Saham BUMI Disorot Usai Transaksi Nego Jumbo Rp6,9 Triliun

- Saham BUMI mencatat transaksi negosiasi jumbo Rp6,9 triliun di pasar negosiasi.
- Transaksi difasilitasi broker RB dan memunculkan dugaan keterkaitan dengan Grup Salim.
- Pergerakan saham BUMI terjadi di tengah divestasi Chengdong dan diversifikasi bisnis perseroan.
Jakarta, FORTUNE — Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menjadi perhatian pelaku pasar setelah mencatat transaksi crossing jumbo di pasar negosiasi dengan nilai sekitar Rp6,9 triliun.
Transaksi tersebut terjadi pada perdagangan Senin (19/1), melibatkan volume sekitar 18,2 miliar saham yang berpindah tangan pada harga rata-rata Rp380 per saham. IDX Channel mewartakan transaksi tersebut difasilitasi oleh Ina Sekuritas Indonesia dengan kode broker RB.
Hingga kini, belum terdapat keterangan resmi dari perseroan terkait identitas pembeli, penjual, maupun tujuan strategis dari transaksi bernilai besar tersebut.
Dugaan keterkaitan dengan Grup Salim
Pengamat pasar modal, Michael Yeoh menilai transaksi crossing tersebut mengindikasikan adanya pergerakan investor strategis. Ia menyebut terdapat dugaan keterkaitan dengan Grup Salim.
“Transaksi tersebut menarik. Ada indikasi broker RB itu terafiliasi dengan Grup Salim,” ujar Michael Yeoh, Senin (19/1), dilansir IDX Channel.
Sebagai informasi, struktur kepemilikan BUMI saat ini dikendalikan bersama oleh Grup Bakrie dan Grup Salim. Grup Salim, melalui entitas yang berada di bawah kendali Anthoni Salim, masuk sebagai pemegang saham strategis BUMI pada periode 2022–2023 dengan mengakuisisi sebagian saham perseroan.
Meski demikian, hingga berita ini disusun, belum ada konfirmasi resmi apakah transaksi negosiasi tersebut terkait langsung dengan perubahan kepemilikan pengendali atau hanya merupakan transaksi antar investor institusional.
Pergerakan harga dan aktivitas perdagangan
Di pasar reguler, saham BUMI ditutup menguat tipis 0,49 persen ke level Rp412 per saham pada Senin (19/1). Sepanjang perdagangan hari itu, saham BUMI sempat bergerak fluktuatif di rentang Rp390 hingga Rp412 per saham, setelah sebelumnya berada dalam tren pelemahan selama sekitar satu pekan.
Dalam sepekan terakhir sebelum transaksi crossing, saham BUMI tercatat terkoreksi sekitar 5,5 persen. Bahkan, jika dihitung dari harga penutupan tertinggi ke titik intraday terendah dalam periode tersebut, koreksi mencapai sekitar 16 persen.
Aktivitas perdagangan saham BUMI juga terbilang ramai. Volume transaksi di pasar reguler mencapai sekitar 6 miliar saham dengan frekuensi lebih dari 228 ribu kali. Nilai transaksi yang dibukukan mencapai sekitar Rp2,4 triliun, dengan kapitalisasi pasar perseroan berada di kisaran Rp152 triliun.
Pada perdagangan Selasa, (20/1), hingga pukul 11.29 WIB, saham BUMI tercatat berada di level Rp432 per saham, naik sekitar 4,85 persen dibandingkan penutupan sebelumnya.
Divestasi Chengdong tekan pergerakan saham
Tekanan terhadap harga saham BUMI dalam beberapa waktu terakhir juga terjadi seiring aksi divestasi yang dilakukan oleh Chengdong Investment Corporation, investor asal China yang sebelumnya memiliki kepemilikan signifikan di BUMI.
Chengdong, sebagai investor tidak langsung atas nama China Investment Corporation, melakukan penjualan saham BUMI secara bertahap sejak 23 Desember 2025 hingga 8 Januari 2026.
Berdasarkan keterbukaan informasi BEI, Chengdong melepas total sekitar 3,71 miliar saham BUMI melalui 17 kali transaksi. Penjualan dilakukan di berbagai level harga, mulai dari kisaran Rp363 hingga Rp461 per saham.
Aksi divestasi ini membuat porsi kepemilikan Chengdong turun dari sekitar 5,99 persen menjadi 4,99 persen, sehingga tidak lagi tercatat sebagai pemegang saham dengan kepemilikan di atas 5 persen.
Gelombang penjualan tersebut dinilai menjadi salah satu faktor yang menekan pergerakan saham BUMI sebelum akhirnya muncul transaksi negosiasi jumbo di pasar.
Arah bisnis dan diversifikasi usaha BUMI
Di sisi fundamental, BUMI terus mendorong diversifikasi bisnis di luar batu bara. Dilansir catatan UOB Kay Hian pada 19 November 2025, perseroan mempercepat pengembangan bisnis emas melalui peningkatan produksi PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS).
BUMI juga memperluas portofolio mineral melalui akuisisi aset emas-tembaga Wolfram dengan biaya rendah.
Di luar sektor logam mulia, perseroan merambah bisnis bauksit dan alumina melalui Laman Mining sebagai bagian dari strategi membangun sumber pendapatan yang lebih terdiversifikasi.
FAQ seputar transaksi negosiasi saham BUMI
| Kapan transaksi negosiasi jumbo saham BUMI terjadi? | Transaksi crossing saham BUMI terjadi pada 19 Januari 2026. |
| Berapa nilai transaksi negosiasi saham BUMI? | Nilai transaksi mencapai sekitar Rp6,9 triliun dengan volume 18,2 miliar saham. |
| Apakah pembeli saham BUMI sudah diumumkan? | Hingga kini belum ada keterangan resmi mengenai identitas pembeli maupun tujuan transaksi. |










