IHSG Diproyeksi Lanjutkan Tren Bearish di Tengah Penantian Data Cadev

- IHSG diperkirakan melanjutkan tren bearish setelah melemah 4,2 persen ke level 5.594, dengan area support penting di 5.555–5.480 dan resisten di kisaran 5.700–5.800.
- Pelemahan IHSG dipicu aksi jual asing Rp3,72 triliun serta kekhawatiran terhadap revisi UU P2SK, tekanan rupiah, dan defisit APBN yang mencapai Rp180,4 triliun.
- Dari global, lonjakan data tenaga kerja AS memperkuat ekspektasi suku bunga tinggi The Fed, sementara ketegangan Timur Tengah menambah sentimen risk-off di pasar.
Jakarta, FORTUNE - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan melanjutkan tren bearish pada perdagangan Senin (8/6), setelah ditutup melemah 4,2 persen ke level 5.594.
Technical Analyst BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS), Reza Diofanda, mengatakan, secara teknikal, potensi volatilitas IHSG masih tinggi. Area support 5.555-5.480 menjadi support krusial, sedangkan resisten terdekat berada di kisaran 5.700-5.800.
"Pelaku pasar akan mencermati rilis data cadangan devisa [hari ini] dan pergerakan rupiah sebagai katalis utama arah pasar selanjutnya," kata Reza dalam riset hariannya.
Tim BRIDS menyoroti saham DAAZ dan PSAB pada perdagangan hari ini.
Sebelumnya, koreksi signifikan IHSG pada Jumat (5/6) diiduku oleh aksi jual asing senilai Rp3,72 triliun di pasar reguler. Pelemahan pasar dipengaruhi oleh meningkatnya kekhawatiran investor terahdap tekanan nilai tukar rupiah, implikasi revisi UU P2SK terhadap persepsi independensi regulator keuangan, serta perkembangan penilaian peringkat kredit Indonesia.
Lebih lanjut, Mirae Aset Sekuritas Indonesia mengatakan, para pelaku pasar mencerna beberapa rumor dan ketidakjelasan kebijakan pemerintah, termasuk kekhawatiran terkait revisi UU P2SK itu. Selain itu, realisasi defisit APBN hingga Mei 2026 yang dicatat pada Rp180,4 triliun (0,7 persen dari PDB) menyebabkan terjadinya capital outflow.
Dari global, hasil perilisan US Nonfarm Payrolls per Mei pada akhir pekan lalu yang melonjak sebanyak 172.000 pekerjaan, jauh melampaui consensus di kisaran 85.000 pekerjaan. Itu memperkokoh narasi bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga tinggi dalam jangka waktu yang lebih lama, sehingga menyebabkan yield obligasi AS cenderung naik.
Di sisi lain, sentimen risk-off di pasar global diperparah oleh situasi di Timur Tengah yang kembali memanas, dimana kebuntuan dalam negosiasi damai antara AS-Iran, serta penolakan gencatan senjata Israel-Lebanon oleh kelompok Hizbullah membuat investor global cenderung bersikap prudent.
"Secara teknikal, pergerakan IHSG sudah dalam kondisi extremely oversold berdasarkan indikator RSI meskipun fase downtrend terbentuk. Sementara itu, indikator Stochastics K_D dan RSI masih menunjukkan sinyal negatif, didukung penurunan volume," jelas Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, M. Nafan Aji Gusta.
Ia memproyeksikan IHSG hari ini bergeerak di kisaran support 5.491 dan 5.390 serta resisten di 5.733 dan 5.839. Saham-saham yang disoroti Mirae adalah ADMR, DEWA, dan KLBF.










