Jakarta, FORTUNE — Penetapan 1 Ramadan 1477 Hijriah menandai dimulainya periode musiman yang kerap memengaruhi pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Muhammadiyah menetapkan awal puasa 2026 pada 18 Februari, sementara pemerintah dan Nahdlatul Ulama pada 19 Februari. Bagi pasar modal, Ramadan hingga Idul Fitri identik dengan peningkatan konsumsi rumah tangga, mobilitas, dan transaksi ritel.
Secara historis, periode ini menjadi katalis jangka pendek bagi emiten yang memiliki eksposur langsung terhadap belanja masyarakat. Lonjakan kebutuhan pangan, sandang, transportasi, hingga transaksi keuangan membentuk rotasi sektor yang cenderung berulang setiap tahun, meski dampaknya tidak selalu merata.
Berikut deretan saham yang berpotensi naik selama Ramadan 2026 berdasarkan sektor dan katalis bisnisnya.
