Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
CFX.jpg
Dok. CFX

Jakarta, FORTUNE - PT Indokripto Koin Semesta Tbk menilai langkah penurunan biaya transaksi yang dilakukan anak usahanya, pengelola bursa berjangka aset kripto PT Central Finansial X (CFX), berpotensi menciptakan efek pengganda bagi perekonomian industri kripto nasional. Kebijakan ini diyakini dapat memperbaiki efisiensi pasar sekaligus meningkatkan daya tarik transaksi di dalam negeri.

Direktur Utama COIN Ade Wahyu menyampaikan bahwa pemangkasan biaya akan membuat ekosistem kripto menjadi lebih efisien dan kompetitif bagi konsumen. Dampaknya, frekuensi serta volume transaksi diproyeksikan meningkat dan pada akhirnya mampu mengimbangi penyesuaian biaya tersebut.

Bursa Kripto CFX selaku perusahaan anak dari COIN senantiasa mengikuti dinamika pasar dan melihat saat ini adalah momentum yang tepat untuk mengeksekusi rencana tersebut guna meningkatkan daya saing industri aset kripto nasional di kancah global,” katanya dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu (4/2).

Ia menambahkan, struktur biaya yang lebih rendah diharapkan dapat menarik kembali konsumen domestik untuk bertransaksi di dalam negeri. Peningkatan aktivitas ini dinilai akan memperbesar pangsa pasar melalui lonjakan volume transaksi sekaligus memperdalam likuiditas pasar.

Sejalan dengan itu, riset Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) menunjukkan bahwa tantangan utama industri aset kripto nasional saat ini terletak pada penciptaan likuiditas yang kuat dan biaya transaksi yang kompetitif agar mampu bersaing secara global. Riset tersebut juga mencatat tingginya sensitivitas pengguna terhadap biaya, dengan 54,5 persen responden menyatakan akan berpindah platform jika biaya transaksi dianggap terlalu mahal.

Temuan tersebut mengindikasikan adanya risiko capital outflow sekaligus ruang besar yang masih bisa dioptimalkan untuk memperkuat daya saing industri kripto nasional. Merespons kondisi itu, CFX berencana menurunkan biaya transaksi bursa dari 0,04 persen menjadi 0,02 persen mulai 1 Maret 2026, sebelum kembali dipangkas menjadi 0,01 persen pada 1 Oktober 2026.

Ade Wahyu menuturkan, penurunan biaya transaksi juga menjadi pendorong bagi perseroan untuk terus menggali sumber pendapatan baru. Perusahaan induk, kata dia, mendorong pengembangan inovasi produk, baik pengayaan produk eksisting maupun peluncuran produk baru, sebagai bagian dari strategi diversifikasi, termasuk pengembangan produk derivatif kripto.

“Kehadiran inovasi produk baru di industri aset kripto nasional akan menjadikan pasar kita kompetitif dan mendorong partisipasi investor lokal dan asing, baik perorangan maupun institusi menjadi lebih masif,” ujar Ade Wahyu.

Editorial Team