Rebalancing MSCI Jadi Pemberat, Laju IHSG Diprediksi Terbatas-Melemah

Jakarta, FORTUNE - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan melaju terbatas pada Rabu (13/5), setelah ditutup turun 0,68 persen di level 6.858 kemarin. Sentimen utamanya adalah pengumuman MSCI.
Technical Analyst BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS), Reza Diofanda, mengatakan, koreksi IHSG kemarin terjadi karena kondisi mata uang rupiah yang kembali menuju level tertingginya, yakni di atas Rp17.500 per dolar Amerika Serikat (AS). Pasar juga mengantisipasi pengumuman rebalancing MSCI.
"Saat ini, kami memproyeksi pergerakan harga IHSG cukup dalam kondisi tertekan akibat adanya pengumuman rebalancing MSCI Mei 2026," kata Reza dalam riset hariannya.
Dalam rilis terbaru, MSCI mengumumkan hasil evaluasi indeks yang akan efektif pada penutupan perdagangan 29 Mei 2026 dan berlaku mulai 1 Juni 2026.
MSCI menghapus sederet saham Indonesia dari MSCI Global Standard Index (AMMN, BREN, TPIA, DSSA, CUAN, dan AMRT) dan MSCI Small Cap Index (ANTM, AALI, BANK, BSDE, DSNG, SIDO, MIDI, MIKA, MSIN, TKIM, APIC, SSMS, dan TAPG). Sementara itu, saham AMRT resmi masuk ke MSCI Small Cap Index.
Tim BRIDS menilai, saham yang keluar dari MSCI berpotensi mengalami tekanan jual akibat rebalancing para dana asing dan ETF berbasis MSCI. Volatilitas pun diperkirakan meningkat menjelang akhir Mei seiring penyesuaian portofolio investor institusi.
"Tidak adanya saham baru yang masuk ke MSCI Standard juga menjadi sentimen tersendiri bagi pasar Indonesia," demikian menurut tim BRIDS.
Selain itu, ada pula sentimen dari rilis data Indeks Harga Konsumen (IHK) Amerika Serikat yang naik 3,8 persen (YoY) pada April 2026. Bureau of Labor Statistics melaporkan angka itu menjadi yang tertinggi sejak Mei 2023.
Reza pun memproyeksikan IHSG bergerak terbatas cenderung melemah, dengan level resisten terdepat pada 6.960-7.000 dan support pada 6.760-6.780. Saham-saham pilihannya hari ini adalah ARCI, INCO, dan SSIA.
Sementara itu, Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG berpotensi menguji level 6.700. Perlu diwaspadai koreksi lanjutan karena pengumuman MSCI dan menjelang libur long weekend. Saham-saham pilihan Phintraco Sekuritas adalah ADRO, ISAT, CDIA, BRPT, dan BBNI.
"Pengumuman rebalancing indeks MSCI Mei 2026, ternyata lebih banyak saham yang dikeluarkan dari perkiraan pasar sebelumnya, sehingga diperkirakan akan menjadi sentimen negatif dalam jangka pendek," kata tim riset Phintraco Sekuritas.
Menjelang pertemuan Presiden Trump dan Presiden Xi pada 13-15 Mei di Beijing, delegasi kedua negara melakukan pertemuan di Korea Selatan pada Selasa-Rabu untuk membahas mengenai perdagangan. Pada pekan lalu, menteri luar negeri Iran telah melakukan perjalanan ke Tiongkok, sehingga besar potensi masalah Iran akan dibahas dalam pertemuan Presiden Trump dan Presiden Xi. Sementara itu perkiraan meningkat bahwa Presiden Putin dapat berkunjung ke Tiongkok pada Senin (18/5).

















