Pergerakan harga emas dalam jangka pendek diperkirakan masih dipengaruhi perkembangan konflik AS-Iran, harga minyak, dan arah kebijakan The Fed. Kejelasan mengenai pembukaan kembali Selat Hormuz dapat memengaruhi harga energi sekaligus ekspektasi inflasi yang saat ini menjadi salah satu tekanan utama bagi emas.
Pasar juga akan mencermati sejumlah data ekonomi AS pekan ini, seperti inflasi PCE dan laporan ketenagakerjaan. Data inflasi atau tenaga kerja yang tetap kuat dapat mempertahankan tekanan pada emas melalui kenaikan yield dan dolar AS. Sebaliknya, data yang lebih lemah akan mengurangi ekspektasi pengetatan moneter dan memberikan ruang bagi harga emas untuk pulih.
Dari sisi teknikal, area US$4.199–US$4.223,90 per troy ounce menjadi zona resistansi terdekat yang perlu ditembus untuk membuka peluang penguatan lebih lanjut. Sementara itu, area US$4.162,69 dan US$4.152 menjadi level support yang perlu diperhatikan apabila tekanan jual berlanjut.
Berapa harga emas dunia hari ini? | Berdasarkan harga-emas.org, harga spot emas dunia tercatat US$4.133,95 per troy ounce pada pukul 09.20 WIB. |
Berapa harga emas dunia per gram? | Harga emas dunia berada di US$132,91 atau sekitar Rp2,39 juta per gram. |
Mengapa harga emas dunia turun? | Emas tertekan oleh kenaikan yield obligasi, penguatan dolar AS, harga minyak, dan ekspektasi suku bunga The Fed. |
Berapa harga emas Antam hari ini? | Harga emas Antam tercatat Rp2,58 juta per gram pada 29 September 2026. |