Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install
For
You

Kenapa RANS IPO Hanya Lepas 20 Persen Saham?

Kenapa RANS IPO Hanya Lepas 20 Persen Saham?
PT RANS Entertainment Indonesia Tbk (RANS) (ransentertainment.co.id)
Intinya Sih
  • RANS menawarkan 20,02 persen saham baru dalam IPO dengan kisaran harga Rp135–Rp170 per saham, estimasi kapitalisasi pasar antara Rp1,7 hingga Rp2,14 triliun.

  • BEI menegaskan proses evaluasi IPO RANS mengikuti aturan saat pengajuan diterima, dan total free float mencapai sekitar 28,85 persen berkat tambahan saham dari pemegang eksisting.

  • Dana maksimal Rp429,25 miliar dari IPO akan digunakan untuk pelunasan utang, pengembangan bisnis berbasis AI, serta ekspansi usaha kosmetik melalui PT Rans Kosmetika Indonesia.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, FORTUNE — Rencana penawaran umum perdana saham (IPO) PT RANS Entertainment Indonesia Tbk (RANS) mendapat perhatian setelah perseroan menawarkan saham publik sebesar 20,02 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.

Berdasarkan prospektus IPO ringkas, RANS menawarkan sebanyak-banyaknya 2,525 miliar saham baru dengan kisaran harga Rp135 hingga Rp170 per saham. Estimasi kapitalisasi pasar RANS berada di rentang Rp1,7 triliun hingga Rp2,14 triliun saat pencatatan.

Di sisi lain, aturan baru Bursa Efek Indonesia (BEI) menetapkan perusahaan dengan kapitalisasi pasar di bawah Rp5 triliun wajib memiliki saham beredar di publik minimal 25 persen. Namun, BEI menjelaskan bahwa perhitungan free float RANS tidak hanya berasal dari saham yang dilepas dalam IPO.

Table of Content

Aturan BEI dan waktu pengajuan IPO

Aturan BEI dan waktu pengajuan IPO

Direktur Penilaian BEI I Gede Nyoman Yetna menjelaskan bahwa proses pencatatan saham RANS tetap mengacu pada ketentuan yang berlaku saat dokumen permohonan diterima oleh Bursa.

"Sehubungan dengan rencana IPO PT Rans Entertainment Indonesia Tbk, perlu kami sampaikan ... proses evaluasi dilakukan dengan mengacu pada ketentuan yang berlaku pada saat permohonan diterima," ujar Nyoman dalam keterangannya, dikutip Kamis (25/6).

Penjelasan tersebut merujuk pada Surat Keputusan Direksi BEI Nomor Kep-00045/BEI/03-2026 tentang perubahan Peraturan Nomor I-A. Aturan baru yang berlaku sejak 31 Maret 2026 itu mengatur kewajiban free float minimum 25 persen untuk perusahaan dengan kapitalisasi pasar di bawah Rp5 triliun.

Dengan adanya ketentuan tersebut, BEI melihat proses evaluasi IPO RANS menggunakan dasar regulasi saat pengajuan pencatatan dilakukan.

Free float RANS bukan hanya berasal dari saham IPO

Dalam IPO, RANS memang menawarkan saham baru sebesar 20,02 persen. Namun, BEI menyebut terdapat saham eksisting yang juga masuk kategori free float.

"Oleh karena itu, struktur kepemilikan saham Perseroan setelah IPO telah memenuhi ketentuan free float yang berlaku," kata Nyoman.

Berdasarkan struktur kepemilikan pasca-IPO, saham yang dimiliki masyarakat dari penawaran umum mencapai 2,525 miliar saham atau 20,02 persen. Sementara itu, tambahan saham dari pemegang saham eksisting membuat total free float RANS diperkirakan mencapai sekitar 28,85 persen.

Dengan perhitungan tersebut, porsi saham yang tersedia untuk publik berada di atas batas minimum yang ditetapkan BEI.

Struktur pemegang saham RANS setelah IPO

Sebelum melantai di bursa, RANS memiliki sejumlah pemegang saham dengan latar belakang berbeda. Raffi Farid Ahmad tercatat sebagai pemegang saham pengendali dengan kepemilikan 78,68 persen sebelum IPO.

Setelah penawaran umum, Raffi tetap menjadi pemegang saham terbesar dengan proyeksi kepemilikan saham sekitar 62,93 persen.

Selain Raffi, beberapa nama lain tercatat sebagai pemegang saham RANS sebelum IPO. Dony Oskaria memiliki 3,42 persen saham, Sutanto Hartono sebesar 1,43 persen, Nagita Slavina Mariana Tengker sebesar 1,24 persen, dan Kaesang Pangarep sebesar 1,14 persen.

Selain itu, terdapat PT IndonesiaEntertainmen Grup dengan kepemilikan 9,04 persen serta PT Ekonomi Baru Investasi Teknologi sebesar 0,76 persen. Struktur tersebut menjadi bagian dari perhitungan saham publik setelah perusahaan tercatat.

Dana IPO untuk ekspansi bisnis

RANS menargetkan dana segar maksimal Rp429,25 miliar dari aksi korporasi tersebut. Dana hasil IPO akan digunakan untuk sejumlah kebutuhan perusahaan.

Dalam prospektus, perseroan menyebut penggunaan dana mencakup pelunasan sebagian utang bank, pengembangan bisnis, investasi teknologi berbasis akal imitasi (AI), serta ekspansi usaha kosmetik melalui PT Rans Kosmetika Indonesia.

RANS juga menjalankan bisnis di sektor hiburan dan konten, termasuk produksi konten, penyelenggaraan acara, pengelolaan intellectual property (IP), hingga pengembangan wahana edukasi.

Rencana pencatatan saham RANS di BEI dijadwalkan berlangsung pada 10 Juli 2026.

FAQ seputar RANS IPO hanya lepas 20 persen saham

Kenapa RANS IPO hanya melepas 20 persen saham?

RANS melepas sekitar 20,02 persen saham ke publik dalam proses IPO. Jumlah tersebut diperhitungkan bersama saham eksisting yang masuk kategori free float

Berapa total free float RANS setelah IPO?

BEI memperkirakan total free float RANS setelah IPO mencapai sekitar 28,85 persen.

Siapa pemegang saham terbesar RANS setelah IPO?

Raffi Farid Ahmad tetap menjadi pemegang saham pengendali dengan proyeksi  kepemilikan sekitar 62,93 persen.

Kapan RANS resmi tercatat di BEI?

RANS berencana mencatatkan sahamnya di BEI pada 10 Juli 2026.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ana Widiawati
EditorAna Widiawati

Related Articles

See More