- Produk offshore: target kuartal-IV 2026.
- Implementasi SPPA repo: target kuartal-II 2026.
- Pengembangan ETF emas: target kuartal-I hingga kuartal-II 2026.
- Pengembangan layanan perubahan ticker code perusahaan tercatat: target kuartal-IV 2026.
- Implementasi lelang reverse repo DJPb: target kuartal-IV 2026.
- Pengembangan derivatif keuangan (UU P2SK): target April 2026.
- Implementasi SPPA PUVA: target kuartal-IV 2026.
- Enchancement sistem perdagangan karbon: target kuartal-II hingga kuartal-IV 2026.
- Penguatan nilai dan kinerja perusahaan tercatat: target kuartal-II 2026.
- Pengembangan unsponsored depositary receipt (UDR): target 2027-2028.
- Pengembangan kewajiban kuotasi dan optimalisasi peran dealer partisipan ETF: target kuartal-IV 2026 hingga kuartal-III/kuartal-IV 2027.
- Pengembangan electronic gold receipt: target 2028.
- Pengembangan orderbook call auction & non-cancel papan pemantauan khusus: target kuartal-IV 2026.
- Implementasi sponsored access (HFT): target 2026-2027.
- IDX green equiity designation: target kuartal-III 2026.
- Pengembangan e-IPO EBUS: target kuartal-IV 2026.
- Penyelarasan tata kelola indeks sesuai IOSCO's PFMI: telah dilakukan pada Desember 2025.
- Pengembangan efek digital: target 2026 hingga 2027.
BEI Susun 18 Rencana Pengembangan Pendalaman Pasar hingga 2028

Jakarta, FORTUNE - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) telah menyusun 18 rencana pengembangan dalam rangka pendalaman pasar pada periode 2026-2028.
Pejabat Sementara (Pjs.) Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, mengatakan, pendalaman pasar dilakukan secara terintegrasi dari segi pasokan, permintaan, dan infrastruktur. Langkah-langkah itu tak hanya berfokus pada respons jangka pendek terhadap dinamika pasar, tapi juga membangun fondasi struktural yang berkelanjutan untuk meningkatkan kredibilitas, daya saing, dan integritas pasar modal Indonesia.
"BEI juga senantiasa menjalankan koordinasi terpadu antarpemangku kepentingan untuk reformasi yang berkelanjutan, termasuk pengembangan indeks bersama S&P, benchmark pengembangan indeks dengan para pemangku kepentingan, penyelarasan dan masukan terkait indeks FTSE serta koordinasi dengan Anggota Bursa dan APEI," kata Jeffrey kepada Fortune Indonesia pada 28 April 2026, dikutip Selasa (5/5).
Secara detail, berikut ini 18 rencana pengembangan pendalaman pasar modal Indonesia oleh BEI dan estimasi target peluncurannya:
Selaras dengan itu, BEI bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Self-Regulatory Organization (SRO) pasar modal juga telah melakukan sejumlah langkah, di antaranya:
- Implementasi kebijakan free float minimal 15 persen sebagai upaya peningkatan likuiditas pada kuartal-I 2026.
- Perubahan regulasi pencatatan, Peraturan Bursa I-A, diterbitkan dan mulai diimplementasikan pada kuartal-I 2026.
- Publikasi data kepemilikan saham di atas 1 persen dan Ultimate Beneficial Owner (UBO) sejak Maret 2026.
- Implementasi High Shareholding Concentration (HSC) sebagai early warning system sejak April 2026.
















