Jakarta, FORTUNE - Indeks Harga Saham Gabungan diproyeksi kembali melemah pada perdagangan Kamis (17/9), setelah ditutup turun 0,38 persen ke 6.436,85 kemarin.
Technical Analyst BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS), Reza Diofanda, mengatakan, secara teknikal, IHSG masih berada dalam tekanan setelah breakdown MA20 di 6.548 dan rising wedge, dengan MACD bearish crossover yang mengindikasikan momentum negatif masih dominan.
Menurutnya, selama belum kembali di atas 6.585, IHSG berpotensi melanjutkan pengujian support 6.390, dengan 6.220 sebagai support berikutnya. "Sebaliknya, reclaim 6.585 dapat membuka ruang technical rebound menuju 6.705," kata Reza.
Sentimen berikutnya akan beralih dari keputusan suku bunga ke guidance The Fed. The Fed telah menaikkan Fed Funds Rate 25 bps ke 3,75–4,00 persen secara unanimous, sesuai ekspektasi pasar. Namun, proyeksi pejabat The Fed masih menunjukkan potensi pengetatan lanjutan, sementara Ketua Fed menegaskan inflasi masih terlalu tinggi dan belum menunjukkan perbaikan yang cukup berarti.
Dengan UST 10Y di sekitar 5 persen, DXY mendekati 100, serta harga minyak yang masih tinggi, perhatian pasar domestik selanjutnya akan tertuju pada dampaknya terhadap rupiah, aliran dana asing ke pasar Indonesia, dan ruang kebijakan BI, sekaligus implementasi kebijakan awal Menteri Keuangan Suahasil Nazara.
Daftar saham pilihan tim BRIDS hari ini adalah INCO, BRMS, dan JARR.
Head of Research Kiwoom Sekuritas, Liza Camelia, menambahkan, sentimen pasar cenderung negatif karena investor mulai memperhitungkan kemungkinan berlanjutnya pengetatan moneter Amerika Serikat (AS). Pasar pun mencermati tekanan pada sektor teknologi setelah muncur kekhawatiran mengenai keamanan dan pengembangan AI.
Secara teknikal, IHSG kembali mengalami koreksi dan ditutup di level 6.436,85, berada di bawah EMA10 (6.537) dan EMA20 (6.516), serta menembus ke bawah Fibonacci retracement 38,2 persen di 6.451.
Namun, IHSG masih bertahan tipis di atas EMA50, yakni 6.430. Liza menilai, tekanan koreksi belum sepenuhnya mengubah tren menengah. Posisi itu menunjukkan momentum jangka pendek cenderung bearish, dengan area 6.430 dan 6.377 menjadi support penting yang perlu dipertahankan.
RSI (14) turun ke 46,23, kembali berada di bawah level 50 dan menunjukkan momentum bullish mulai melemah. Apabila IHSG gagal bertahan di atas 6.430–6.377, tekanan koreksi berpotensi berlanjut menuju 6.290 (FR 61,8 persen).
Sebaliknya, apabila terjadi rebound, IHSG perlu kembali menembus 6.451–6.516, dilanjutkan 6.537–6.552 sebagai resisten terdekat sebelum menguji area 6.723.
Ia menyarankan investor untuk wait & see sambil mencermati kemampuan IHSG bertahan di atas 6.430–6.377 sebagai area support kunci. "Investor yang telah memperoleh keuntungan dapat menerapkan trailing stop atau profit taking secara bertahap, sementara akumulasi beli sebaiknya dilakukan secara selektif setelah muncul konfirmasi rebound dan IHSG kembali menembus area resisten terdekat," kata Liza.
Saham-saham pilihannya adalah AADI, DSSA, MBMA, dan PWON.
