Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi (IDN Times/Pitoko)

Intinya sih...

  • OJK menilai pertemuan dengan MSCI berjalan positif dan konstruktif.

  • Proposal OJK mencakup penurunan threshold disclosure, perincian data investor, dan kenaikan free float.

  • OJK berkomitmen memberikan update berkala dan memperkuat transparansi pasar modal.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memaparkan hasil pertemuan dengan penyedia indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang digelar secara daring pada Senin (2/2).

Pertemuan tersebut membahas sejumlah isu krusial pasar modal Indonesia, terutama terkait transparansi data, pengungkapan kepemilikan saham, serta likuiditas pasar.

Anggota Dewan Komisioner OJK yang membawahi pengawasan pasar modal, Hasan Fawzi, menyebut diskusi dengan MSCI berlangsung positif dan konstruktif.

Dalam pertemuan itu, MSCI juga menyatakan kesediaannya memberikan panduan teknis terkait metodologi dan perhitungan indeks yang mereka gunakan dalam evaluasi pasar.

Pertemuan OJK, BEI, KSEI, dan MSCI berlangsung positif

Hasan menjelaskan pertemuan tersebut melibatkan OJK, Bursa Efek Indonesia (BEI), Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), serta perwakilan Danantara. Diskusi difokuskan pada upaya penyelarasan kebijakan pasar modal Indonesia dengan standar global yang diterapkan MSCI.

“Diskusi pertemuan (bersama MSCI) sangat baik, kami mencanangkan akan melakukan pembahasan di level teknis, pihak MSCI menyediakan dan memberi guidance tentang metodologi dan perhitungan yang akan dilakukan,” ujar Hasan dalam konferensi pers di Gedung BEI, Selasa (3/2).

Ia menambahkan, OJK akan menyampaikan pembaruan secara berkala kepada publik terkait perkembangan pembicaraan dengan MSCI sebagai bagian dari komitmen transparansi otoritas dan pelaku pasar.

“Mudah-mudahan progres baik hingga evaluasi akhir,” kata Hasan.

Isu MSCI selaras dengan program reformasi OJK

Dalam pertemuan tersebut, OJK menegaskan bahwa langkah-langkah yang telah dan sedang dilakukan regulator sejalan dengan perhatian utama MSCI.

Hasan menyampaikan bahwa isu yang menjadi sorotan MSCI selaras dengan delapan program aksi reformasi pasar modal yang dicanangkan OJK.

“Untuk reminder saja apa yang jadi concern MSCI sangat selaras dengan 8 program aksi OJK yang dicanangkan Bu Kiki, termasuk soal transparansi, pengungkapan beneficial owner hingga terkait likuiditas dan free float pasar modal kita,” ungkap Hasan.

Ia menjelaskan, fokus MSCI tidak hanya pada aspek likuiditas, tetapi juga kualitas data investor, keterbukaan kepemilikan saham, serta struktur pasar yang mendukung perdagangan yang lebih dalam dan efisien.

Tiga proposal utama OJK untuk menjawab concern MSCI

Secara umum, OJK bersama BEI dan KSEI telah mengajukan proposal solusi untuk menjawab dua isu utama yang menjadi perhatian MSCI. Hasan merinci setidaknya ada tiga langkah konkret yang disampaikan dalam pertemuan tersebut.

Pertama, terkait pengungkapan kepemilikan saham. OJK telah memperbarui ketentuan disclosure dari sebelumnya hanya kepemilikan di atas 5 persen menjadi di atas 1 persen. Kebijakan ini ditujukan untuk meningkatkan transparansi struktur kepemilikan emiten.

Kedua, OJK akan menghadirkan klasifikasi investor yang lebih rinci pada data yang dikelola KSEI. Jika sebelumnya hanya terdapat sembilan tipe investor, ke depan data tersebut akan dirinci menjadi 27 subtipe investor, sekaligus memunculkan pengungkapan ultimate beneficial owner (UBO) secara lebih jelas.

“Yang kita ketahui saat ini terbatas hanya di 9 tipe investor utama, nanti akan dirinci menjadi 27 sub tipe investor yang lebih memunculkan klasifikasi dan juga kredibilitas pengungkapan UBO dari pemilik saham tersebut,” ujar Hasan.

Ketiga, OJK menyampaikan proposal penyesuaian batas minimum free float saham. Rencana tersebut mencakup kenaikan free float dari 7,5 persen menjadi 15 persen, yang akan dilakukan secara bertahap dan melibatkan seluruh pelaku pasar.

Komitmen update dan kehadiran OJK di BEI

Hasan juga menegaskan komitmen OJK untuk terus memberikan pembaruan kepada publik mengenai progres komunikasi dengan MSCI.

Selain itu, sesuai komitmen awal, dirinya bersama tim pengawas pasar modal akan tetap berkantor di Gedung BEI hingga kondisi pasar dinilai kembali kondusif.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan koordinasi intensif antara regulator, SRO, dan pelaku pasar dalam merespons dinamika pasar modal serta menjaga kepercayaan investor, termasuk investor global yang menggunakan indeks MSCI sebagai acuan investasi.

FAQ seputar hasil pertemuan OJK dengan MSCI

Apa hasil utama pertemuan OJK dengan MSCI?

Pertemuan menghasilkan kesepahaman atas proposal OJK terkait transparansi data, klasifikasi investor, dan rencana peningkatan free float.

Isu apa yang paling disorot MSCI?

MSCI menyoroti transparansi kepemilikan saham, pengungkapan beneficial owner, dan likuiditas pasar.

Apakah OJK akan memberikan update lanjutan?

Ya, OJK berkomitmen menyampaikan pembaruan secara reguler kepada publik.

Editorial Team