Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Daftar Saham Konglo dan Grupnya, dari Djarum hingga Astra
ilustrasi saham (pexels/alphatradezone)
  • Daftar saham konglo di BEI menunjukkan dominasi grup besar seperti Djarum, Salim, Sinar Mas, Barito Pacific, dan Astra.

  • Saham konglo dikenal memiliki diversifikasi lintas sektor, kapitalisasi besar, serta pengaruh signifikan terhadap pergerakan IHSG.

  • Investor perlu mencermati kinerja tiap anak usaha, rasio keuangan, serta aksi korporasi seperti akuisisi atau IPO.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE — Daftar saham konglo di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencerminkan dominasi sejumlah grup bisnis besar yang mengendalikan berbagai sektor industri. Emiten-emiten ini berada di bawah struktur konglomerasi yang memiliki diversifikasi usaha, mulai dari perbankan hingga energi.

Saham konglomerasi merujuk pada perusahaan publik yang menjadi bagian dari grup bisnis besar yang dikendalikan oleh satu entitas atau keluarga. Struktur ini membuat satu grup memiliki banyak lini usaha yang saling terhubung maupun berdiri di sektor berbeda.

Dalam praktiknya, model konglomerasi memberikan eksposur lintas industri dalam satu kepemilikan saham. Ketika satu sektor mengalami tekanan, sektor lain dalam grup yang sama dapat menopang kinerja secara keseluruhan.

Daftar saham konglo dan grup besarnya

Sebagian besar saham konglo di Indonesia terhubung dengan grup bisnis tertentu. Berikut sejumlah grup konglomerasi utama di Indonesia beserta saham-saham yang terafiliasi dan tercatat di BEI.

1. Grup Djarum

Grup Djarum yang dimiliki oleh Robert Budi Hartono dan Michael Hartono dikenal kuat di sektor keuangan dan infrastruktur digital. Bisnisnya berkembang dari perbankan hingga jaringan telekomunikasi, sehingga punya peran besar di ekonomi digital Indonesia.

Berikut daftar saham milik Grup Djarum:

  • BBCA (Bank Central Asia) di sektor perbankan

  • TOWR (Sarana Menara Nusantara) di sektor infrastruktur telekomunikasi

  • MTEL (Dayamitra Telekomunikasi) di sektor menara telekomunikasi.

Selain itu, Djarum juga punya hubungan dengan beberapa emiten lain seperti HEAL dan SSIA, baik lewat investasi maupun kerja sama bisnis.

2. Grup Salim

Grup Salim memiliki eksposur kuat di sektor konsumer, pangan, hingga energi. Diversifikasi sektor menjadikan grup ini salah satu pemain besar dalam industri kebutuhan dasar, sehingga tidak heran masuk daftar saham konglo.

  • INDF dan ICBP di sektor industri makanan dan minuman.

  • AMMN di sektor pertambangan dan energi.

  • DNET, FAPA, PANI di sektor ritel, agribisnis, dan properti.

3. Grup Sinar Mas

Konglomerasi milik keluarga Widjaja, Sinar Mas, memiliki lini usaha luas dari keuangan hingga sumber daya alam. Model bisnis lintas sektor menjadikan grup ini terintegrasi dari hulu ke hilir.

  • BSIM, SMMA di sektor keuangan.

  • BSDE, DMAS di sektor properti dan kawasan industri.

  • DSSA, GEMS di sektor energi dan batu bara.

  • INKP, TKIM di sektor pulp dan kertas.

4. Grup Barito Pacific

Grup Barito Pacific termasuk dalam daftar sahar konglo. Grup yang dipimpin Prajogo Pangestu ini aktif di sektor petrokimia, energi, dan pertambangan.

Dalam beberapa tahun terakhir, emiten grup Barito Pacific menjadi sorotan karena ekspansi di sektor energi. Berikut daftar lengkap sahamnya:

  • BRPT, TPIA di sektor petrokimia dan energi

  • BREN di sektor energi baru terbarukan

  • CUAN, PTRO di sektor pertambangan.

5. Grup Astra

Grup Astra dikenal sebagai konglomerasi milik keluarga Soeryadjaya dengan jaringan bisnis terintegrasi. Selain itu, Astra juga memiliki lini pembiayaan melalui entitas seperti ACC dan FIF, yang mendukung ekosistem bisnisnya.

  • ASII di sektor otomotif dan holding utama.

  • UNTR di sektor alat berat dan pertambangan.

  • AALI di sektor agribisnis.

Ciri saham konglomerasi di pasar modal

Saham konglo umumnya memiliki sejumlah karakteristik yang membedakannya dari emiten lain. Berikut ciri-cirinya:

  1. Bisnisnya tersebar di berbagai sektor, seperti keuangan, infrastruktur, agribisnis, hingga teknologi.

  2. Kapitalisasi pasar cenderung besar dan masuk kategori blue chip, sehingga memiliki likuiditas tinggi.

  3. Produk dan layanan yang dihasilkan biasanya dekat dengan aktivitas masyarakat sehari-hari.

  4. Memiliki akses pendanaan yang lebih luas karena reputasi dan skala bisnisnya.

  5. Pergerakan sahamnya kerap memengaruhi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) karena bobot kapitalisasi yang besar.

Faktor yang membuat saham konglo diminati

Saham konglomerasi banyak diperhatikan investor karena menawarkan diversifikasi bisnis dalam satu emiten. Struktur ini memberikan eksposur ke berbagai sektor tanpa harus membeli banyak saham berbeda.

Selain itu, grup konglomerasi sering terlibat dalam proyek skala besar, termasuk infrastruktur dan energi, yang berpotensi menjadi pendorong pertumbuhan. Likuiditas yang tinggi juga membuat saham-saham ini relatif mudah diperdagangkan di pasar.

Risiko yang perlu diperhatikan

Saham konglomerasi memiliki skala bisnis besar, tetapi di balik itu terdapat kompleksitas yang perlu dipahami. Investor tidak cukup hanya melihat kinerja perusahaan induk, melainkan juga harus memperhatikan performa berbagai anak usaha dalam satu grup.

Berikut poin-poin yang perlu diperhatikan:

  • Kompleksitas bisnis tinggi. Struktur perusahaan yang terdiri dari banyak anak usaha membuat analisis menjadi lebih rumit.

  • Perlu analisis lintas entitas. Investor harus memahami kinerja seluruh lini bisnis, bukan hanya induk perusahaan.

  • Transaksi antar entitas memengaruhi transparansi. Aktivitas internal dalam grup bisa memengaruhi tingkat keterbukaan informasi dan persepsi pasar.

  • Sensitif terhadap regulasi dan kebijakan ekonomi. Skala bisnis yang besar membuat perusahaan lebih terdampak perubahan aturan dan kondisi ekonomi.

Strategi menganalisis saham konglo

Dalam menganalisis saham konglomerasi, investor perlu melihat kinerja per sektor yang menjadi kontributor utama pendapatan. Rasio keuangan seperti Debt to Equity Ratio (DER) dapat digunakan untuk menilai struktur utang.

Aksi korporasi seperti akuisisi, IPO anak usaha, atau rights issue juga perlu dicermati karena sering memengaruhi sentimen pasar. Perbandingan valuasi menggunakan PER dan PBV juga diperlukan untuk menilai posisi harga saham terhadap industrinya.

FAQ seputar daftar saham konglo

Saham milik konglo apa saja?

Beberapa contoh saham milik konglomerasi (saham konglo) adalah Grup Astra, Grup Salim, dan sebagainya.

Apa itu saham konglo?

Saham konglo adalah saham perusahaan yang berada dalam grup konglomerasi dengan bisnis di berbagai sektor.

Apa saja contoh saham konglo di BEI?

Beberapa contohnya adalah BBCA, INDF, BRPT, ASII, hingga BSDE.

Mengapa saham konglo berpengaruh ke IHSG?

Karena memiliki kapitalisasi pasar besar sehingga pergerakannya memengaruhi indeks.

Editorial Team