Jakarta, FORTUNE - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan berpeluang menguat lagi pada perdagangan Kamis (16/7), setelah ditutup naik 0,04 persen di level 6.041,97.
Technical Analyst BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS), Reza Diofanda, mengatakan, secara teknikal, IHSG masih berada dalam tren bullish jangka pendek selama bertahan di atas support 6.000, dengan peluang menguji resisten 6.100-6.130.
"Momentum penguatan didukung pola higher low dan MACD yang masih bergerak positif," kata Reza dalam riset hariannya.
Hari ini, pasar akan mencerna rilis data Indeks Harga Produsen (PPI) Amerika Serikat (AS) yang turun 0,3 persen (MoM) dan melambat menjadi 5,5 persen (YoY). Itu mengindikasikan tekanan inflasi produsen mulai mereda.
Kendati demikian, The Fed Chair, Kevin Warsh menegaskan ekonomi AS masih solid dan bank sentral tetap berkomitmen mengembalikan inflasi ke target, sehingga arah kebijakan suku bunga diperkirakan tetap berhati-hati.
Investor juga akan mencermati perkembangan konflik antara AS dan Iran serta implementasi kebijakan High Shareholding Concentration (HSC).
Saham-saham pilihan tim BRIDS hari ini adalah AADI, KIJA, dan BUKA.
Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia (MASI), M. Nafan Aji Gusta, mengatakan, secara teknikal, pergerakan IHSG berhasil mempertahankan posisi di atas level penting yakni di atas MA20. Berdasarkan indikator, Stochastics K_D dan RSI menunjukkan sinyal positif, namun volume mengalami penurunan. Adapun sentimen IHSG pada hari ini diperkirakan cenderung bervariasi dengan peluang terjadinya bullish consolidation.
Dari pasar domestik, pada perdagangan sebelumnya, IHSG berhasil ditutup menguat tipis setelah data inflasi AS meredakan kekhawatiran pasar terhadap pengetatan moneter The Fed. Hal ini memberikan modal positif bagi perdagangan hari ini. Di sisi lain, para pelaku investor akan berfokus terhadap prospek laba emiten kuartal II-2026, yang berpotensi menjadi katalis berikutnya apabila hasilnya sesuai atau melampaui ekspektasi. Hal itu menjadi penopang minat beli investor secara bertahap.
