Jakarta, FORTUNE - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berharap para investor dapat memanfaatkan momentum koreksi IHSG untuk masuk ke pasar saham dan secara selektif memilih saham-saham yang masih prospektif. Koreksi yang dimaksud berkaitan dengan pengumuman rebalancing MSCI Mei 2026.
Menurut Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, pandangan itu dilandasi oleh price to earning ratio (PER) IHSG yang berada di level 16 kali.
"PER IHSG sekarang sudah jauh di bawah posisi saat terjadi all time high di pertengahan Januari. Bahkan secara peer regional tingkat rata-rata PER saham-saham kita berada di bawah PER rata-rata bursa lainnya," ujar Hasan dalam Konferensi Pers di Bursa Efek Indonesia, Rabu (13/5).
Ia juga menyebut koreksi pasar yang terjadi akibat pengumuman hasil rebalancing MSCI Mei 2026 masih dalam rentang wajar. Pelemahan saham-saham yang terdampak rebalancing tidak mencapai auto reject bawah (ARB) atau harga terbawah yang diizinkan.
"Frekuensi, volume, serta nilai transaksi juga cukup baik, secara rata-rata tidak ada perbedaan, normal dibandingkan hari-hari sebelumnya. Jadi ini juga menunjukkan tidak adanya upaya panic selling atau reaksi satu arah berupa penjualan saham tanpa diimbangi pembelian," kata Hasan.
Dikutip dari IDX Mobile, IHSG terkoreksi 1,81 persen persen ke level 6.734,54 pada akhir perdagangan sesi I. Volume transaksinya mencapai 24,7 miliar saham; dengan nilai transaksi Rp10,2 triliun dan frekuensi transaksi 1,46 juta kali.
Sementara itu, berikut ini pergerakan saham-saham yang terdampak rebalancing MSCI Mei 2026 pada penutupan perdagangan sesi I:
AMMN: -11,30 persen.
BREN: -8,31 persen.
TPIA: -14,26 persen.
DSSA: -10,30 persen.
CUAN: -11,11 persen.
AMRT: -1,77 persen.
ANTM: -2,24 persen.
AALI: -5,26 persen.
BANK: -4,71 persen.
BSDE: -3,29 persen.
DSNG: -3,57 persen.
SIDO: -4,72 persen.
MIDI: -7,14 persen.
MIKA: -5,21 persen.
MSIN: -14,81 persen.
TKIM: -4,95 persen.
APIC: 1,15 persen.
SSMS: -7,52 persen.
TAPG: stagnan di Rp1.890.
