Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
akuisisi
ilustrasi akuisisi (unsplash.com/mina rad)

Intinya sih...

  • INET akuisisi saham PADA sebesar 53,57 persen dengan nilai Rp106,39 miliar.

  • Transaksi tidak memerlukan RUPS dan bukan transaksi afiliasi.

  • Akuisisi memperluas bisnis INET ke layanan outsourcing dan SDM terintegrasi.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE — PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) resmi melakukan langkah korporasi strategis melalui akuisisi saham PT Personel Alih Daya Tbk (PADA).

Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), INET mengambil alih sebanyak 1.687.455.000 lembar saham PADA, setara 53,57 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh, sehingga menjadikannya sebagai pemegang saham pengendali.

Transaksi INET akuisisi saham PADA tersebut dilakukan dengan nilai Rp106,39 miliar, yang setara 29,41 persen dari total ekuitas INET berdasarkan laporan keuangan konsolidasian per 30 September 2025.

Penjual dalam transaksi ini adalah Koperasi Pegawai Indosat (Kopindosat), yang sebelumnya merupakan pemegang saham mayoritas PADA.

Nilai transaksi dan struktur kepemilikan pasca akuisisi INET terhadap saham PADA

Mengacu pada keterbukaan informasi, INET membeli saham PADA dengan harga Rp63 per lembar, sehingga total nilai transaksi mencapai Rp106,39 miliar. Nilai tersebut tercatat 6,91 persen lebih tinggi dari nilai pasar yang dihitung oleh penilai independen sebesar Rp99,52 miliar.

Sebelum transaksi, Kopindosat menguasai 59,86 persen saham PADA. Setelah penyelesaian akuisisi, struktur kepemilikan berubah signifikan. INET kini memegang 53,57 persen saham, sementara porsi Kopindosat turun menjadi 6,29 persen.

Kepemilikan lainnya tetap dimiliki oleh pemegang saham lama, termasuk Sigit Kuntjahjo yang menggenggam 11,57 persen, serta publik dengan porsi 28,57 persen.

Meski nilai transaksi tergolong transaksi material, INET menegaskan bahwa aksi korporasi ini tidak memerlukan persetujuan RUPS karena nilainya masih berada di bawah ambang batas 50 persen dari ekuitas perseroan, sesuai ketentuan pasar modal yang berlaku.

Bukan transaksi afiliasi atau benturan kepentingan

Manajemen INET juga menegaskan bahwa akuisisi ini bukan merupakan transaksi afiliasi maupun transaksi benturan kepentingan sebagaimana diatur dalam POJK Nomor 42 Tahun 2020.

Tidak terdapat hubungan afiliasi antara INET sebagai pembeli saham dengan Kopindosat sebagai penjual.

Penegasan ini menjadi bagian dari kewajiban keterbukaan informasi kepada publik guna memastikan transparansi dan kepatuhan terhadap regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Alasan strategis di balik akuisisi PADA

Personel Alih Daya Tbk dikenal sebagai salah satu penyedia layanan outsourcing terbesar di Indonesia, dengan jaringan operasional di lebih dari 25 kota dan didukung oleh lebih dari 36.000 tenaga kerja profesional.

Layanan PADA mencakup teknikal dan pemeliharaan telekomunikasi, call center, layanan perkantoran, keamanan, manajemen SDM, hingga distribusi dan logistik.

Di sisi lain, grup usaha INET tengah menjalankan sejumlah rencana pengembangan signifikan, termasuk penggelaran jaringan fiber to the home (FTTH) di Pulau Bali, Pulau Lombok, dan Provinsi Kalimantan Barat.

Manajemen memandang akuisisi ini sebagai langkah strategis untuk mengintegrasikan dua lini usaha yang saling melengkapi.

“Dengan latar belakang tersebut, transaksi ini dipandang sebagai upaya menggabungkan layanan digital dan infrastruktur teknologi dengan layanan outsourcing SDM berbasis teknologi, menciptakan ekosistem layanan human-tech yang terintegrasi,” tulis manajemen INET dalam keterbukaan informasi, Selasa (3/2).

Perluasan portofolio dan potensi sinergi bisnis

Melalui akuisisi PADA, INET memperluas portofolio bisnisnya dari penyedia layanan digital dan infrastruktur teknologi menjadi pemain yang juga mengelola layanan operasional berbasis tenaga kerja.

Langkah ini membuka akses INET ke segmen outsourcing dan manajemen SDM, yang sebelumnya berada di luar lini bisnis inti perseroan.

Manajemen menyebutkan bahwa ekspansi ini bukan sekadar diversifikasi, melainkan juga membuka potensi sinergi pendapatan baru antara solusi digital dan tenaga kerja manusia, terutama dalam layanan managed service, digital workforce, serta platform teknologi yang mendukung operasional SDM.

Selain itu, kombinasi portofolio diharapkan menciptakan efisiensi operasional melalui konsolidasi fungsi back-office, pemanfaatan teknologi, serta optimalisasi jaringan distribusi sumber daya yang telah dimiliki masing-masing entitas.

Dampak terhadap operasional dan keuangan perseroan

INET menilai akuisisi PADA akan memperkuat kemampuan operasional perseroan dan entitas anak, khususnya dalam mendukung ekspansi jaringan FTTH di sejumlah wilayah strategis.

Jaringan PADA yang telah matang di berbagai kota besar dinilai dapat memperluas jangkauan pasar sekaligus meningkatkan kapabilitas layanan INET.

Manajemen juga menyampaikan bahwa diversifikasi ini diharapkan menambah nilai tambah serta memperkuat struktur pendapatan perusahaan ke depan.

“Dengan pengaruh-pengaruh secara operasional tersebut di atas maka transaksi akuisisi PADA ini akan berpengaruh positif pula pada kondisi keuangan Perseroan di masa yang akan datang,” tulis manajemen.

FAQ seputar INET akuisisi saham PADA

Berapa porsi saham PADA yang diakuisisi INET?

INET mengakuisisi 53,57 persen saham PADA atau sekitar 1,69 miliar lembar saham.

Siapa penjual saham PADA dalam transaksi ini?

Penjual saham adalah Koperasi Pegawai Indosat (Kopindosat).

Apa tujuan utama akuisisi ini?

Untuk mengintegrasikan layanan digital INET dengan bisnis outsourcing dan SDM milik PADA.

Editorial Team