Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
DSC08401.JPG
Ilustrasi : Wisma Gedung Danantara Indonesia. (Dok. Danantara)

Jakarta, FORTUNE - Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara berinvestasi dalam proyek smelter nikel berteknologi HPAL (high-pressure acid leach) senilai US$1,42 miliar milik GEM Co. Ltd. (GEM) dan PT Vale Indonesia Tbk (INCO).

Danantara berkongsi dalam kolaborasi itu selepas entitas investasinya, Danantara Investment Management, meneken pokok perjanjian dengan GEM, perusahaan publik global asal Cina di bidang metalurgi hijau dan ekonomi sirkular.

Perjanjian itu menetapkan kerangka kerja untuk potensi investasi bersama di smelter berkapasitas 66.000 ton nikel dalam endapan hidroksida campuran per tahun itu. Lewat kolaborasi itu, ada potensi partisipasi dari mitra global lain.

CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, mengatakan, kolaborasi dengan GEM merupakan tonggak penting lain bagi Danantara dalam mengkatalisasi investasi strategis yang mempercepat transformasi sosial-ekonomi Indonesia.

"Integrasi penelitian dan pengembangan, energi hijau, serta daur ulang siklus tertutup mencerminkan jenis proyek berdampak tinggi yang akan menciptakan nilai jangka panjang bagi Indonesia dan mitra investasi kami," kata Rosan dalam keterangan resminya, dikutip Kamis (28/8).

Sebagai konteks, GEM dan Vale Indonesia sudah menjalin kolaborasi strategis dalam proyek smelter di Sulawesi Tengah itu pada November 2024. Menindaklanjuti perjanjian itu, anak usaha GEM (GEM Hong Kong International Co. Ltd.) pun telah melaksanakan penyertaan modal lewat akuisisi atas 51 persen saham PT Bahodopi Nickel Smelting Indonesia (BNSI) milik Vale Indonesia, Maret 2025.

Selain dalam proyek itu, GEM sendiri telah menginvestasikan US$30 juta untuk bersama-sama mendirikan laboratorium penelitian metalurgi dengan Institut Teknologi Bandung (ITB). Dalam lima tahun ke depan, inisiatif di Indonesia Green Industrial Park (IGIP) bertujuan untuk menciptakan hingga 80.000 lapangan kerja baru.

Saham INCO terkoreksi 1,04 persen ke harga Rp3.800 pada akhir perdagangan Kamis (28/8).

Editorial Team