Jakarta, FORTUNE - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan kembali melemah pada Selasa (20/10), setelah ditutup turun 3,64 persen ke 4.996,61 pada penutupan perdagangan Senin (19/10).
Technical Analyst BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda, mengatakan, untuk perdagangan Selasa, perhatian tertuju pada reformasi lanjutan BEI, termasuk rencana mengeluarkan 80 saham kategori High Shareholding Concentration (HSC) dari perhitungan IHSG. Saham-saham tersebut memiliki bobot sekitar 18 persen terhadap indeks.
Kebijakan ini ditujukan untuk meningkatkan transparansi dan kredibilitas indeks, tetapi bukan delisting. "Pasar masih menantikan kejelasan implementasi serta bukti perbaikan yang dapat meredakan kekhawatiran MSCI dan risiko capital outflow," kata Reza.
Secara teknikal, IHSG masih dalam tekanan bearish setelah breakdown dari neckline 6.000. MACD berada di area negatif dengan momentum bearish yang menguat. Support Fibonacci berada di 4.953, disusul 4.757; jika area pertama ditembus, risiko pelemahan lanjutan terbuka.
Sementara itu, 5.100 menjadi resisten awal, lalu diikuti 5.340. Reza mengatakan, selama IHSG belum mampu merebut kembali area resisten, peluang pemulihan masih terbatas.
Daftar saham pilihan tim BRIDS hari ini adalah INCO, AADI, dan BUKA.
Di sisi lain, Kiwoom Sekuritas Indonesia menilai, secara teknikal, IHSG Kembali bergerak turun tapi sedikit rebound dari titik terendahnya. RSI (14) turun ke level 14,82, menunjukkan kondisi oversold sehingga membuka peluang technical rebound.
Jika IHSG mampu rebound di atas level 4.999, ada peluang menguat ke resisten terdekat di level 5.100-5.185, jika break lanjut kembali menguji 5.332. Namun, jika tekanan jual berlanjut, indeks berpotensi melanjutkan pelemahan menuju area 4.456 (FR 161,8 persen), 4.173/4000.
"Investor disarankan tetap berhati-hati, menerapkan strategi buy on weakness secara selektif, serta menunggu konfirmasi pembalikan arah sebelum melakukan akumulasi lebih agresif," kata Head of Research Kiwoom Sekuritas, Liza Camelia.
Saham-saham yang masuk pantauan tim Kiwoom adalah AADI, HMSP, INDF, dan TAPG.
