Jakarta, FORTUNE - PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mengumumkan pembagian dividen tunai sebesar Rp336 per saham untuk tahun buku 2025.
Dividen tunai tersebut sudah termasuk dividen interim senilai Rp55 per saham yang sudah perseroan bagikan kepada para pemegang saham pada 22 Desember 2025. Sisa dividen BBCA yang akan dibayarkan adalah Rp281 per saham.
"Sehubungan dengan laba bersih yang diperoleh perseroan pada tahun buku 2025, yaitu Rp57,5 triliun, RUPST menetapkan penggunaan laba bersih tersebut antara lain untuk dibagikan sebagai dividen tunai setara dengan 72 persen atas laba bersih tahun buku 2025," demikian dikutip dari pernyataan resmi hasil RUPST BBCA 2026, Kamis (12/3).
Selain keputusan itu, Direksi BBCA juga menginformasikan adanya peluang pembagian dividen interim sebanyak 3 kali pada 2026, yang rencananya akan dibagikan per kuartal. Dengan catatan, kondisi keuangan yang memungkinkan.
Sejalan dengan itu, manajemen juga menyetujui rencana pembelian kembali saham (buyback saham) yang dikeluarkan oleh perseroan, maksimal senilai Rp5 triliun.
Dalam RUPST itu, BBCA juga mengubah susunan dewan komisaris dan direksi, dengan mengangkat David Formula selaku direktur, sekaligus mengakhiri masa jabatan Cyrillus Harinowo selaku komisaris independen dan Rudy Susanto sebagai direktur.
Setelah penutupan RUPST tersebut, berikut ini susunan anggota Dewan Komisaris dan Direksi BBCA:
Dewan Komisaris
Presiden Komisaris: Jahja Setiaatmadja.
Komisaris: Tonny Kusnadi.
Komisaris Independen: Raden Pardede.
Komisaris Independen: Sumantri Slamet.
Direksi
Presiden Direktur: Hendra Lembong.
Wakil Presiden Direktur: Armand Wahyudi Hartono.
Wakil Presiden Direktur: John Kosasih.
Direktur: Subur Tan.
Direktur (yang juga Direktur yang membawahi fungsi kepatuhan): Lianawaty Suwono.
Direktur: Santoso.
Direktur: Vera Eve Lim.
Direktur: Haryanto Tiara Budiman.
Direktur: Frengky Chandra Kusuma.
Direktur: Antonius Widodo Mulyono.
Direktur: Hendra Tanumihardja.
Direktur: David Formula.
