Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Free Float Naik, Mandiri Sekuritas: Bagus untuk Bisnis Underwriter
Jajaran Direksi Mandiri Sekuritas dan Ketua Dewan Pers, Komaruddin Hidayat (kedua dari kanan) dalam acara buka bersama Mandiri Sekuritas, Rabu (25/2), di Jakarta.

Jakarta, FORTUNE - Sejalan dengan rencana peningkatan batas minimal free float bagi emiten, PT Mandiri Sekuritas melihat potensi pertumbuhan baru pada segmen Investment Banking atau underwriter.

Sebab, kebijakan baru itu dapat mendorong para emiten untuk melakukan berbagai aksi korporasi guna meningkatkan free float masing-masing. Direktur Utama PT Mandiri Sekuritas, Oki Ramadhana mengamininya. "Untuk broker, investment bank, sekuritas, bagus banget. Kita bisa mengerjakan IPO, private placement, rights issue, secondary placement, banyak banget," kata Oki kepada pers di Jakarta, dikutip Kamis (26/2).

Terkait IPO saham, Oki menyebut, antreannya lebih banyak dibanding 2025. Namun, ia enggan menyebutkan angka pastinya. Sebagai gambaran, pada 2025, terdapat 6 calon emiten dalam antrean IPO Mandiri Sekuritas. "Bahkan setelah kondisi MSCI, tidak ada satu pun calon emiten yang kami kerjakan itu memilih mundur. Di antrean, kalau boleh jujur, saat ini ada lebih dari itu [antrean 2025]," kata Oki.

Dari segi kinerja, segmen Investment Banking atau kegiatan penjaminan emisi dan penjualan efek, berkontribusi sebesar Rp275,38 miliar terhadap pendapatan Mandiri Sekuritas pada 9 bulan pertama 2025. Angka itu naik 16,18 persen (YoY) dari Rp237,03 miliar.

Apakah peluang baru dari kenaikan free float berarti potensi pertumbuhan kinerja Mandiri Sekuritas lebih baik pada 2026? "Mudah-mudahan," ujarnya.

Sebagai konteks, saat ini Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah mengerjakan revisi peraturan terkait kenaikan batas minimal free float saham emiten dari 7,5 persen menajdi 15 persen secara bertahap. Itu merupakan salah satu dari 3 poin dalam proposal mereka kepada penyedia indeks global, MSCI dan FTSE; sekaligus salah satu dari 8 langkah reformasi pasar modal Indonesia.

Laba emiten diproyeksi pulih dari koreksi 2025

Bagaimana dengan proyeksi kinerja emiten dari Mandiri Sekuritas? Tim riset memperkirakan laba per saham (earning per share/EPS) emiten dalam coverage Mandiri Sekuritas bertumbuh sebesar 15 persen pada 2026.

Itu berbalik dari EPS para emiten yang terkoreksi 12 persen pada 2025. Lingkup coverage Mandiri Sekuritas sendiri terdiri atas lebih dari 80 emiten di dalamnya.

"Seharusnya mereka akan pick up, akan rebound tahun ini. Tahun lalu itu mereka agak kseulitan, namanya juga political year di mana ada transisi. Tapi kami yakin tahun ini akan kembali tumbuh double digit," ujar Oki.

Oki menyebut, katalis utama yang melandasi proyeksi tersebut adalah kebijakan fiskal yang ekspansif dan kenaikan harga komoditas.

Selain itu, terdapat normalisasi biaya modal di tengah tren pemotongan suku bunga Bank Indonesia (BI), yang mencapai 150 bps sejak 2024. Hal itu dinilai meningkatkan nilai tambah penerbitan ekuitas karena biaya turun lebih cepat dibandingkan return of equity (ROE).

Secara bersamaan, risk-free rate benchmark seperti SBN pemerintah dengan tenor 1 tahun juga sudah mengalami tren penurunan dari kisaran 6 persen-7 persen pada awal 2025, menjadi ~5 persen pada awal 2026.

"Untuk investor, ini sedang masa transisi. Yang tadinya, dalam beberapa tahun terakhir, mereka pegang obligasi, fixed income karena yield-nya lebih tinggi daripada typical ekuitas yang tidak tumbuh," kata Oki.

Ditambah lagi dengan adanya kondisi eksternal, yang mencakup: melimpahnya likuiditas global karena kebijakan fiskal yang ekspansif, harga komoditas yang dinilai menguntungkan, serta tekanan dolar yang melemah.

Mandiri Sekuritas sendiri memproyeksikan IHSG dapat mencapai level 9.250 dalam skenario bullish dan 7.670 dalam skenario bearish. Sejalan dengan itu, sektor-sektor yang masuk dalam radar Mandiri Sekuritas adalah komoditas, telekomunikasi, internet/digital, konsumer, ritel, transportasi, dan bahan bangunan.

Editorial Team