Investasi saham gorengan memiliki tingkat risiko lebih besar dibandingkan saham lainnya. Bahkan, beberapa masuk kategori saham dengan status suspend atau suspensi karena fluktuasi harga tidak wajar.
Berikut beberapa risiko saham gorengan bagi investor yang dapat dijadikan bahan pertimbangan:
1. Risiko kerugian besar
Risiko saham gorengan yang utama adalah kerugian signifikan bagi investor. Harga sahamnya rawan anjlok drastis sewaktu-waktu sehingga dapat menyebabkan kerugian besar.
2. Sulit menentukan waktu berstransaksi
Pergerakan harga yang ekstrem pada saham gorengan membuat investor kesulitan menganalisis waktu yang tepat untuk bertransaksi.
3. Tidak didukung fundamental
Berbeda dengan saham lainnya di pasar modal, saham gorengan sering kali berasal dari perusahaan yang tidak mempunyai fundamental kokoh. Perusahaan tersebut dikenal memiliki kinerja keuangan buruk sehingga tingkat pertumbuhannya rendah.
4. Rawan mengalami suspensi
Adanya manipulasi yang menyebabkan pergerakan harga tidak wajar di bursa mengakibatkan bursa dapat memberlakukan larangan perdagangan sementara atau suspend saham. Aktivitas perdagangan bisa tertunda hingga status dicabut.
5. Likuiditas rendah
Tingkat likuiditas saham gorengan terbilang rendah sehingga sulit untuk keluar dari pasar. Meskipun volume dan nilai perdagangannya terlihat tinggi, investor perlu curiga karena kondisi tersebut dapat terjadi karena dimanipulasi oleh bandar.
Demikian ciri-ciri saham gorengan hingga risikonya yang penting untuk diketahui setiap investor sebelum mengambil keputusan investasi. Semoga membantu!
Apakah semua saham murah itu saham gorengan? | Tidak, saham murah tidak otomatis termasuk saham gorengan. Perbedaannya terletak pada motif pergerakan harganya. |
Siapa oknum yang “menggoreng” saham? | Saham gorengan biasanya dilakukan oleh oknum yang punya dana besar atau jaringan, seperti bandar yang punya kepentingan untuk memanipulasi harga demi keuntungan pribadi. |
Bagaimana cara menghindari saham gorengan? | Investor wajib memeriksa fundamental perusahaan, memantau pergerakan harganya, mengecek status saham pernah terdaftar UMA atau tidak, dan spekulasi pasar. |