Pasar Tunggu Data Ekonomi dan Review MSCI, IHSG Diprediksi Koreksi

Jakarta, FORTUNE - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan melemah pada Senin (11/5), setelah ditutup turun 2,86 persen di level 6.969 pada akhir pekan lalu.
Technical Analyst BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS), Reza Diofanda, mengatakan, secara teknikal, IHSG akan menguji level support pentingnya pada 6.900 - 6.920. Daftar saham yang ia soroti hari ini adalah MAPA, PNLF, dan BDMN.
"Pasar akan terus mencermati perkembangan isu kenaikan royalti mineral sembari menunggu beberapa rilis data penting seperti consumer confidence Indonesia dan pengumuman rebalancing MSCI di 12 Mei 2026," kata Reza dalam riset hariannya.
Pada Jumat (8/5), pelemahan IHSG disertai dengan aksi jual bersih sebesar Rp486 miliar di pasar reguler. Koreksi tersebut terjadi di tengah langkah pemerintah yang tengah mengkaji penerapan sistem bagi hasil seperti di sektor minyak dan gas bumi (migas) untuk industri pertambangan mineral dan batu bara (minerba). Kebijakan itu merangsang revisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 19 Tahun 2025.
"Alhasil saham–saham pertambangan emiten komoditas berguguran," catat Reza.
Sementara, cadangan devisa Indonesia pada akhir April 2026 tercatat sebesar US$146,2 miliar.
Dari pasar global, indeks utama di Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Jumat lalu, diikuti oleh penguatan secara mingguan. Kenaikan itu dipicu oleh data tenaga kerja AS yang lebih baik dari estimasi.
Phintraco Sekuritas melaporkan, data nonfarm payrolls menunjukkan penyerapan tenaga kerja sebanyak 115.000 pada April 2026, lebih baik dari estimasi 55.000. Tingkat pengangguran sesuai estimasi berada di level 4,3 persen. Harga minyak mentah sedikit naik, setelah AS dan Iran saling baku tembak di Selat Hormuz.
Ketegangan geopolitik di Timur Tengah akan tetap menjadi fokus pasar global di tengah gencatan senjata AS-Iran yang rentan. Di antara rilis data ekonomi, investor akan mencermati data CPI dan PPI di AS di tengah perpecahan di the Fed.
Di sisi lain, Cina akan merilis agregat moneter utama dan merilis CPI dan PPI. Investor juga menantikan pertemuan Presiden Trump dan Presiden Xi yang dijadwalkan 14-15 Mei 2026 di Beijing. Fokus utama pertemuan itu adalah krisis perang AS-Iran, di mana Trump berharap Cina dapat menekan Iran, serta membahas isu perdagangan, logam tanah jarang, dan keamanan.
Dari domestik, rencana pemerintah untuk menaikkan tarif royalti progresif terhadap sejumlah komoditas logam, termasuk nikel, tembaga, emas, perak, dan timah, menjadi sentimen negatif terhadap sektor basic material yang selama ini menjadi salah satu penopang indeks. Di sisi lain, kenaikan tarif tersebut berpotensi meningkatkan pendapatan negara.
Pada pekan ini, sejumlah data ekonomi akan dirilis, seperti indeks keyakinan konsumen, penjualan ritel, dan penjualan sepeda motor. Selain itu investor akan menantikan pengumuman review kuartalan MSCI pada 12 Mei 2026.
"Diperkirakan IHSG bergerak pada kisaran 6.850-7.100 di tengah perdagangan yang pendek pekan ini menjelang long weekend," kata tim riset Phintraco Sekuritas.
Daftar saham pilihan tim Phintraco Sekuritas hari ini adalah KLBF, MAPA, MYOR, MARK, dan ERAL.

















