Jakarta, FORTUNE - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan kembali menguat pada perdagangan Senin (3/8), setelah ditutup naik 0,81 persen pada akhir perdagangan pekan lalu.
Technical Analyst BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS), Reza Diofanda, mengatakan, secara teknikal, IHSG masih berpeluang melanjutkan kenaikan selama bertahan di atas support 6.180–6.200, dengan target menguji resisten 6.300–6.380. Daftar saham pilihannya adalah PTRO, BRPT, dan UNVR.
"Momentum bullish masih terjaga, meski volatilitas diperkirakan meningkat menjelang rilis data ekonomi utama pekan ini," kata Reza dalam riset hariannya.
Pasar pekan ini akan mencermati kelanjutan musim pengumuan kinerja keuangan emiten pada semester-I 2026. Selain itu, investor juga akan menanti rilis sejumlah data ekonomi penting, seperti PMI Manufaktur, inflasi, neraca perdagangan, cadangan devisa, PDB Indonesia, hingga nonfarm payrolls (NFP) AS yang akan menjadi penentu arah ekspektasi kebijakan The Fed.
"Secara historis, Agustus juga menjadi bulan yang positif bagi IHSG dengan probabilitas penguatan sekitar 90 persen dalam 10 tahun terakhir," catat Reza.
Sebelumnya, IHSG mengakhiri perdagangan Juli dengan kenaikan sekitar 10,51 persen. Penguatan didukung sentimen positif pasca The Fed mempertahankan suku bunga sesuai ekspektasi, serta optimisme terhadap musim rilis keuangan emiten, yang mulai menunjukkan hasil solid dari sejumlah emiten berkapitalisasi besar.
Dari pasar global, indeks di bursa Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Jumat (31/7). Penguatan dipicu oleh kenaikan saham Amazon meskipun yield US-Treasury dengan tenor 30 tahun meningkat pada level tertinggi sejak 2007 di 5,25 persen serta tenor 10 tahun di level 4,7 persen, yang merupakan level tertinggi sejak Januari 2025. Harga minyak Brent ditutup menguat 1,2 persen, mendekati level US$88 per barel (31/7), sehingga membukukan kenaikan hampir 24 persen pada Juli 2026, yang merupakan kenaikan tertinggi sejak Maret akibat eskalasi geopolitik dan meningkatnya kekhawatiran akan suplai minyak global.
Investor akan mencermati perkembangan konflik AS-Iran serta dampaknya terhadap gejolak harga minyak mentah dan prospek inflasi. Selain itu pergerakan indeks juga akan dipengaruhi oleh volatilitas saham yang terkait AI, seiring akan dirilisnya kinerja keuangan SpaceX dan AMD pada pekan ini.
Data ekonomi AS, terutama data tenaga kerja, juga akan dicermati investor. Data nonfarm payrolls diperkirakan akan menunjukkan kenaikan penyerapan tenaga kerja sebanyak 91.000 pada Juli dari 57.000 pada Juni, sedangkan tingkat pengangguran diperkirakan meningkat menjadi 4,3 persen dari 4,2 persen (7/8).
"Jika data nonfarm payrolls lebih tinggi dari estimasi dapat meningkatkan ekspektasi bahwa the Fed akan menaikkan suku bunga pada pertemuan September mendatang," kata tim riset Phintraco Sekuritas.
Dari dalam negeri, mulai turunnya harga BBM non-subsidi pada 1 Agustus 2026 berpotensi menambah faktor positif. Secara teknikal, IHSG diperkirakan melanjutkan penguatan dengan menguji level 6.300-6.380 pada pekan ini.
Daftar saham pilihan tim Phintraco Sekuritas pekan ini adalah ASII, AMMN, PGAS, NCKL, dan INTP.
