Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install

IHSG di 5.863, Masih Turun atau Berpeluang Technical Rebound?

3 min read
IHSG di 5.863, Masih Turun atau Berpeluang Technical Rebound?
Ilustrasi perdagangan di bursa saham. (Fortune Indonesia/Tanayastri Dini)
  • IHSG ditutup turun 1,33 persen ke 5.863,78 dan berpotensi melemah lagi; support 5.745 menjadi krusial, sementara penembusan level itu membuka risiko menuju 5.600.
  • Lonjakan PPI AS September memperbesar kekhawatiran suku bunga tinggi lebih lama, yang dapat menjaga volatilitas global dan menekan aset berisiko di pasar negara berkembang.
  • Mirae Asset melihat peluang technical rebound melalui konsolidasi, didukung net buy asing, rotasi ke saham defensif dan komoditas, serta kesiapan Danantara menambah investasi hingga US$1 miliar.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan kembali menurun pada Jumat (16/10), setelah ditutup melemah 1,33 persen ke level 5.863,78 kemarin (15/10) sore.

Technical Analyst BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS), Reza Diofanda, mengatakan, IHSG telah menembus neckline head and shoulders di 6.000, dengan MACD negatif dan indeks di bawah MA20 atau 6.133. Tekanan bearish berpotensi berlanjut, tetapi indeks diperkirakan bergerak dalam rentang 5.745-5.920 selama belum ada katalis signifikan.

"Jika support 5.745 ditembus, risiko pelemahan terbuka menuju 5.600. Sebaliknya, resisten 5.920-6.000 menjadi area konfirmasi pemulihan," kata Reza.

Risiko pelemahan IHSG makin besar setelah PPI Amerika Serikat (AS) periode September melonjak 1,3 persen (MoM), jauh di atas konsensus 0,5 persen, dengan inflasi produsen tahunan mencapai 6,3 persen. Lonjakan harga energi 10,8 persen (MoM) serta kenaikan biaya jasa mengindikasikan tekanan harga meluas ke rantai produksi.

Reza menilai, sentimen itu berpotensi menjaga volatilitas pasar global, meningkatkan ekspektasi suku bunga tinggi lebih lama, dan menekan aset berisiko emerging markets.

"Namun, arah dolar AS dan yield US Treasury tetap perlu dicermati sebagai konfirmasi respons pasar," ujarnya.

Saham-saham yang masuk dalam pantauan tim BRIDS hari ini adalah MYOR, BSDE, dan PWON.

Di sisi lain, Mirae Asset Sekuritas menilai, secara teknikal, ruang penurunan IHSG diperkirakan terbatas karena telah mencapai salah satu bagian dari “wave (X)”. Dengan demikian, momentum penguatan diperkirakan mulai terbentuk.

Berdasarkan indikator teknikal, sinyal kedua Stochastics K_D dan RSI adalah negatif, namun volume perdagangan meningkat. Pada perdagangan Jumat, IHSG diperkirakan berada dalam kondisi yang cenderung variatif dengan kecenderungan bergerak konsolidasi dalam rangka mengumpulkan momentum, sehingga peluang technical rebound tetap terbuka ke depannya.

"Bahkan investor asing justru mencatatkan net foreign buy sekitar Rp520,03 miliar di pasar reguler pada perdagangan kemarin," kata Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji.

Menurutnya, dinamika domestik diwarnai oleh rotasi sektor investor lokal yang bergeser ke arah saham-saham defensif dan komoditas pendukung, seperti misalnya emiten konsumer, emiten perbankan big-cap (seperti BBCA, BBNI, BBRI, dan BBTN) serta emiten energi dan pertambangan mendapatkan katalis positif dari tingginya harga komoditas global. Bahkan aksi bargain hunting pada saham-saham berfundamental baik berpotensi menopang indeks dalam jangka pendek, apalagi dalam rangka antisipasi rilis laporan kinerja keuangan (laba/rugi) emiten untuk kuartal III-2026.

Di sisi lain, terdapat potensi penahan penurunan melalui langkah reformasi pasar modal melalui koordinasi antara Danantara, Kementerian Keuangan, OJK, BEI, dan Bank Indonesia, serta kemungkinan dukungan investasi dari Danantara terhadap pasar modal.

"Bagi IHSG, komunikasi kebijakan yang lebih terkoordinasi berpotensi mengurangi ketidakpastian mengenai arah reformasi dan memperkuat persepsi investor terhadap tata kelola pasar modal," ujar Nafan.

Sementara itu, Danantara menyatakan kesiapan untuk menambah investasi hingga US$1 miliar di pasar modal sampai akhir 2026, dengan mempertimbangkan valuasi dan prospek investasi. Dana tersebut berpotensi memberikan tambahan permintaan terhadap saham-saham yang dinilai memiliki fundamental kuat dan harga menarik setelah koreksi.

Saham-saham yang masuk daftar pantau Mirae Asset hari ini adalah ANTM, BRMS, dan CMRY.

    Share Article
    Editorial Team

    Related Articles

    See More