- Reski Damayanti
- Apoorva Mehrotra
- Honesti Basyir
Indosat Bagi Dividen Rp3,58 Triliun dan Angkat 3 Direksi Baru

Indosat bagi dividen tunai Rp3,58 triliun atau 65% dari laba bersih 2025 sebesar Rp5,51 triliun, dengan pembayaran maksimal 30 hari setelah risalah resmi RUPST.
Perusahaan mempercepat strategi AI North Star untuk transformasi menjadi AI TechCo melalui integrasi kecerdasan buatan, pengembangan sovereign AI, cloud, dan keamanan siber.
RUPST juga mengangkat tiga direksi bar serta mencatat pertumbuhan pendapatan kuartal I-2026 sebesar 12% menjadi Rp15,2 triliun.
Jakarta, FORTUNE — PT Indosat Tbk (ISAT) menetapkan pembagian dividen tunai sebesar Rp3,58 triliun atau setara Rp111 per saham dari laba bersih tahun buku 2025. Keputusan tersebut disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada Selasa (5/5).
Nilai dividen tersebut setara 65 persen dari laba bersih perseroan sepanjang 2025 yang mencapai Rp5,51 triliun. Berdasarkan harga saham ISAT di level Rp2.130, pembagian dividen itu mencerminkan dividend yield sekitar 5,2 persen.
Perseroan menyatakan pembayaran dividen akan dilakukan paling lambat 30 hari setelah pengumuman risalah resmi RUPST.
Selain menetapkan pembagian dividen, Indosat juga menyetujui perubahan susunan direksi dan komisaris. Emiten telekomunikasi milik Ooredoo Hutchison itu juga mempertegas arah bisnis baru melalui percepatan strategi AI North Star yang menjadi fokus pertumbuhan perseroan ke depan.
Table of Content
Indosat bagi dividen 65 persen dari laba bersih 2025
Pembagian dividen ISAT dilakukan setelah perseroan membukukan laba bersih Rp5,51 triliun sepanjang 2025. Dalam keputusan RUPST, sisa laba bersih sebesar Rp1,93 triliun ditetapkan sebagai laba ditahan.
President Director and CEO Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, mengatakan pembagian dividen menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam menciptakan nilai bagi pemegang saham di tengah transformasi bisnis berbasis AI.
“Di Indosat, kami percaya bahwa setiap kemajuan harus menghadirkan dampak yang lebih luas dan bermakna. Fokus kami jelas: mempercepat eksekusi strategi AI secara disiplin. Upaya ini kami lakukan untuk mendorong kinerja yang berujung pada pertumbuhan berkelanjutan, sekaligus menghadirkan nilai nyata bagi pemegang saham, termasuk melalui pembagian dividen,” ujar Vikram dalam keterangan resmi, dikutip Kamis (7/5).
Perseroan menyebut strategi AI North Star menjadi landasan transformasi bisnis Indosat dalam beberapa tahun mendatang. Transformasi itu mencakup integrasi AI ke operasi inti perusahaan untuk meningkatkan personalisasi layanan pelanggan, efisiensi belanja modal, hingga produktivitas operasional.
Fokus ekspansi AI dan pengembangan layanan digital
Indosat tengah memperluas bisnis dari perusahaan telekomunikasi menjadi AI TechCo dengan fokus pada sovereign AI, cloud, dan keamanan siber. Perseroan juga mengembangkan AI Grid berbasis jaringan nasional dan infrastruktur pusat data untuk memperluas akses komputasi AI di Indonesia.
Salah satu langkah strategis yang dilakukan perusahaan adalah kolaborasi dengan NVIDIA yang diumumkan dalam NVIDIA GTC 2026. Kerja sama tersebut melahirkan platform Sahabat-AI yang dirancang untuk memperluas akses kecerdasan buatan di Indonesia.
Indosat menjelaskan platform tersebut dibangun menggunakan model AI terbuka NVIDIA Nemotron dan accelerated computing untuk mendukung pengembangan solusi AI lokal. Perseroan menyebut pendekatan itu menjadi fondasi pengembangan sovereign AI yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar domestik.
Pendapatan kuartal I-2026 sentuh Rp15,2 triliun
Selain memperluas bisnis AI, Indosat juga mencatat pertumbuhan operasional pada kuartal I-2026. Perseroan membukukan pendapatan Rp15,2 triliun atau naik 12 persen secara tahunan.
EBITDA tercatat Rp7,2 triliun, meningkat 13 persen secara tahunan. Sementara laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp1,5 triliun atau tumbuh 26 persen.
Kinerja tersebut ditopang pertumbuhan trafik data sebesar 25,1 persen dan kenaikan average revenue per user (ARPU) gabungan menjadi Rp45.000 atau naik 15 persen secara tahunan.
RUPST angkat tiga direksi baru
Dalam RUPST, pemegang saham juga menyetujui pengangkatan tiga anggota direksi baru, yaitu:
Selain itu, Seppalga Ahmad diangkat sebagai Komisaris Perseroan.
Reski Damayanti diketahui memiliki pengalaman lebih dari dua dekade di bidang hukum, regulasi, dan tata kelola perusahaan di sektor telekomunikasi dan FMCG di Indonesia serta Asia Tenggara.
Sementara Apoorva Mehrotra pernah menduduki sejumlah posisi strategis di Airtel dan Vodafone, termasuk sebagai Regional CEO East Africa di Airtel Africa.
Adapun Honesti Basyir merupakan mantan Direktur Utama PT Bio Farma serta pernah menjabat direktur di PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk.
Rapat juga menyetujui pemberhentian dengan hormat Ahmad Zulfikar dari posisi Direktur dan Achmad Syah Reza dari posisi Komisaris Perseroan. Perubahan susunan pengurus tersebut dilakukan untuk memperkuat kemampuan eksekusi strategi bisnis, termasuk pengembangan AI dan transformasi digital perusahaan.
FAQ seputar Indosat bagi dividen
| Kapan dividen ISAT dibagikan? | Dividen akan dibayarkan paling lambat 30 hari setelah pengumuman risalah resmi RUPST. |
| Berapa nilai dividen per saham ISAT? | Indosat membagikan dividen tunai sebesar Rp111 per saham. |
| Berapa total dividen yang dibagikan Indosat? | Total dividen tunai yang dibagikan mencapai Rp3,58 triliun. |
| Siapa saja direksi baru Indosat? | RUPST mengangkat Reski Damayanti, Apoorva Mehrotra, dan Honesti Basyir sebagai direksi baru. |

















