Masih Tertekan Rupiah dan MSCI, IHSG Diprediksi Melemah Lagi

Jakarta, FORTUNE - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan kembali melemah pada Selasa (12/5), setelah ditutup turun 0,92 persen di level 6.905,6.
Technical Analyst BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS), Reza Diofanda, mengatakan, pelemahan rupiah di atas Rp17.400 per dolar Amerika Serikat (AS) menambah tekanan terhadap pasar domestik. Terutama di tengah koreksi mayoritas bursa Asia seiring dengan kenaikan harga minyak mentah, setelah Presiden AS, Donald Trump, menolak proposal damai Iran.
"Secara teknikal, IHSG masih menguji area support penting di kisaran 6.850-6.960," kata Reza dalam riset hariannya.
Menurutnya, selama level tersebut bertahan, peluang rebound masih terbuka. Akan tetapi, jika level tersebut ditembus ke bawah, maka risiko pelemahan lanjutan akan meningkat.
Pasar menantikan data penjualan ritel Indonesia, inflasi AS, serta pengumuman rebalancing indeks MSCI pada 12 Mei 2026 waktu setempat (Rabu, 13 Mei, waktu Indonesia).
Daftar saham pilihan tim BRIDS adalah PANI, PNLF, dan RAJA.
Sementara itu, Phintraco Sekuritas menambahkan, pelemahan IHSG kemarin terjadi karena sentimen negatif. Salah satunya, rencana penerapan tarif royalti tambang komoditas untuk tembaga, timah, nikel, emas dan perak.
Menteri ESDM menyatakan rencana itu ditunda. Namun Menteri Keuangan memastikan bahwa aturan penyesuaian tarif royalti perusahaan tambang akan mulai berlaku pada awal Juni 2026.
"Secara teknikal, histogram negatif MACD kembali melemah dan terjadi Death Cross Stochastic RSI di area pivot. Sehingga diperkirakan IHSG berpotensi melanjutkan pelemahan dan menguji level support di 6.750-6.850," kata tim riset Phintraco Sekuritas.
Indeks keyakinan konsumen RI relatif stabil di level 123 pada April 2026 dari 122,9 pada Maret 2026 (11/5). Persepsi terhadap kondisi ekonomi saat ini sedikit membaik, dengan sub-indeks naik 1,1 poin menjadi 116,5. Penjualan sepeda motor di pasar domestik meningkat 28,1 persen (YoY) menjadi 520.972 unit di April 2026, membaik dibandingkan penurunan 17,1 persen pada Maret 2026. Kenaikan itu terutama karena normalisasi setelah pada bulan sebelumnya terdapat libur hari raya.
Saham-saham yang disoroti oleh tim Phintraco Sekuritas adalah ASII, RMKE, GJTL, INTP, dan LSIP.
















