Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Harga Emas Dunia Hari Ini, 29 September 2026: Turun 1,93 Persen
ilustrasi emas (unsplash.com/Jingming Pan)

  • Harga emas dunia 29 September 2026 turun 1,93 persen. Dengan kurs Rp17.505 per dolar AS, nilainya sekitar Rp2,39 juta per gram.

  • Tekanan emas dipicu kenaikan minyak akibat negosiasi AS-Iran terkait Selat Hormuz, inflasi yang diperhatikan pasar, serta naiknya yield US Treasury.

  • Harga Antam ikut melemah. Harga jual turun Rp17.000 menjadi Rp2,58 juta per gram, sedangkan buyback turun Rp47.000 menjadi Rp2,37 juta.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE — Harga emas dunia hari ini, Selasa (29/9), mengalami koreksi. Berdasarkan data harga-emas.org pada pukul 09.20 WIB, harga emas turun 81,52 dolar AS atau 1,93 persen dari posisi sebelumnya.

Jika dikonversi menggunakan kurs Rp17.505 per dolar AS, harga emas dunia setara sekitar Rp2,39 juta per gram. Pergerakan ini dapat menjadi acuan untuk mencermati arah harga emas di pasar global dan domestik.

Harga emas dunia hari ini

Harga emas internasional umumnya menggunakan satuan troy ounce, dengan satu troy ounce setara sekitar 31,1 gram. Untuk memudahkan perbandingan, harga juga dapat dikonversi ke satuan gram dan rupiah menggunakan kurs dolar AS yang berlaku.

Pada perdagangan hari ini, koreksi harga tercatat sebesar US$81,52 per troy ounce atau US$2,62 per gram. Dalam rupiah, penurunannya setara Rp1.306.203 per troy ounce dan Rp41.995 per gram.

Kenapa harga emas dunia turun?

Pergerakan emas berada dalam tekanan setelah harga spot sempat turun lebih dari 4 persen hingga menyentuh 4.111,01 dolar AS per troy ounce. Level tersebut menjadi yang terendah dalam lebih dari tujuh pekan.

Salah satu pemicunya adalah perkembangan negosiasi Amerika Serikat dan Iran terkait pembukaan kembali Selat Hormuz. Perundingan yang belum menghasilkan terobosan membuat harga minyak kembali meningkat dan Brent bergerak menuju 110 dolar AS per barel.

Kenaikan harga energi menjadi perhatian pasar karena dapat mempertahankan tekanan inflasi. Kondisi tersebut kemudian berpengaruh terhadap ekspektasi kebijakan suku bunga bank sentral AS atau Federal Reserve (The Fed).

Di pasar obligasi, imbal hasil US Treasury juga meningkat. Kenaikan yield membuat aset yang tidak memberikan imbal hasil seperti emas menjadi relatif kurang menarik bagi investor.

Faktor yang memengaruhi harga emas

Selain harga minyak dan yield obligasi, pergerakan dolar AS turut menjadi faktor penting bagi pasar emas. Ketika dolar menguat, emas yang dihargai dalam dolar menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain sehingga dapat menekan permintaan.

Pasar juga mencermati kebijakan The Fed setelah bank sentral AS menaikkan suku bunga pada September untuk pertama kalinya sejak 2023. Kenaikan tersebut dilakukan ketika inflasi AS masih menjadi perhatian.

Pada saat yang sama, investor menunggu sejumlah data ekonomi Amerika Serikat yang dapat memengaruhi arah kebijakan moneter. Data inflasi pilihan The Fed dijadwalkan terbit pada Rabu (30/9), sedangkan laporan nonfarm payrolls akan dirilis pada Jumat (2/10).

Harga emas Antam ikut turun

Harga emas Antam turut melemah pada Selasa (29/9). Harga jual turun Rp17.000 menjadi Rp2,58 juta per gram, sedangkan harga buyback terkoreksi lebih dalam sebesar Rp47.000 menjadi Rp2,37 juta per gram.

Penurunan tersebut memperlebar selisih antara harga jual dan buyback Antam menjadi sekitar Rp210.000 per gram. Selisih ini perlu diperhatikan terutama bagi pemilik emas yang berencana menjual kembali kepemilikannya dalam waktu dekat.

Prospek harga emas

Pergerakan harga emas dalam jangka pendek diperkirakan masih dipengaruhi perkembangan konflik AS-Iran, harga minyak, dan arah kebijakan The Fed. Kejelasan mengenai pembukaan kembali Selat Hormuz dapat memengaruhi harga energi sekaligus ekspektasi inflasi yang saat ini menjadi salah satu tekanan utama bagi emas.

Pasar juga akan mencermati sejumlah data ekonomi AS pekan ini, seperti inflasi PCE dan laporan ketenagakerjaan. Data inflasi atau tenaga kerja yang tetap kuat dapat mempertahankan tekanan pada emas melalui kenaikan yield dan dolar AS. Sebaliknya, data yang lebih lemah akan mengurangi ekspektasi pengetatan moneter dan memberikan ruang bagi harga emas untuk pulih.

Dari sisi teknikal, area US$4.199–US$4.223,90 per troy ounce menjadi zona resistansi terdekat yang perlu ditembus untuk membuka peluang penguatan lebih lanjut. Sementara itu, area US$4.162,69 dan US$4.152 menjadi level support yang perlu diperhatikan apabila tekanan jual berlanjut.

FAQ seputar harga emas dunia hari ini, 29 September 2026

Berapa harga emas dunia hari ini?

Berdasarkan harga-emas.org, harga spot emas dunia tercatat US$4.133,95 per troy ounce pada pukul 09.20 WIB.

Berapa harga emas dunia per gram?

Harga emas dunia berada di US$132,91 atau sekitar Rp2,39 juta per gram.

Mengapa harga emas dunia turun?

Emas tertekan oleh kenaikan yield obligasi, penguatan dolar AS, harga minyak, dan ekspektasi suku bunga The Fed.

Berapa harga emas Antam hari ini?

Harga emas Antam tercatat Rp2,58 juta per gram pada 29 September 2026.

Curated For You

Editorial Team

Related Article