Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
For
You

Morgan Stanley Bidik Bitcoin, Potensi Dana Capai US$160 Miliar

Morgan Stanley Bidik Bitcoin, Potensi Dana Capai US$160 Miliar
ilustrasi crypto bitcoin (pexels.com/Alesia Kozik)

Jakarta, FORTUNE - Potensi arus dana hingga US$160 miliar dari Morgan Stanley dinilai mampu mengubah struktur permintaan Bitcoin secara signifikan, bahkan berpeluang melampaui ukuran ETF terbesar yang ada saat ini.

Hal tersebut disampaikan Presiden dan CEO Strategy, Phong Le, melalui unggahannya di X pada 21 Maret. Ia mengungkapkan bahwa Morgan Stanley Wealth Management mengelola dana sekitar US$8 triliun dan memberikan rekomendasi alokasi Bitcoin di kisaran 0 persen hingga 4 persen dalam portofolio nasabah.

“Alokasi sebesar 2 persen akan setara dengan US$160 miliar, sekitar 3 kali ukuran IBIT. $MSBT: Bitcoin raksasa,” tulis Le, melansir Bitcoin.com.

Dengan demikian, porsi alokasi yang relatif kecil sekalipun berpotensi memicu lonjakan permintaan Bitcoin dalam skala besar, khususnya dari investor institusional. Rencana Morgan Stanley tersebut selaras dengan upaya perusahaan menghadirkan produk investasi berbasis Bitcoin melalui Morgan Stanley Bitcoin Trust.

Instrumen ini dirancang sebagai exchange-traded fund (ETF) berbasis spot yang memegang Bitcoin secara langsung serta mengikuti pergerakan harganya. Dalam dokumen pengajuan awal Form S-1 pada Januari 2026, disebutkan bahwa produk tersebut bersifat pasif tanpa memanfaatkan leverage, derivatif, maupun strategi perdagangan aktif.

ETF ini juga akan menggunakan mekanisme penciptaan dan penebusan unit oleh peserta resmi, baik dalam bentuk tunai maupun Bitcoin. Pada pembaruan dokumen Maret 2026, disebutkan bahwa ETF tersebut akan diperdagangkan di NYSE Arca dengan kode ticker MSBT. Sejumlah institusi besar, termasuk Coinbase dan The Bank of New York Mellon, akan terlibat dalam penyimpanan aset serta administrasi dana.

Melansir Bitcoin Magazine, kerangka pemikiran Le mengarah pada pertanyaan yang lebih luas, melampaui aspek teknis pengajuan, yakni seberapa besar alokasi modal yang akan ditempatkan manajer kekayaan jika BTC menjadi komponen standar dalam portofolio investasi. Morgan Stanley Wealth Management, yang mengelola aset klien bernilai triliunan dolar AS, telah memberi sinyal bahwa eksposur terhadap Bitcoin dapat berada pada kisaran nol hingga empat persen, tergantung pada profil nasabah.

Bahkan alokasi di titik tengah, seperti disampaikan Le, berpotensi menghasilkan arus dana yang melampaui ukuran produk unggulan yang sudah ada, seperti iShares Bitcoin Trust. Sejauh ini, adopsi berlangsung secara bertahap. Sejak ETF BTC spot diluncurkan pada 2024, kategori tersebut telah menarik lebih dari US$50 miliar arus masuk dana, yang sebagian besar didorong oleh investor mandiri. Di jalur penasihat investasi, tingkat adopsi masih belum merata, dipengaruhi oleh kebijakan internal, model risiko, serta permintaan klien.

Morgan Stanley sendiri telah mengambil langkah ke arah tersebut dengan mengizinkan nasabah brokerage mengakses ETF BTC spot dan secara bertahap memperluas ketersediaannya. Pengajuan MSBT menunjukkan pergeseran dari sekadar distribusi menuju kepemilikan produk secara langsung, langkah yang dapat memperdalam peran bank tersebut di pasar apabila memperoleh persetujuan.

Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) belum menetapkan jadwal keputusan, dan persetujuan juga belum dapat dipastikan. Meski demikian, pengajuan ini menandai perkembangan penting: sebuah bank besar Amerika Serikat berupaya menerbitkan ETF bitcoin spot miliknya sendiri di pasar yang sebelumnya didekati dengan sikap hati-hati.

Sebagai pembanding, ETF Bitcoin terbesar saat ini milik BlackRock, iShares Bitcoin Trust (IBIT), mencatatkan aset bersih sekitar US$54,86 miliar per 19 Maret 2026. Nilai tersebut mencakup sekitar 785.309 Bitcoin dengan aktivitas perdagangan yang tinggi serta likuiditas yang kuat. Jika Morgan Stanley mampu merealisasikan potensi aliran dana hingga US$160 miliar, maka skala ETF yang dibangun berpeluang hampir tiga kali lebih besar dibanding IBIT.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Pingit Aria
EditorPingit Aria
Follow Us

Latest in Market

See More

Morgan Stanley Bidik Bitcoin, Potensi Dana Capai US$160 Miliar

25 Mar 2026, 13:11 WIBMarket