Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install
For
You

Indosat akan Masuk Bisnis Dark Fiber, Gaet Investor Baru

Indosat akan Masuk Bisnis Dark Fiber, Gaet Investor Baru
Konferensi Pers RUPST Indosat pada Selasa (5/5/2026). (Dok. Indosat)

Jakarta, FORTUNE - PT Indosat Tbk (ISAT) dan anak usahanya, PT Aplikanusa Lintasarta (Lintasarta), sedang menggodok kerja sama investasi di bisnis infrastruktur dark fiber. Langkah itu akan melibatkan investor baru, yakni PT Ainfrastruktur Indonesia Raya.

Rencana tersebut ditandai dengan penandatanganan 3 perjanjian yang melibatkan perseroan, Lintasarta, PT Ainfrastruktur Indonesia Raya, serta perusahaan baru yang akan bergerak di bidang tersebut.

"[Ketiga kesepakatan itu] mengatur kerangka investasi antara para pihak terkait usaha infrastruktur dark fiber dan sistem terkait yang dijalankan serta dimiliki oleh perseroan dan Lintasarta di Indonesia," kata Direktur dan Sekretaris Perusahaan Indosat, Reski Damayanti dalam keterbukaan informasi, Kamis (7/5).

Secara detail, ketiga perjanjian itu meliputi:

  • Amandemen dan pernyataan kembali atas perjanjian investasi antara perseroan, Lintasarta, dan PT Ainfrastruktur Indonesia Raya.
  • Perjanjian jual beli saham bersyarat (Conditional Sale and Purchase Agreement/CSPA) antara para penjual (ISAT dan Lintasarta) dan pembeli (perusahaan baru).
  • Perjanjian pemegang saham (Shareholders Agreement/SHA antara perseroan, Lintasarta, dan PT Ainfrastruktur Indonesia Raya.

Setelah ini, para pihak bermaksud melakukan serangkaian transaksi yang mencakup:

  • PT Ainfrastruktur Indonesia Raya akan mengakuisisi suatu perusahaan secara tidak langsung (perusahaan target) melalui perusahaan baru yang akan ditentukan kemudian.
  • Pengalihan aset jaringan kabel optik milik perseroan dan Lintasarta ke perusahaan target akuisisi.
  • Perusahaan baru perseroan dan investor akan mengambil alih perusahaan target lewat kombinasi utang, penyetoran modal dalam bentuk inbreng, dan secara tunai. Dampaknya, para pihak akan menjadi pemegang saham secara langsung di perusahaan baru tersebut. Perusahaan itu juga akan memegang mayoritas saham di perusahaan target.
  • Para pihak juga mengatur operasional dan pengelolaan perusahaan baru serta hubungan antara para pihak sebagai pemegang saham perusahaan baru.

Pada awalnya, pihak yang akan membeli perusahaan target adalah emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI), sesuai dengan perjanjian investasi pada 23 Desember 2025. Namun, pihak-pihak yang terlibat sepakat untuk mengubah ketentuan itu.

"Dengan demikian perusahaan yang akan melakukan pengambilalihan atas perusahaan target bukan lagi suatu perusahaan terbuka, melainkan perusahaan tertutup," kata Reski.

Dividen Indosat

Sebelumnya, Indosat mengumumkan pembagian dividen sejumlah hampir Rp3,58 triliun. Itu setara dengan Rp111 per saham.

Dividen tersebut akan dibagikan paling lambat 30 hari setelah pengumuman risalah resmi Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST).

"Fokus kami jelas: mempercepat eksekusi strategi AI secara disiplin. Upaya ini kami lakukan untuk mendorong kinerja yang berujung pada pertumbuhan berkelanjutan, sekaligus menghadirkan nilai nyata bagi pemegang saham, termasuk melalui pembagian dividen," kata President Director and Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, dikutip dari keterangan resminya pada Selasa (5/5).

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Pingit Aria
EditorPingit Aria
Follow Us

Related Articles

See More

Indosat akan Masuk Bisnis Dark Fiber, Gaet Investor Baru

07 Mei 2026, 11:18 WIBMarket