Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install
For
You

RWA Tumbuh Eksplosif, Kapitalisasi Pasar Dekati US$40 Miliar

RWA Tumbuh Eksplosif, Kapitalisasi Pasar Dekati US$40 Miliar
ilustrasi token kripto (pexels.com/Jakub Zerdzicki)
Intinya Sih
  • Kapitalisasi pasar tokenisasi aset (RWA) melonjak ke US$39,6 miliar per Mei 2026, didorong adopsi institusi global dan minat investor ritel terhadap investasi lintas negara yang lebih fleksibel.
  • Teknologi tokenisasi memungkinkan representasi digital aset nyata seperti saham, obligasi, dan emas dengan transaksi instan serta transparansi tinggi, menarik perhatian perusahaan besar seperti BlackRock dan JPMorgan.
  • Di Indonesia, investor kini bisa membeli saham global atau emas mulai Rp11.000 melalui platform berbasis blockchain, meski tetap ada risiko teknis dan likuiditas yang perlu diwaspadai.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, FORTUNE - Transformasi pasar keuangan global kian melaju seiring pesatnya perkembangan tokenisasi aset atau Real-World Assets (RWA). Berdasarkan data RWA.xyz, per 8 Mei 2026, kapitalisasi pasar sektor ini telah mencapai US$39,6 miliar, melonjak drastis dibandingkan posisi awal 2024 yang masih berada di kisaran US$1,8 miliar.

Kenaikan tersebut didorong derasnya adopsi dari institusi keuangan global serta meningkatnya ketertarikan investor ritel terhadap akses investasi lintas negara yang lebih fleksibel dan mudah dijangkau.

Tokenisasi aset merupakan proses representasi digital aset dunia nyata, mulai dari saham Amerika Serikat, obligasi, hingga emas ke dalam bentuk token berbasis blockchain. Setiap token memiliki rasio nilai 1:1 dengan aset acuannya. Teknologi ini dinilai mampu memangkas hambatan investasi konvensional melalui transaksi instan, perdagangan tanpa batas waktu selama 24 jam, serta sistem yang lebih transparan.

Keterlibatan institusi besar seperti BlackRock, JPMorgan Chase, dan Goldman Sachs memperlihatkan bahwa tokenisasi mulai dipandang sebagai fondasi baru bagi infrastruktur keuangan modern. Firma riset McKinsey & Company bahkan memperkirakan kapitalisasi pasar sektor ini dapat menembus US$2 triliun pada 2030.

Di sisi lain, tokenisasi saham dinilai memperluas akses bagi investor ritel. Saat ini, aset seperti saham Apple, NVIDIA, maupun komoditas berbasis emas seperti PAX Gold menjadi instrumen yang paling banyak diminati. Jika sebelumnya investasi saham global dan emas fisik identik dengan modal besar serta proses administrasi yang rumit, kini transaksi dapat dilakukan dengan jauh lebih praktis.

Di Indonesia, sejumlah platform investasi telah menyediakan akses terhadap tokenized assets sehingga investor dapat membeli saham perusahaan teknologi Amerika Serikat maupun emas fisik mulai dari Rp11.000. Penerapan sistem self-custody berbasis blockchain juga memungkinkan investor memiliki kendali langsung atas aset mereka tanpa bergantung penuh pada broker atau pihak ketiga.

Perkembangan tersebut membuat tokenisasi aset dipandang bukan sekadar tren sementara di industri kripto. Teknologi ini perlahan membentuk ulang struktur investasi global dengan menggabungkan kestabilan aset riil dan efisiensi blockchain, menjadikannya salah satu sektor paling prospektif dalam ekosistem aset digital.

Meski prospeknya dinilai menjanjikan, analis tetap mengingatkan adanya sejumlah risiko yang perlu diperhatikan investor. Mulai dari potensi bug dan eksploitasi pada smart contract, keterbukaan kustodian penyimpan aset fisik, hingga risiko likuiditas ketika aktivitas perdagangan sedang rendah.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Pingit Aria
EditorPingit Aria
Follow Us

Related Articles

See More