Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
ilustrasi PT Samindo Resources Tbk (MYOH)
ilustrasi PT Samindo Resources Tbk (MYOH) (emitennews.com)

Jakarta, FORTUNE - Emiten jasa pertambangan batu bara milik Low Tuck Kwong, PT Samindo Resources Tbk (MYOH), mendirikan anak perusahaan baru: PT Sentra Terra Indonesia (STI).

STI akan melakukan kegiatan usaha di bidang real estate, konstruksi, penyediaan makanan dan minuman, serta aktivitas penunjang lainnya. Samindo Resources menyetorkan saham sebanyak 2,69 juta saham, dengan nilai nominal Rp269,73 miliar. Itu setara dengan kepemilikan sebesar 99,9 persen.

"Pendirian STI akan memberikan dampak positif bagi perkembangan bisnis perseroan, khususnya dalam diversifikasi usaha di bidang properti dan penunjang lainnya. Laporan keuangan STI akan dikonsolidasikan ke dalam laporan keuangan perseroan," kata Corporate Secretary Samindo Resources, Ahmad Zaki Natsir dalam keterbukaan informasi, dikutip Senin (26/1).

MYOH membuat anak usaha itu pada 23 Januari 2026 bersama dengan PT Trasindo Murni Perkasa (TMP). TMP sendiri menyetorkan modal senilai Rp270 juta atas kepemilikan terhadap 2.700 unit saham (0,1 persen).

Pendirian usaha tersebut merupakan transaksi afiliasi. Namun, itu dikecualikan dari pengumuman dan persetujuan pemegang saham independen sesuai POJK No. 42/POJK.04/2020, karena merupakan penyertaan modal kepada perusahaan terkendali yang sahamnya dimiliki paling sedikit 99 persen oleh emiten.

Sementara itu, dari sisi nilai transaksi, penyertaan modal itu tidak melebihi 20 persen ekuitas perseroan. Dus, itu bukan merupakan transaksi material.

Sebelumnya, Manajemen MYOH mengumumkan target coal-getting sebesar 4,5 juta ton dan volume hauling tetap sebesar 24.000 K ton. "Perseroan optimistis akan terjadi pemulihan permintaan dan potensi kenaikan harga tipis di tahun mendatang dibandingkan realisasi tahun ini," kata Ahmad dalam laporan hasil paparan publik perseroan.

Untuk kontrak, perseroan menyatakan telah memperpanjang kontrak jasa pertambangan di site Kideco selama 5 tahun, sehingga berlaku hingga 2029. Ke depan, untuk memperluas portofolio bisnis, MYOH pun aktif mencari peluang kontrak baru, baik untuk pekerjaan overburden (OB) maupun coal-getting.

Editorial Team