Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
For
You

IHSG Diproyeksi Konsolidatif Dibayangi Profit Taking, Ini Sentimennya

Layar yang menunjukkan laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI). (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)
Layar yang menunjukkan laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI). (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)

Jakarta, FORTUNE - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan bergerak konsolidatif pada Senin (12/1), setelah ditutup naik 0,13 persen pada level 8.936,75.

Phintraco Sekuritas menilai, secara teknikal, indikator stochastic RSI IHSG membentuk death cross di area overbought. Histogram MACD masih di area positif, namun momentumnya mulai melemah.

"Sehingga diperkirakan IHSG akan cenderung berkonsolidasi pada kisaran 8.860-9.000 pada pekan ini, selama tidak ditutup di atas level 9.000," kata tim riset Phintraco Sekuritas.

Indeks di bursa Asia ditutup mixed pada perdagangan Jumat (9/1), di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik dan mencermati data inflasi Tiongkok.

Saham sektor pertahanan berlanjut menguat karena investor masih mencermati perkembangan geopolitik. Inflasi di Tiongkok meningkat menjadi 0,8 persen (YoY) pada Desember 2025 dari 0,7 persen (YoY) pada November 2025, yang merupakan level tertinggi sejak Februari 2023. Data itu juga menunjukkan kenaikan inflasi selama tiga bulan berturut-turut yang didorong oleh kenaikan harga makanan, setelah sebelumnya cenderung mengalami deflasi.

Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Indonesia melemah pada level 123,5 pada Desember 2025, dari 124 pada November 2025, akibat penurunan sebagian besar dari enam sub-indeks utama.

Sementara itu penjualan sepeda motor domestik meningkat 14,5 persen YoY menjadi 461.925 unit pada Desember 2025. Pertumbuhan penjualan tersebut berakselerasi dari kenaikan sebesar 2,1 persen (YoY) pada November 2025. Sehingga sepanjang tahun 2025, penjualan sepeda motor domestik tumbuh 1,3 persen (YoY) mencapai 6,4 juta unit, mencapai kisaran bawah target AISI yang sekitar 6,4 juta sampai 6,7 juta unit.

Namun pertumbuhan pada 2025 tersebut lebih rendah dibandingkan pertumbuhan pada 2024 yang sebesar 1,5 persen (YoY). 

Saham-saham yang dapat diperhatikan pada perdagangan pekan ini, yakni: CENT, AGII, GJTL, ASRI, MEDC, dan SMBR.

Di lain sisi, BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) memprediksi IHSG hari ini tertahan ruang kenaikan lanjutan setelah penguatan terbatas akibat aksi pengambilan keuntungan investor.

Technical Analyst BRIDS, Reza Diofanda, mengatakan, secara teknikal 1 jam, IHSG saat ini tengah menguji support 8.895-8.916. Peluang rebound jangka pendek masih terbuka walaupun relatif terbatas, dengan resisten berada di 8.979-8.995.

"Pelaku pasar akan mencermati rilis data IKK Indonesia, sedangkan dari eksternal, perkembangan konflik Amerika Serikat-Venezuela berpotensi memicu volatilitas jangka pendek pada harga komoditas, khususnya emas dan minyak," kata Reza dalam risetnya.

Daftar saham pilihannya hari ini, yaitu: BRMS, PSKT, dan KIJA.

Share
Topics
Editorial Team
Pingit Aria
EditorPingit Aria
Follow Us

Latest in Market

See More

Harga Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) Hari Ini, 12 January 2026

12 Jan 2026, 09:45 WIBMarket