Jakarta, FORTUNE - Pasar aset kripto kembali berada di bawah tekanan. Dalam 24 jam terakhir hingga Jumat (27/3), mayoritas mata uang kripto utama mengalami penurunan harga, mencerminkan sentimen pasar global yang masih cenderung berhati-hati. Koreksi ini turut menyeret sejumlah aset digital berkapitalisasi besar seperti bitcoin (BTC) dan ethereum (ETH).
Data dari Coinmarketcap menunjukkan sebagian besar kripto dalam daftar 15 aset dengan kapitalisasi pasar terbesar berada di zona merah. Penurunan tersebut terjadi seiring meningkatnya aksi ambil untung yang dilakukan investor setelah reli pada periode sebelumnya.
Bitcoin (BTC) yang masih menjadi aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar diperdagangkan di level US$68.772,30 atau turun sekitar 3,58 persen dalam 24 jam terakhir. Meski mengalami koreksi, kapitalisasi pasarnya tetap mencapai sekitar US$1,37 triliun sehingga masih mendominasi pasar kripto global.
Tekanan serupa juga dialami ethereum (ETH). Aset kripto terbesar kedua ini turun 5,11 persen ke posisi US$2.063,07 dengan kapitalisasi pasar sekitar US$248,57 miliar. Penurunan tersebut menunjukkan bahwa tekanan jual tidak hanya terjadi pada bitcoin, tetapi juga merata pada aset digital utama lainnya.
Di kelompok stablecoin, tether (USDT) relatif stabil di kisaran US$0,9994 dengan koreksi tipis sekitar 0,02 persen. Kapitalisasi pasarnya tercatat sebesar USD 184,14 miliar. Sementara itu, BNB turun 3,04 persen menjadi US$628,83 dengan kapitalisasi pasar sekitar US$85,71 miliar.
XRP juga bergerak turun 4,12 persen ke level US$1,36 dengan kapitalisasi pasar sekitar US$83,47 miliar. Penurunan ini memperlihatkan tekanan yang cukup merata pada kripto berkapitalisasi besar.
Pada kelompok kripto menengah, USD Coin (USDC) terpantau stabil di level US$0,9998 tanpa perubahan berarti. Kapitalisasi pasarnya mencapai US$78,09 miliar, memperkuat perannya sebagai salah satu stablecoin utama di pasar.
Solana (SOL) mengalami koreksi yang lebih dalam dengan penurunan 5,55 persenke level US$86,62 dan kapitalisasi pasar sekitar US$49,49 miliar. Sementara itu, TRON (TRX) melemah lebih terbatas, yakni 1,50 persen menjadi US$0,3112 dengan kapitalisasi pasar sekitar US$29,49 miliar.
Dogecoin (DOGE) juga turun 4,58 persen ke posisi US$0,09205 dengan kapitalisasi pasar sebesar US$15,60 miliar. Aset kripto HYPE berada di level US$39,02 atau melemah 3,30 persen dalam sehari dengan kapitalisasi pasar sekitar US$9,99 miliar.
Di sisi lain, bitcoin cash (BCH) tercatat turun 2,73 persen ke US$460,69 dengan kapitalisasi pasar US$9,21 miliar. Cardano (ADA) menjadi salah satu yang mengalami penurunan paling dalam di daftar ini setelah terkoreksi 5,79 persen ke level US$0,2548 dengan kapitalisasi pasar sekitar US$9,19 miliar.
Di tengah dominasi tren penurunan tersebut, UNUS SED LEO (LEO) menjadi satu-satunya aset yang mencatat kenaikan, yakni 0,37 persen ke posisi US$9,51 dengan kapitalisasi pasar US$8,76 miliar.
Sementara itu, Chainlink (LINK) turun 4,91 persen ke level US$8,91 dengan kapitalisasi pasar sekitar US$6,31 miliar. Adapun Monero (XMR) juga melemah 4,34 persen menjadi US$327,30 dengan kapitalisasi pasar sekitar US$6,03 miliar.
Sejumlah analis menilai pergerakan pasar kripto belakangan semakin sensitif terhadap faktor makroekonomi seperti arah suku bunga, dinamika geopolitik, dan likuiditas global. Di sisi lain, mengutip The Street, analis Bloomberg Intelligence menilai perdebatan mengenai Bitcoin sebagai “emas digital” masih terlalu dini. Menurut mereka, pergerakan harga kripto tetap sangat dipengaruhi oleh siklus pasar dan kondisi makro global, sehingga tingkat volatilitasnya masih tergolong tinggi.
