Indokripto (COIN) Tahan Dana IPO Rp220,5 Miliar, Apa Strateginya?

- COIN belum merealisasikan dana IPO dan menempatkannya di deposito serta giro.
- Keputusan diambil karena fundamental dan likuiditas anak usaha dinilai kuat.
- Realisasi dana IPO menunggu momentum pasar aset kripto yang lebih tepat.
Jakarta, FORTUNE — PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) hingga awal 2026 belum merealisasikan penggunaan dana hasil penawaran umum perdana saham (IPO) yang dihimpun pada Juli 2025.
Emiten holding aset kripto tersebut memilih menempatkan seluruh dana IPO senilai Rp220,58 miliar pada instrumen perbankan yang aman, seperti deposito dan giro, di tengah dinamika industri kripto yang masih berfluktuasi.
COIN merupakan perusahaan holding yang membawahi dua entitas strategis di ekosistem aset kripto Indonesia, yakni PT Central Finansial X (CFX) sebagai bursa aset kripto dan PT Kustodian Koin Indonesia (ICC) sebagai lembaga kustodian.
Keduanya tercatat sebagai bursa dan kustodian aset kripto pertama yang telah berizin dan berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Alokasi dana IPO dan status realisasi
Berdasarkan keterbukaan informasi perseroan, dana IPO COIN sedianya dialokasikan untuk memperkuat permodalan dua anak usaha utama. Sebesar Rp175,99 miliar atau 85 persen direncanakan untuk CFX, sementara Rp31,05 miliar atau 15 persen dialokasikan kepada ICC.
Namun, hingga Januari 2026, perseroan belum merealisasikan rencana tersebut. Dana hasil IPO masih disimpan di perbankan dan belum disalurkan dalam bentuk penyertaan modal kepada anak usaha.
Direktur Utama PT Indokripto Koin Semesta Tbk, Ade Wahyu, menyampaikan bahwa keputusan tersebut didasarkan pada prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan dana publik, sekaligus mempertimbangkan kondisi fundamental anak perusahaan yang dinilai masih solid.
“Kami juga melihat fundamental dan posisi keuangan anak perusahaan kami, yakni Bursa CFX dan ICC sebagai bursa dan kustodian aset kripto pertama yang berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berada dalam posisi yang kuat. Untuk itu, kami akan mengamati situasi dan perkembangan pasar terlebih dahulu, sebelum menggunakan dana IPO,” ujar Ade Wahyu dalam siaran pers, Rabu (21/1).
Pertimbangan likuiditas dan fleksibilitas modal
Manajemen COIN menilai likuiditas internal yang dimiliki CFX dan ICC saat ini masih mencukupi untuk menopang operasional dan pengembangan bisnis jangka pendek. Kondisi tersebut memberi fleksibilitas bagi induk usaha untuk menunda injeksi modal hingga momentum yang dianggap lebih optimal.
Ade menjelaskan bahwa strategi tersebut memungkinkan perseroan meninjau ulang waktu yang paling tepat untuk merealisasikan dana IPO, seiring perubahan kondisi pasar aset kripto yang cepat dan dinamis.
“Kami meyakini, strategi yang penuh kehati-hatian ini diambil agar penggunaan dana IPO menjadi lebih efisien, tepat sasaran, dan memberikan dampak multiplier yang maksimal bagi rencana jangka panjang Perseroan,” ujar Ade.
COIN juga menyatakan akan terus memantau perkembangan industri kripto, baik dari sisi regulasi, aktivitas perdagangan, maupun kebutuhan infrastruktur pasar, sebelum mengeksekusi rencana ekspansi melalui penggunaan dana IPO.
Posisi COIN di industri aset kripto
PT Indokripto Koin Semesta Tbk bergerak sebagai perusahaan holding di sektor keuangan, dengan fokus pada investasi dan konsultasi manajemen untuk ekosistem aset kripto. Melalui CFX dan ICC, COIN berperan dalam penyediaan infrastruktur perdagangan dan penyimpanan aset kripto di Indonesia.
CFX menjalankan fungsi sebagai bursa aset kripto, sementara ICC beroperasi sebagai lembaga kustodian yang menyediakan layanan penitipan dan pengamanan aset digital. Keberadaan dua entitas tersebut menjadi bagian dari upaya pembentukan ekosistem kripto yang terstruktur dan terawasi.
Dalam konteks ini, manajemen COIN menilai pengelolaan modal harus selaras dengan kebutuhan bisnis dan kondisi pasar, agar ekspansi tidak justru menciptakan tekanan terhadap efisiensi keuangan.
Pergerakan saham COIN di pasar
Di sisi pasar modal, saham COIN mengalami tekanan dalam beberapa waktu terakhir. Pada perdagangan Rabu (21/1) pukul 15.45 WIB, saham COIN berada di level 2.900, dengan kinerja turun 26,4 persen secara year to date (ytd).
Padahal, pada pekan kedua Desember 2025, saham COIN sempat menyentuh level 4.610. Pergerakan saham tersebut terjadi di tengah volatilitas sektor aset kripto dan penyesuaian ekspektasi investor terhadap emiten berbasis kripto.
FAQ seputar Indokripto (COIN)
| Mengapa Indokripto (COIN) belum menggunakan dana IPO? | Karena perseroan menerapkan prinsip kehati-hatian dan menilai kondisi keuangan anak usaha masih solid. |
| Berapa dana IPO yang dihimpun COIN? | COIN menghimpun dana IPO sebesar Rp220,58 miliar pada Juli 2025. |
| Dana IPO COIN akan digunakan untuk apa? | Dana direncanakan untuk memperkuat modal Bursa CFX dan Lembaga Kustodian ICC. |









