Jakarta, FORTUNE — Aksi pembelian kembali saham atau buyback kembali marak di pasar modal Indonesia pada awal 2026. Sejumlah emiten menyiapkan dana jumbo untuk menyerap saham beredar di tengah tekanan pasar yang dipicu isu investability Indonesia dalam indeks global MSCI.
Langkah ini tercatat sebagai salah satu respons korporasi untuk menjaga stabilitas harga saham di tengah volatilitas.
Berdasarkan kompilasi terbaru hingga 5 Februari 2026, total dana yang disiapkan emiten untuk buyback saham mencapai sekitar Rp27,1 triliun.
Data tersebut dihimpun dari keterbukaan informasi emiten dan rangkuman Stockbit Sekuritas, dengan mayoritas periode pelaksanaan berlangsung pada kuartal I hingga awal kuartal II 2026.
