Kenaikan drastis harga Bitcoin dipengaruhi oleh berbagai faktor global. Mulai dari faktor kondisi ekonomi makro hingga sentimen pasar yang membaik. Berikut ulasan mengenai faktor-faktornya.
Aliran masuk dana ke ETF Bitcoin spot
Salah satu pendorong utama harga Bitcoin adalah meningkatnya arus masuk dana ke produk Exchange-Traded Fund (ETF) Bitcoin spot, terutama dari investor institusional.
Menurut laporan CryptoTimes, arus masuk bersih ke ETF spot Bitcoin mencapai lebih dari US$329 juta (sekitar Rp5,26 triliun) hanya dalam sehari, tepatnya Selasa, 20 Mei 2025. Ini juga menjadi hari kelima berturut-turut dana institusi masuk ke ETF tersebut.
Analis Paul Barron, dalam unggahannya di platform X, menyebutkan bahwa sentimen institusional saat ini belum mencapai puncaknya.
“Sumber saya mengatakan pergerakan besar dari institusi belum sepenuhnya terjadi. Ini bisa menjadi pemicu harga menuju US$120.000," tulisnya.
Angka inflasi di AS yang rendah
Inflasi yang terkendali di Amerika Serikat menciptakan ruang bagi investor untuk kembali mengambil risiko. Hal ini mendorong masuknya dana ke aset non-tradisional seperti kripto, termasuk Bitcoin.
Meredanya kondisi geopolitik
Suasana geopolitik global yang lebih tenang, terutama hubungan dagang AS dan Tiongkok. Hal ini membentuk sentimen positif di pasar. Sinyal akan tercapainya kesepakatan dagang meningkatkan minat terhadap aset digital sebagai bentuk diversifikasi.
Penurunan peringkat utang AS
Penurunan peringkat utang AS oleh lembaga pemeringkat Moody's juga memiliki efek tidak langsung. Penurunan ini mendorong investor untuk mencari aset penyimpan nilai alternatif, yang mana Bitcoin menjadi salah satu pilihan utama.
Selain itu, arus dana masuk yang besar ke produk investasi berbasis Bitcoin seperti ETF (Exchange-Traded Fund) turut memperkuat harga. Berdasarkan data Farside Investors, total inflow ke ETF Bitcoin Spot sejak diluncurkan pada Januari 2024 hingga Mei 2025 telah mencapai sekitar US$42,7 miliar atau setara Rp700 triliun.
Sementara itu, data on-chain menunjukkan tekanan jual yang rendah dan peningkatan jumlah stablecoin seperti Tether (USDT) di bursa. Dengan begitu, ini menandakan tingginya likuiditas dan potensi pembelian besar dalam waktu dekat.