Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Ilustrasi perdagangan di bursa saham. (Fortune Indonesia/Tanayastri Dini)
  • IHSG ditutup naik 0,32 persen ke 4.919,77 setelah memantul dari support Fibonacci 4.830–4.761, namun tren bearish masih dominan menurut indikator teknikal BRIDS.
  • Indeks berpeluang menguji resistensi 4.962–5.000, dengan risiko kembali melemah ke 4.830–4.761 bila gagal menembusnya; BRIDS menyoroti BBCA, ICBP, dan PGAS.
  • Sentimen dipengaruhi stabilitas domestik, isu politik, data AS, serta kekhawatiran MSCI, rupiah, dan arus asing; Mirae memilih ANTM, BRIS, dan INDF.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan dapat kembali menguat pada perdagangan Kamis (5/11), setelah ditutup naik 0,32 persen ke level 4.919,77 kemarin.

Technical Analyst BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS), Reza Diofanda, mengatakan, secara teknikal, IHSG mulai menunjukkan technical rebound setelah menyentuh area support Fibonacci 4.830–4.761. Namun, indeks masih bergerak jauh di bawah MA20 (5.420), sementara MACD berada di area negatif dengan garis MACD (-297) masih di bawah signal line (-271).

"Hal ini mengindikasikan tren bearish masih dominan meskipun tekanan jual mulai mereda," kata Reza.

Untuk perdagangan berikutnya, IHSG berpeluang menguji resisten 4.962–5.000. Jika belum mampu menembus area tersebut, risiko pelemahan kembali menuju 4.830–4.761 masih perlu diwaspadai. Resisten berikutnya berada di 5.137.

Berdasarkan sentimen, dari domestik, KSSK menyatakan stabilitas sistem keuangan masih terjaga dan memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia 2026 sebesar 5,4–5,5 persen.

Namun, pasar masih perlu mencermati isu penyadapan yang melibatkan sejumlah pejabat tinggi Polri karena berpotensi menambah ketidakpastian politik dan persepsi risiko investasi.

Dari global, hasil Pemilu Sela AS menjadi perhatian terhadap arah kebijakan pemerintahan Trump, sementara data JOLTS September menunjukkan lowongan kerja meningkat menjadi 7,523 juta, melampaui ekspektasi 7,10 juta. Data tersebut dapat memengaruhi ekspektasi kebijakan The Fed dan pergerakan dolar AS.

Daftar saham yang disoroti oleh tim BRIDS adalah BBCA, ICBP, dan PGAS.

Sementara itu, Mirae Asset Sekuritas menilai, secara teknikal, pergerakan IHSG sedang membentuk pola dead cat bounce setelah sebelumnya menunjukkan pola bullish pin bar. Dengan demikian, indeks berada dalam fase antara pemulihan (rebound) dan potensi penurunan lanjutan (breakdown).

Selain itu, kedua indikator Stochastics K_D dan RSI memberikan sinyal negatif, sementara volume perdagangan mengalami penurunan.

Dari sisi global, pergerakan bursa saham Wall Street menunjukkan bahwa sentimen pasar mulai membaik setelah hasil pemilu sela AS memberikan kejelasan terhadap arah politik dan kebijakan pemerintahan ke depan. Kemenangan Partai Demokrat yang berhasil menguasai mayoritas kursi di Senat dan House of Representatives memang berpotensi membatasi ruang gerak Presiden Donald Trump dalam menjalankan agenda legislasi, termasuk kebijakan fiskal, perdagangan, dan belanja pemerintah.

"Namun, dari perspektif pasar modal, hasil tersebut justru mengurangi ketidakpastian politik yang selama ini menjadi salah satu faktor penghambat keputusan investasi," kata Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji.

Sentimen positif Wall Street berpotensi memberikan efek psikologis terhadap perdagangan BEI, terutama melalui peningkatan kepercayaan investor dan peluang membaiknya risk appetite terhadap emerging markets. Namun, dampaknya terhadap IHSG kemungkinan belum terlalu signifikan apabila persoalan domestik, seperti ketidakpastian MSCI, tekanan nilai tukar rupiah, risiko arus keluar modal asing, serta persepsi risiko investasi Indonesia, masih membayangi pasar.

Para investor akan mencermati efektivitas langkah OJK dan BEI dalam meningkatkan transparansi kepemilikan saham, memperbaiki kualitas free float, serta memperkuat pengawasan terhadap praktik manipulasi perdagangan. Kekhawatiran terhadap potensi reklasifikasi Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market masih berpotensi memicu aksi jual asing.

Saham-saham pilihan Mirae Asset hari ini adalah ANTM, BRIS, dan INDF.

Editorial Team

Related Article