Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Indika Energy Rampungkan Penerbitan Obligasi US$100 juta
Dok. Indika Energy
  • PT Indika Energy Tbk menerbitkan obligasi senior senilai US$100 juta dengan bunga tetap 8,75 persen per tahun dan jatuh tempo pada 2029.
  • Dana hasil penerbitan akan digunakan untuk pengembangan proyek tambang emas PT Masmindo Dwi Area di Sulawesi Selatan sebagai bagian dari diversifikasi bisnis non-batubara.
  • Obligasi dijamin melalui corporate guarantee beberapa anak usaha dan tidak tergolong transaksi material karena nilainya di bawah 20 persen dari total ekuitas perseroan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE - PT Indika Energy Tbk (INDY) merampungkan penerbitan surat utang senior senilai US$100 juta dengan tingkat bunga tetap sebesar 8,75 persen per tahun dan jatuh tempo pada 2029.

Sekretaris Perusahaan Indika Energy, Adi Pramono, mengatakan seluruh dana hasil penerbitan obligasi akan dialokasikan untuk belanja modal pengembangan proyek tambang emas milik PT Masmindo Dwi Area di Sulawesi Selatan, anak usaha yang dimiliki sepenuhnya oleh perseroan.

"Transaksi ini dilakukan untuk mendukung upaya transisi perseroan yang lebih luas dari bisnis batubara menuju portofolio bisnis yang lebih terdiversifikasi," ujarnya dalam keterang resmi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (19/5).

Adi mengungkapkan, surat utang ini dijamin secara tanpa syarat dan tidak dapat ditarik kembali melalui corporate guarantee dari sejumlah entitas anak usaha, yakni PT Indika Inti Corpindo, PT Tripatra Multi Energi, PT Tripatra Engineering, PT Tripatra Engineers and Constructors, serta Tripatra (Singapore) Pte. Ltd. Seluruh entitas tersebut merupakan anak perusahaan terkendali yang dimiliki penuh, baik secara langsung maupun tidak langsung oleh perseroan.

Selain corporate guarantee, transaksi juga mencakup pemberian gadai saham oleh anak perusahaan penjamin. Perseroan menyebut skema tersebut tergolong transaksi afiliasi.

Meski demikian, penerbitan surat utang baru itu tidak dikategorikan sebagai transaksi material sebagaimana diatur dalam POJK Nomor 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha. Nilai penerbitan obligasi tersebut tercatat masih di bawah 20 persen dari total ekuitas perseroan berdasarkan laporan keuangan konsolidasian audit per 31 Desember 2025.

Pada 2025, INDY mencatat pendapatan sebesar US$2,03 miliar, turun 16,8 persen dari US$2,44 miliar pada 2024. Sejalan dengan itu laba bersih perusahaan tercatat sebesar US$6,02 juta, turun 40,3 persen dari US$10,08 juta.

Dari sisi neraca, total aset INDY tercatat US$2,93 miliar atau Rp48,93 triliun, turun 1,0 persen pada akhir 2025. Liabilitas sebesar US$1,58 miliar dan ekuitas sebesar US$1,34 miliar.

Editorial Team

EditorEkarina .