Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
ilustrasi kripto
ilustrasi kripto (unsplash.com/Traxer)

Jakarta, FORTUNE - Analis menilai gejolak di pasar kripto belum akan mereda, sementara pengamat terus mencermati perubahan struktur dan sentimen yang tengah berlangsung.

Pasar aset kripto tengah berada di bawah tekanan signifikan setelah pergerakan Bitcoin yang sangat fluktuatif, bahkan sempat merosot ke bawah level US$90.000 atau sekitar Rp1,52 miliar. Situasi ini muncul di tengah ketidakpastian terkait dugaan pergeseran kapitalisasi pasar senilai USD 250 miliar pada 2026, setara Rp4.226 triliun, yang turut menyeret sejumlah aset kripto lain seperti XMR dan HYPE.

Mengacu pada data CoinMarketCap, Jumat (23/1) laporan mengenai perubahan struktur pasar tersebut masih menjadi perdebatan di kalangan pelaku industri. Sejumlah indikator justru mencatat potensi keuntungan di beberapa segmen, kembali menegaskan karakter pasar kripto yang sangat volatil serta dampaknya yang sulit diprediksi, baik terhadap Bitcoin maupun aset kripto dengan kapitalisasi lebih kecil seperti XMR dan HYPE.

Berbagai pihak terlibat dalam analisis ini, mulai dari analis ternama hingga pelaku industri yang memilih tidak mengungkap identitas. Mayoritas sepakat bahwa volatilitas kemungkinan besar masih akan berlanjut, seiring dinamika pasar yang terus berubah. Penurunan Bitcoin ke bawah ambang USD 90.000 dinilai mencerminkan pergeseran sentimen investor di tengah ketidakpastian tersebut.

Tom Lee, Analis, Fundstrat Global Advisors, mencatat, hal ini karena dinamika pasokan pasca-halving, bersama dengan meningkatnya adopsi institusional dan korporat, dapat mendorong Bitcoin ke US$200.000, atau bahkan US$250.000, pada akhir tahun.

Tekanan pasar ini berdampak langsung pada investor dan ekosistem kripto secara luas. Penyusutan kapitalisasi pasar memicu kekhawatiran terhadap stabilitas, mendorong investor ritel maupun pelaku usaha untuk memantau pergerakan pasar dengan lebih waspada.

Dalam skala yang lebih besar, kondisi tersebut berpotensi merembet ke pasar keuangan lain dan memaksa penyesuaian strategi investasi. Tingkat volatilitas yang tinggi membuat para pedagang cenderung bersikap defensif, yang pada akhirnya dapat memengaruhi likuiditas, volume transaksi, serta kepercayaan investor terhadap aset kripto.

Pelaku pasar tetap siaga menghadapi fluktuasi harga yang tajam dan dampaknya terhadap aktivitas perdagangan. Di sisi lain, otoritas pemerintah dan regulator diperkirakan akan mengamati situasi ini secara lebih intensif untuk menimbang langkah lanjutan, seiring pasar kembali menguji ketahanannya.

Ke depan, implikasi finansial dari kondisi ini dapat mencakup pengetatan regulasi atau bentuk intervensi lain demi menjaga stabilitas. Namun, merujuk pada pola historis, pasar kripto kerap menunjukkan kemampuan bangkit setelah mengalami koreksi tajam. Sejumlah analis menilai bahwa penurunan sebelumnya justru menjadi fondasi bagi fase pertumbuhan berikutnya, memberikan konteks terhadap gejolak yang tengah terjadi saat ini.

Editorial Team