ETF sesuai kebutuhan
Jenis aset yang dilacak akan menentukan karakter dan risiko ETF. Jadi, pahami aset yang menjadi acuan sebelum memilih produk. Beberapa jenis ETF yang dapat dipertimbangkan antara lain:
Jika sudah tahu jenis-jenis ETF, pahami juga strategi ETF lebih mendalam bersama Pandeka Perkasa, US Exchange-Traded Fund Educator di Fortune Indonesia Investment Forum 2026 pada 29 Agustus 2026.
Fortune Indonesia Investment Forum 2026 adalah forum investasi premium untuk membantu investor memahami tren ekonomi global dan menyusun strategi investasi lebih terarah. Selama satu hari penuh, peserta akan mempelajari strategi investasi lintas aset mulai dari saham, fixed income, kripto dan aset digital, hingga private capital.
Benefit yang didapatkan:
- Insight dari investor, ekonom, dan investment expert terkemuka.
- Pembahasan tren ekonomi global serta peluang investasi lintas aset.
- Networking dengan investor, profesional, dan pelaku industri.
- Akses rekaman sesi hingga 10 hari (Regular Pass) atau 30 hari (VIP Pass).
- Langganan Majalah Fortune selama satu tahun.
- Makan siang dan 2 kali coffee break.
- Akses ke BaZi Reading booths.
- Khusus VIP Pass: jalur registrasi eksklusif, tempat duduk premium di barisan depan, akses VIP Lounge, area makan siang eksklusif, serta sesi tanya jawab prioritas dengan para pembicara.
Daftar sekarang dan dapatkan tiket di sini: Fortune Indonesia Investment Forum 2026.

Fortune Indonesia Investment Forum 4. Periksa isi dan indeks yang dilacak
Nama ETF tidak selalu menggambarkan aset yang ada di dalamnya. Jadi, periksa komposisi, indeks acuan, tujuan investasi, dan proporsi setiap aset sebelum memilih ETF.
Perhatikan juga strategi pengelolaannya. ETF pasif dirancang untuk mengikuti kinerja indeks acuan. Sementara itu, ETF aktif dikelola dengan memilih aset tertentu untuk mencapai tujuan investasi.
5. Bandingkan biaya, likuiditas, dan kinerja
Setelah pilihan ETF mengerucut, beberapa faktor lain perlu dibandingkan. Expense ratio menunjukkan biaya tahunan pengelolaan ETF sebagai persentase dari aset yang dikelola. Biaya yang lebih rendah dapat mengurangi beban investasi, tetapi biaya bukan satu-satunya faktor penilaian.
Likuiditas juga perlu diperhatikan karena ETF diperdagangkan di bursa. Volume transaksi yang lebih besar sering kali memudahkan investor bertransaksi tanpa terlalu bergantung pada pergerakan harga yang tipis.
Kinerja historis dapat menjadi bahan evaluasi, tetapi tidak sebaiknya digunakan sendirian. Untuk ETF pasif, investor dapat melihat seberapa dekat kinerja ETF dengan indeks acuannya. Selisih antara kinerja ETF dan indeks dapat berkaitan dengan biaya dan tracking error.
Jadi, demikian penjelasan mengenai bagaimana memilih ETF berdasarkan tujuan investasi dan profil risiko.
FAQ seputar bagaimana memilih ETF berdasarkan tujuan dan profil
Apa yang perlu ditentukan sebelum memilih ETF? Investor perlu menentukan tujuan investasi, jangka waktu, dan profil risikonya.
ETF apa yang dapat dipertimbangkan investor konservatif? ETF obligasi dan ETF dengan eksposur yang lebih defensif dapat dipertimbangkan.
Mengapa indeks yang dilacak ETF perlu diperiksa? Indeks menentukan aset dan eksposur yang diperoleh investor melalui ETF.
Apakah kinerja historis cukup untuk memilih ETF? Tidak, investor juga perlu melihat biaya, likuiditas, aset acuan, dan kinerja terhadap indeks.














