Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
For
You

Profil dan Prospek Saham BUMI: Transformasi Bisnis dan Arah Terbaru

Area tambang
Ilustrasi tambang (pexels.com/Vlad Chețan)
Intinya sih...
  • BUMI merupakan produsen batu bara terbesar di Indonesia dengan portofolio tambang mineral dan kinerja keuangan yang mengalami tekanan.
  • Saham BUMI mencatat transaksi negosiasi jumbo senilai Rp6,9 triliun pada 19 Januari 2026.
  • Transaksi negosiasi jumbo dipicu oleh struktur kepemilikan bersama Grup Bakrie dan Grup Salim serta divestasi Chengdong Investment Corporation.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE — Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) kembali menjadi perhatian pelaku pasar setelah mencatat transaksi negosiasi jumbo senilai sekitar Rp6,9 triliun. Transaksi tersebut terjadi pada perdagangan Senin (19/1) dengan volume sekitar 18,2 miliar saham yang berpindah tangan pada harga rata-rata Rp380 per saham.

Peristiwa ini menambah rangkaian katalis yang menyertai pergerakan saham BUMI sepanjang 2025 hingga awal 2026, di tengah lonjakan volume perdagangan, aksi divestasi investor asing, serta berlanjutnya transformasi bisnis perseroan dari produsen batu bara menuju perusahaan tambang multi-komoditas.

Profil PT Bumi Resources Tbk (BUMI)

PT Bumi Resources Tbk (BUMI) merupakan perusahaan yang berfokus pada sektor pertambangan, terutama batu bara dan minyak bumi. Kegiatan usahanya mencakup penambangan, pengolahan, serta pemasaran hasil tambang, yang berpusat di Kalimantan Timur.

Didirikan pada tahun 1973 dengan nama PT Bumi Modern, perusahaan ini awalnya bergerak di bidang perhotelan dan pariwisata. Pada tahun 1998, BUMI mulai mengalihkan fokus bisnisnya ke sektor energi dan sumber daya alam, kemudian berganti nama menjadi PT Bumi Resources Tbk pada tahun 2000.

Pada 2001, PT Bumi Resources Tbk mengakuisisi PT Arutmin Indonesia yang kala itu berpredikat produsen batu bara terbesar keempat di Indonesia. Selang dua tahun kemudian, BUMI juga mengakuisisi saham PT Kaltim Prima Coal (KPC) pada tahun 2003. BUMI juga melakukan akuisisi saham PT Pendopo Energi Batubara (PEB) pada 2009.

Mengacu pada Laporan Keuangan BUMI 2024, BUMI menguasai 90 persen saham PT Arutmin Indonesia, 50,99 persen saham PT Kaltim Prima Coal, dan 84,48 persen saham PT Pendopo Energi Batubara.

Selain itu, BUMI juga memiliki portofolio tambang mineral melalui anak usahanya Bumi Resources Minerals (BRMS), yakni di PT Dairi Prima Mineral di Sumatera Utara, PT Gorontalo Minerals, PT Citra Palu Minerals di Sulawesi, dan PT Linge Mineral Resources di Aceh, dan PT Suma Heksa Sinergi di Banten.

BUMI memiliki 9.84 persen saham di PT Dairi Prima Mineral (DPM), 22.49 persen saham di PT Citra Palu Minerals (CPM), 16.08 persen saham di PT Gorontalo Minerals (GM), 19.63% di PT Linge Mineral Resources (LMR), dan 13.83 persen saham di PT Suma Heksa Sinergi. Kini, Bumi Resources dikenal sebagai salah satu produsen batu bara terbesar di Indonesia.

Kinerja keuangan dan dinamika laba BUMI

Kinerja keuangan BUMI pada kuartal III/2025 menunjukkan pertumbuhan pendapatan kuat meskipun laba bersih mengalami tekanan.

Berdasarkan laporan keuangan kuartal III/2025, Bumi Resources mencatatkan pendapatan sebesar 1.037,2 juta dolar AS per akhir September 2025. Capaian tersebut berhasil tumbuh 11,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 926,9 juta dolar AS.

Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar 29,4 juta dolar AS, menurun 76,1 persen dari 122,9 juta dolar AS pada kuartal III/2024.

Pihak manajemen Bumi Resources menjelaskan bahwa perusahaan berhasil membukukan profitabilitas operasional positif dengan margin yang membaik melalui efisiensi dan pengelolaan biaya yang disiplin di tengah pasar yang menantang.

Transaksi negosiasi jumbo dan struktur kepemilikan

Pada 19 Januari 2026, saham BUMI mencatat transaksi crossing di pasar negosiasi dengan nilai sekitar Rp6,9 triliun. Transaksi tersebut difasilitasi oleh Ina Sekuritas Indonesia dengan kode broker RB. Hingga kini, belum ada keterangan resmi terkait identitas pembeli maupun tujuan strategis transaksi.

Pengamat pasar modal Michael Yeoh menyebut, “Transaksi tersebut menarik. Ada indikasi broker RB itu terafiliasi dengan Grup Salim.” Sebagai konteks, struktur kepemilikan BUMI saat ini dikendalikan bersama oleh Grup Bakrie dan Grup Salim, setelah masuknya Grup Salim sebagai pemegang saham strategis pada periode 2022–2023.

Meski demikian, belum terdapat konfirmasi apakah transaksi tersebut berkaitan langsung dengan perubahan kepemilikan pengendali atau bersifat transaksi antar investor institusional.

Pergerakan harga dan aktivitas perdagangan terkini

Di pasar reguler, saham BUMI ditutup menguat 0,49 persen ke level Rp412 per saham pada 19 Januari 2026, setelah bergerak fluktuatif di kisaran Rp390–Rp412.

Dalam sepekan sebelum transaksi negosiasi, saham BUMI terkoreksi sekitar 5,5 persen, dengan koreksi intraday mencapai 16 persen dari puncak ke titik terendah.

Volume perdagangan pada hari tersebut mencapai sekitar 6 miliar saham dengan frekuensi lebih dari 228 ribu transaksi dan nilai transaksi sekitar Rp2,4 triliun.

Pada perdagangan 20 Januari 2026 hingga sesi I, saham BUMI tercatat melanjutkan penguatan ke level Rp434 per saham.

Divestasi Chengdong dan dampaknya

Tekanan harga saham BUMI sebelumnya juga dipengaruhi oleh aksi divestasi Chengdong Investment Corporation, investor asal China.

Chengdong menjual sekitar 3,71 miliar saham BUMI secara bertahap sejak 23 Desember 2025 hingga 8 Januari 2026 melalui 17 transaksi, dengan harga berkisar Rp363 hingga Rp461 per saham.

Aksi ini menurunkan porsi kepemilikan Chengdong dari 5,99 persen menjadi 4,99 persen, sehingga tidak lagi tercatat sebagai pemegang saham utama.

Divestasi tersebut menjadi salah satu faktor yang menekan pergerakan saham sebelum munculnya transaksi negosiasi jumbo.

Transformasi bisnis BUMI dan ekspansi non-batu bara

Di sisi strategi, BUMI mempercepat transformasi bisnis menuju portofolio multi-komoditas.

Perseroan telah merampungkan pengambilalihan 100 persen saham Wolfram Limited (WFL), perusahaan tambang emas dan tembaga di Australia Barat, dengan nilai investasi mendekati Rp700 miliar.

Langkah ini memberikan eksposur langsung ke proyek emas dan tembaga berbiaya rendah yang berpotensi memasuki tahap produksi.

Selain itu, BUMI menguasai lebih dari 41 persen saham Jubilee Metals Limited (JML), perusahaan tambang emas yang telah memasuki fase produksi, melalui pendekatan bertahap berupa konversi kewajiban dan transaksi pasar.

BUMI juga memperluas diversifikasi melalui pengembangan bauksit dan alumina lewat Laman Mining, sejalan dengan strategi membangun sumber pendapatan di luar batu bara.

Posisi saham BUMI dan konteks pasar

Sepanjang 2025, saham BUMI mencatat lonjakan signifikan secara tahunan, didorong oleh likuiditas tinggi dan dominasi investor ritel.

Volume perdagangan harian yang besar meningkatkan volatilitas, membuat saham BUMI sensitif terhadap perubahan sentimen jangka pendek, termasuk aksi korporasi dan transaksi bernilai besar.

Transformasi bisnis yang sedang berjalan menempatkan BUMI sebagai emiten batu bara yang berupaya memperluas basis pendapatannya ke mineral strategis, di tengah dinamika pasar komoditas global.

FAQ seputar saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI)

Saham BUMI punya siapa?

BUMI dikendalikan bersama oleh Grup Bakrie dan Grup Salim melalui entitas March Energy (Hongkong) Limited.

Saham BUMI bergerak di bidang apa?

PT Bumi Resources Tbk bergerak di bidang pertambangan batu bara.

Apa fokus utama bisnis PT Bumi Resources Tbk saat ini?

BUMI berfokus pada batu bara sekaligus memperluas portofolio ke emas, tembaga, bauksit, dan alumina.

Berapa harga Saham BUMI hari ini?

Harga saham BUMI hari ini pada 21 Januari 2026 dibuka naik 30 poin atau 7.94 persen ke posisi Rp408 per satu lembar saham.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Bonaventura Sigit
Yunisda Dwi Saputri
Bonaventura Sigit
EditorBonaventura Sigit
Follow Us

Latest in Market

See More

Profil dan Prospek Saham BUMI: Transformasi Bisnis dan Arah Terbaru

21 Jan 2026, 10:33 WIBMarket